23:00 . Ibu-ibu di Lokasi TMMD Imbangan Diberikan Pelatihan Pembuatan Jamu   |   22:00 . 8 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19   |   21:30 . Pemkab Bojonegoro Kembali Berikan Layanan Rapid Tes Gratis   |   21:00 . PMI Bojonegoro Edukasi Santri Cara Hindari Covid   |   20:30 . Sakit Jantung, Seminggu Lalu Dirujuk ke Surabaya   |   20:00 . Agar Berjalan Sesuai Target, 3 Hal ini Tidak Sampai Terulang   |   19:30 . Turut Berduka, Ramai Ucapan Pak Santoso Wafat   |   19:00 . Warga di Kota ini Gunakan Pertalite, ini Alasannnya...   |   18:00 . Danrem 082/CPYJ Bersama Wartawan Komitmen Perangi Hoax   |   17:00 . Kemenag Jadwalkan Rukyatul Hilal 21 Juli, Guna Tentukan 1 Zulhijjah 1441 H   |   16:00 . Masih Kurang Pagu, Disdik Bojonegoro Belum Tentukan Buka PPDB Lagi   |   15:30 . Media Pop-up dan Movable Book Dikenalkan ke Guru dengan Aplikasi Zoom   |   15:00 . Bupati: Perlu Evaluasi Penekanan Pengendalian AKI AKB di Bojonegoro   |   14:00 . EMCL Serahkan Peralatan Pendukung untuk 36 Posyandu   |   13:00 . Potensi Ikan Tawar Terbesar, Bojonegoro Ditarget Mencapai 5.000 Ton   |  
Thu, 09 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 16 May 2018 09:00

Arga Senta Ilhamsyah, Entrepreneur Digital

Bosan Kerja, Ciptakan Aplikasi Layanan untuk Bojonegoro

Bosan Kerja, Ciptakan Aplikasi Layanan untuk Bojonegoro

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com -
Berawal dari kebosanan ketika bekerja di Jakarta selama lima tahun, Arga Senta Ilhamsyah kemudian kembali ke tanah kelahiran yaitu Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya sekadar pulang, memiliki sebuah keinginan untuk mengembangkan Informasi Teknologi (IT) di Kota Ledre ini, pemuda yang berpenampilan ala artis Korea itu akhirnya menciptakan aplikasi layanan yang berbasis android dengan nama Matoh Mas Tolong.

Arga Senta sebagai pemilik aplikasi, ia pernah memiliki pengalaman kerja sebagai marketing handphone, kemudian bekerja di asuransi handphone, dan yang terakhir bekerja sebagai marketing yang menaungi konten provider.

"Lima tahun bekerja, namun di akhir tidak sesuai dengan prinsip saya. Karena lama-lama merasa pekerjaan yang saya lakukan itu seperti salah jalur, dan merasa uang sudah cukup untuk keluarga, jadi saya resain dan kembali ke Bojonegoro," ungkap Arga, sapaan akrabnya kepada blokBojonegoro.com.

Awalnya ia membuat aplikasi tersebut untuk layanan transportasi atau ojek online, akan tetapi ketika sampai di tanah kelahiran, ternyata sudah ada layanan tersebut. Kemudian apa yang ia lakukan? Ia pun mengubah konsep aplikasi miliknya. Aplikasi yang sebelumnya untuk memiliki layanan ojek online saja, sekarang ini digabungkan dengan layanan belanja online.

"Ternyata di Bojonegoro sudah ada layanan ojek online, yang berasal dari Singapura dan Malang. Karena rivalnya tidak dapat diremehkan, hal itu yang membuat saya menggabungkan transportasi dan belanja online," tutur pria yang lahir pada tahun 1993 itu.

Arga, akhirnya meriliskan aplikasi tersebut pada 11 Januari 2018, dengan berbasis android. Ia mengajak sepuluh temannya untuk bergabung dengannya dalam menjalankan bisnis tersebut. Meski sebagai pemilik, tak jarang dia juga langsung turun untuk menjadi kuri, sales dan urusan IT.

"Teman-teman masih perlu belajar dan saya harus memberikan contoh secara langsung kepada mereka, supaya merasakan juga rasanya menjadi kurir itu seperti apa, dan ke depannya ada yang menggantikan saya, jadi saya tidak jadi kurir lagi," jelas bapak yang telah memiliki anak satu tersebut.

Untuk mengatasi permasalahan timnya, ia selalu mengajak anggota tim ikut ketika dia mengisi acara, supaya dapat belajar dari materi yang dia sampaikan di acara tersebut. Dan kini dalam timnya sudah ada sekitar 15 orang.

Adanya potensi dari Kota Ledre yang perlu dikembangkan, hal itu menjadi salah satu keinginannya dalam memberikan kontribusi yang terbaik untuk tanah kelahiran, dengan pembuatan aplikasi tersebut.

"Jadi saya membuka lebar-lebar untuk pengusaha UMKM khusus masyarakat Kabupaten Bojonegoro ikut serta memanfaatkan aplikasi tersebut, untuk pengembangan pemasaran," jelas pria alumni SMA Negeri 4 Bojonegoro.

Pria yang sekarang ini bertempat tinggal di Perumahan Tikusan, Kecamatan Kapas menambahkan, aplikasi layanan yang ia buat tersebut, berguna untuk memudahkan masyarakat Bojonegoro, ketika membutuhkan bantuan apapun, seperti butuh ojek, beli makanan, pesan tiket pesawat, dan lain sebagainya.

"Karena sudah terdaftar di Playstore jadi harapan ke depannya nanti aplikasi tersebut bisa sampai internasional, begitu pula dengan produk-produk lokal Bojonegoro," tutup Arga. [ani/ito]

Tag : matoh, mas, tolong, arga senta, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat