19:00 . Hari Kartini, Polwan Polres Bagi Masker dan Imbauan Larangan Mudik   |   19:00 . Harga Cabai Terpantau Stabil di Pasaran   |   18:00 . Disdik Ajak Seluruh Satuan Pendidikan Mengembangkan E-Library   |   17:00 . Pengurus AMSI┬áJatim Periode 2020-2023 Dilantik   |   16:00 . Satgas Covid-19 Minta Pemda Segera Tindaklanjuti Inmendagri Terbaru   |   15:00 . Berbekal KIS BPJS Kesehatan, Melahirkan Jadi Mudah   |   14:00 . Peringati Hari Kartini, Bupati Hingga OPD Wanita Tampil Cantik Berkebaya dan Bermasker   |   13:00 . Pemprov Jatim Beri Diskon Pengurangan Pokok PKB Hingga Undian Berhadiah   |   12:00 . Bupati Ajak Perempuan Berkontribusi Dalam Pembangunan Negeri   |   11:00 . Pemda Harus Optimalkan Peran Posko Agar Kualitas Penanganan Semakin Meningkat   |   10:00 . Berbagai Kebijakan Terkait Ramadan dan Idul Fitri Tahun ini Demi Mencapai Hasil Signifikan   |   09:00 . 6 Situs Film Online Gratis, Gantinya IndoXXI, Rebahin Hingga Lk21   |   08:00 . 40 Kata-Kata Selamat Hari Kartini Buat Status WA dan IG   |   07:00 . Cara Menghilangkan Jerawat Batu, Ini 4 Langkah yang Bisa Dicoba   |   21:00 . Jumlah Penerima BPNT Turun, Minggu Ini Dicairkan   |  
Wed, 21 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Target 95 Persen Akhir Agustus, Imunisasi Difteri Capai 80,24 Persen

blokbojonegoro.com | Friday, 24 August 2018 20:00

Target 95 Persen Akhir Agustus, Imunisasi Difteri Capai 80,24 Persen

Reporter : Muhammad Qomarudin
 
blokBojonegoro.com - Capaian imunisasi difteri atau Outbreak Responze Immunization (ORI) putaran kedua di Kabupaten Bojonegoro hingga saat ini sudah mencapai 80,24 persen dari 28 Kecamatan. ORI putaran kedua sendiri di Kota Ledre sudah dimulai sejak tanggal 1 Juli 2018 kemarin, dengan target 320.123 anak.
 
"ORI yang kedua ini mengalami penurunan, dibanding pada putaran pertama yang mencapai 327.4798 anak," terang Totok Ismanto, Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro.
 
Totok menjelaskan, sasaran dari imunisasi difteri secara massal, adalah anak-anak atau mereka yang berusia di bawah 19 tahun. Jadi, anak-anak dengan gejala itu akan dicatat dan selalu diawasi terus. Sebab, anak usia 19 tahun kebawah belum mempunyai daya tahan tutubuh atau imun yang kuat.
 
Dalam melakukan imunisasi massal tersebut, vaksin diberikan secara gratis kepada masyarakat, selain itu petugas kesehatan juga mendatangi sekolah-sekolah, pemukiman masyarakat, dan masyarakat yang mendatangi pos pelayanan yang telah disediakan. Sedangkan bagi mahasiswa yang masih berumur dibawah 19 tahun bisa mendatangi pos kesehatan, dokter ataupun puskesmas terdekat untuk melakukan ORI.
 
"Bagi anak berusia 19 tahun kebawah gratis, sedangkan bagi yang berusia diatas 19 tahun dikenakan biaya," ujar Totok.
 
Pelaksanaan ORI di wilayah KLB diperlukan segera karena penyakit difteri itu sangat menular. Penularan bakteri ini melalui percikan ludah saat bersih atau batuk. Selain itu, penyakit ini pun bisa berakibat fatal yakni kematian.
 
Orangtua pun tak perlu khawatir akan efek samping dari imunisasi ulang vaksin DPT ini. Efek samping yang kemungkinan terjadi adalah demam tidak tinggi yang bakal hilang dalam satu-dua hari. Bila memang anak demam, kata Totom bisa diberikan parasetamol.
 
"ORI ada tiga tahap, pada tahap pertama sudah dilaksanakan pada bulan Februari sampai April, untuk yang kedua bulan Juli sampai Agustus. Sedangkan yang ketiga kembali digelar pada September sampai Desember," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.
 
Belum tercapainya target ORI Difteri ini karena ada beberapa Puskesmas yang tengah menghadapi akreditasi serta saat Agustus masing-masing puskesmas memiliki jadwal yang padat. Sehingga pada akhir bulan Agustus, Dinas Kesehatan baru bisa menargetkan sampai 95 persen saja.
 
Kabupaten Bojonegoro sendiri dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto pada bulan Februari yang lalu. Sedangkan hingga sampai saat ini Dinas Kesehatan sudah mencatatan beberapa orang yang diduga terjangkit Difteri, tetapi masih dalam proses pengujian di lab.
 
"Kalau terkait hambatan tidak terlalu ada, lantaran tingkat kesadaran masyarakat cukup tinggi mengenai pencegahan penyakit melalui imunisasi. Namun, memang ada beberapa orang tua yang pesimistis dan mempercayai berita-berita yang tak benar yang beredar mengenai vaksin," pungkasnya.[din/lis]

Tag : difteri, imunisasi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat