18:00 . Ribuan Kuntul Putar-Putar Cari Rumah   |   17:00 . PCNU Siapkan Strategi Tanggulangi Bencana   |   14:00 . Di Bojonegoro, Lulusan PGMI Tak Bisa Daftar CPNS   |   13:00 . Menarik Mocaf Produk Disabel dan Eksotis Waduk Bendo   |   12:00 . Job Fair di IKIP PGRI Bojonegoro, Buka 7.000 Peluang Kerja   |   11:00 . Eksotis Waduk Grobogan   |   10:00 . Dari Dunia Modeling, Kenalkan Tengul di Event Wajah Pesona Indonesia   |   09:00 . Bupati-Menhub Sepakat untuk Mudahkan Transportasi di Bojonegoro   |   08:00 . 5 Hari Dibuka, 830 Peserta CPNS Sudah Daftar   |   07:00 . Istri Malas Berhubungan Intim, Bisa Jadi Karena 5 Hal ini   |   17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |  
Sun, 17 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 June 2018 22:00

Mandek, Pembangunan Wisata Kebun Salak Butuh Perhatian Pemerintah

Mandek, Pembangunan Wisata Kebun Salak Butuh Perhatian Pemerintah

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pembangunan wisata Kebun Salak di Desa Wedi, Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, hingga kini masih terkendala anggaran. Alhasil, pengembangan wisata untuk pemetikan buah salak tersebut belum bisa dipastikan kelanjutannya.

"Wisata kebun salak belum bisa dipastikan kapan selesainya, karena terus terang saja kendalanya ada pada anggaran," terang salah satu warga, Nurul Hidayah (41).

Perempuan yang juga sebagai ibu RT.8/RW.1 tersebut mengatakan, hingga kini masyarakat terus mencoba mencari dana, bahkan hingga melakukan iuran dengan masyarakat yang berkenan. Sedangkan, iuran itu dilakukan satu bulan sekali dengan cara sukarela ataupun seikhlasanya.

"Untuk saat ini pembangunanya baru 25 persen, baru berupa tempat istirahat (Gazebo) dan spot foto maupun tulisan-tulisan yang berada di kayu," katanya.

Agar wisata tersebut cepat selesai, ia berharap Pemerintah Kabupaten atau instansi terkait yang membidanginya turut membantu dana. Sebab, hal tersebut sangat ditunggu oleh masyarakat setempat, lantaran jika benar-benar wisata kebun salak selesai dampaknya akan sangat positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarak sekitar.

Nurul Hidayah juga mengungkapkan, pada zaman dahulu buah salak menjadi ladang penghasilan bagi masyarak Desa Wedi. Bahkan, tidak sedikit warga yang sampai berangkat haji maupun menguliahkan anaknya sampai lulus berkat salak ini.

"Sekarang buah salak wedi mulai sedikit peminatnya lantaran kalah dengan buah impor," tuturnya kepada blokBojonegoro.com.

Dengan adanya wisata kebun salak tidak menutup kemungkinan buah salak wedi akan kembali diminati oleh masyarakat. Serta dampaknya akan meluber kepada masyarakat yang juga tidak mempunyai pohon salak, dengan memanfaatkan lahan parkir maupun berjualan lainnya di area kebun salak sekitar lima hektar tersebut.

"Kalau sekarang untuk tiket masuk masih gratis. Tetapi ketika tempat bermainnya sudah selesai dan jalanya sudah bagus rencana akan diberlakukan tiket masuk," tutup Nurul Hidayah. [din/mu]

Tag : kebun salak, pemerintah, pembangunan wisata

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat