22:00 . Diduga Akibat Obat Nyamuk, Rumah di Desa Banjaran Terbakar   |   21:00 . Bojonegoro Siaga Merah, Bupati Himbau Warga Tetap di Rumah   |   20:30 . 1 Positif Covid-19, Bojonegoro Zona Merah   |   20:00 . Harga Emas Antam Merosot Rp8.000 Per Gram   |   19:00 . Tinjau CPP Gundih, GM Pertamina EP Asset 4 Pastikan Kondisi Aman   |   18:00 . 5 Orang Selesai Pemantauan, 4 Tambahan ODP Baru di Bojonegoro   |   17:00 . Peringati Nisfu Sya'ban, Generasi Muda PPP Berbagi Sembako   |   16:00 . BPS Perpanjang Sensus Online Hingga 29 Mei 2020   |   14:00 . Bentuk Kepedulian Kapolres Kunjungi Posko di Perbatasan   |   13:00 . Kapolres Kunjungi Posko Covid-19 di Perbatasan   |   12:00 . Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Kambing Pilih Jual Online   |   11:00 . CPP Gundih Terbakar, Pertamina EP Tangani Cepat   |   10:00 . Bersama PMI, Stikes Rajekwesi Amalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi   |   09:00 . LIVE: Musrenbang Kabupaten Bojonegoro Tahun 2021   |   08:00 . Update Perkembangan Covid-19 Daerah Sekitar Bojonegoro Per 8 April   |  
Fri, 10 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 03 March 2018 18:00

Minim Bahan Baku, Harga 'Kurma Salak' Naik

Minim Bahan Baku, Harga 'Kurma Salak' Naik

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - 'Kurma salak' adalah olahan dari masyarakat Desa Wedi Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, desa yang terkenal dengan penghasil buah salak. Biasanya buah berkulit seperti sisik itu langsung dimakan, tapi masyarakat Desa Wedi mengkreasikannya dengan diolah menjadi 'kurma salak'.

Saat salak Wedi belum masuk musim panen seperti sekarang ini, tentu untuk kebutuhan bahan baku pembuatan kurma terpengaruh, tak ayal harga olahan dengan rasa manis itu juga ikut terkerek naik.

Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wedi, Subkhan, salak berbuah musiman sehingga sudah menjadi ketentuan alamiah jika bahan baku sulit harga pasti naik, jika bahan baku melimpah harga pasti turun.

"Saat musim panen harga kurma salak Rp60.000 hingga Rp65.000 perkilogramnya, akan tetapi saat musim seperti sekarang ini harga naik sekitar Rp70.000 perkilogram," tutur Pak Wo Khan sapaan akrabnya saat ditemui blokBojonegoro.com.

Hal itu juga dibenarkan oleh salah satu pembuat olahan buah salak, Rumisah. Menurutnya untuk saat ini harga kurma salak memang naik, karena salak wedi sulit didapatkan, sedangkan kurma salak membutuhkan buah salak yang utuh tanpa membuang bijinya.

"Untuk membuat kurma kan harus salak utuh, jika biji salak dibuang tekstur salak menjadi kurang bagus," jelas bunda Arum sapaan akrabnya.

Proses pembuatan kurma salak memang bisa dikatakan mudah dan simpel, tapi tidak sebentar. Saat ingin membuat kurma salak beberapa bahan diperlukan seperti buah salak, air dan gula pasir.

Langkah awal, buah salah dikupas bersih kemudian direndam dengan air kapur sirih, tujuannya agar tekstur daging buah salak tidak lembek saat masuk proses perebusan. Sedang selanjutnya gula dicampur dengan air direbus mendidih kemudian masukkan salak kedalamnya. "Ini direbus antara 4 hingga 5 jam, tapi api harus kecil tidak boleh besar," paparnya. [ani/mu]

Tag : kurma salak


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat