18:00 . Diduga Kelelahan, Staf Perhutani Ditemukan Meninggal Dunia   |   17:00 . Bus Baru Pemkab, Bupati: Untuk Pelayanan dan Sosial   |   16:00 . Maba IAI Sunan Giri Antusias Ikuti Seminar Pembuatan Makalah   |   15:00 . Mekanisme Berbeda, Pemilihan Ketua Lewat Formatur   |   14:00 . Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Musda   |   13:00 . Serunya Lomba Mancing Merdeka Berebut Sepeda Motor   |   12:00 . Bupati Kunjungi Exit Tol Nganjuk ini Tujuannya   |   11:00 . Bak Moto GP, Ibu-Ibu Ikut Balap Traktor di Desa Tejo   |   10:00 . Mancing Merdeka, Berebut Ikan Dengan Bobot Terberat   |   08:00 . Ratusan Pemancing Turut Mancing Merdeka   |   07:00 . Apakah Asma Menular?   |   18:00 . Sutrac Bantu Droping Air Bersih di Tlogohaji   |   17:00 . Besok, Desa Tejo Kembali Gelar Lomba Balap Traktor   |   15:00 . MI Islamiyah Sarangan Sabet Juara Satu di Pesta Siaga Kwaran Kanor   |   14:00 . Pengusaha NU Bojonegoro Berkumpul, Mau Apa?   |  
Sun, 15 September 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 15 July 2018 15:00

Dari Target 9 Ribu Hektare, Baru 4 Haktare Lahan Ditanami Tembakau

Dari Target 9 Ribu Hektare, Baru 4 Haktare Lahan Ditanami Tembakau

Reporter: M Safuan 

blokBojonegoro.com - Musim tanam tembakau di Bojonegoro, tahun 2018 ini terbilang mundur. Pasalnya masih banyak petani beranggapan cuaca atau curah hujan yang turun di Bojonegoro masih tinggi, sehingga petani lebih memilih menanam padi dibanding tembakau. Hal ini berpengaruh pada luasan lahan tembakau yang belum mencapai 50 persen dari target penanaman.

"Musim tanam tembakau semestinya sudah dimulai sejak bulan Mei hingga awal Juni lalu," ungkap Kabid Tanaman dan Perkebunan, Disperta Bojonegoro Imam Wahyudi.

Selain faktor cuaca, mundurnya tanam tembakau dikarenakan, pada bulan Mei lalu memasuki bulan Ramadan dan para petani masih enggan mengolah lahan tanah pertaniannya. Karena puasa, banyak petani yang menunda tanam.

Di Kabupaten Bojonegoro, hingga saat ini, lahan pertanian yang sudah tertanami tembakau baru sekitar 4 ribu hektare dari target Disperta yang mencapai 9 ribu hektare. Meski begitu, pihaknya optimis target tanam tembakau sudah terealisasi seluruhnya pada bulan Juli ini.

Adapun jenis tembakau yang banyak ditanam oleh petani ada 2 jenis yakni tembakau Jawa dan Virginia. Pasalnya 2 jenis itu petani lebih mudah menjualnya, terlebih lagi 2 jenis tembakau tersebut sudah punya pangsa pasar di berbagai wilayah.

"Ya karena 2 jenis tembakau itu memang banyak petani yang meminatinya dan saat panen harga daunnya juga cukup baik," tandas Imam Wahyudi kepada blokBojonegoro.com. [saf/lis]

Tag : disperta, lahan, tembakau

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 08 September 2019 15:00

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding Peringatan HUT Republik Indonesia merupakan suatu kegiatan yang rutin dilaksanakan seluruh masyarakat Indonesia, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia yang diperjuangkan oleh pahlawan terdahulu....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat