08:00 . Diduga Balapan Liar, Hantam Fortuner Tewas di TKP   |   07:00 . 3 Pertanyaan Selain 'Kapan nikah' Saat Reuni   |   06:00 . Pengemudi Warga Simbatan, Patah Kaki dan Tangan   |   21:00 . Pasca Pemilu, Kapolres Himbau Jangan Ada Pawai   |   20:00 . Ngeri...! Kecelakaan Margomulyo Balen Bojonegoro   |   19:00 . Jokowi-Amin Menang 67 Persen di Bojonegoro   |   18:30 . Datangi Polres, Kadishub Bojonegoro Laporkan Balik Istrinya   |   18:00 . Meski Surat Suara Tertukar, KPU Mengklaim Tidak Ada PSU   |   17:00 . Evakuasi Korban, Jalan Raya Macet Cukup Panjang   |   16:00 . Avanza Vs Truk di Margomulyo, 2 Mobil Ringsek   |   15:00 . Triwulan Pertama, Ada 850 Klaim Asuransi ke Jasa Raharja   |   14:00 . SMPN 1 Kapas Kembali Rebut Juara Pencak Silat O2SN   |   12:00 . Saat Pemungutan Suara, Tiga TPS Surat Suaranya Tertukar   |   09:00 . Panitia Gandeng Mahasiswa dan Komunitas, Ini Alasannya?   |   08:00 . Rayakan Hari Jadi, AMSI Gelar Kontes Jurnalistik dan Seminar Anti Hoax   |  
Fri, 19 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 27 July 2018 18:00

Butuh TTD Basah Jadi Alasan Buat KK Butuh Sepekan

Butuh TTD Basah Jadi Alasan Buat KK Butuh Sepekan

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Mutakin, warga Desa Deling, Kecamatan Sekar harus bolak-balik ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) untuk membuat Kartu Keluarga (KK). Pasalnya untuk membuat KK di Dispendukcapil tidak bisa langsung jadi.

"Ya harus balik lagi ke sini untuk mengambilnya," ujar Mutakin kepada blokBojonegoro.com.

Sementara, jarak dari Sekar ke Dispendukcapil tidaklah dekat, yaitu sekitar 45 kilometer dan membutuhkan waktu tempuh seKitar 1,5 jam, selain itu biasa traspot pulang pergi juga lumayan sekitar Rp50.000.

Dia mengaku punya kesibukan sebagai petani bawang merah sehingga sedikit banyak mengurus KK menyita waktu baginya. "Ya saya berharap bisa membuat KK atau pun yang lainnya bisa sekali jadi, biar gak bolak-balik," harapnya.

Dispendukcapil melalui Kasi Dokumentasi dan Pemanfaatan Data, Sri Handayani menuturkan jika hal tersebut sudah menjadi peraturan. Alasan lain, membuat KK saat ini harus ada tanda tangan basah dari Kepala Dinas. 

"Beda dengan dulu bisa tanda tangan scan, kalau saat ini harus pakai tanda tangan basah," terangan Handayani.

Menurut dia, hal itu sesuai surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) nomor :  471.14/13795/ DUKCAPIl, perihal petunjuk penandatanganan kartu keluarga. [top/lis]

 

Tag : ktp, kk, dispendukcapil

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more