07:00 . Menyikapi Dilema Anak Multilingual   |   18:00 . Pertamina Sambut Kembali Siswa Jatim dari Gorontalo   |   17:00 . Tanpa 2 Pemain Inti, Persibo Optimis Kalahkan Nganjuk Ladang   |   16:00 . Conjo, Teknik Percepat Tanam Tembakau Tanpa Guludan   |   15:00 . Biasa Tanam Palawija, Kemarau Kali Ini Petani Mayangkawis Beralih Tembakau   |   13:00 . Disbudpar Targetkan 1,5 Juta Wisatawan Tahun Ini   |   12:00 . Persibo Waspadai Ancaman Tim Tamu   |   11:00 . Sempat Meroket, Harga Cabai Berangsur Turun   |   10:00 . Semakin Bugar dan Banyak Aktifitas di Masa Pensiun   |   09:00 . Bahagia Tampil di Istana Negara, Ini Cerita Penari Thengul   |   08:00 . Terus Diperhatikan, Kualitas dan Kuantitas UDD PMI Harus Ditingkatkan   |   07:00 . Tips Anti Stres untuk Ibu Bekerja yang Baru Jadi IRT   |   22:00 . Kodim Bojonegoro Rotasi Jabatan Perwira   |   21:00 . Majukan PMI, Jejaring Wilayah V Gelar Pertemuan di Bojonegoro   |   20:00 . Puluhan Regu Meriahkan Gerak Jalan SD-MI Kecamatan Kapas   |  
Fri, 23 August 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 24 August 2018 20:00

Target 95 Persen Akhir Agustus, Imunisasi Difteri Capai 80,24 Persen

Target 95 Persen Akhir Agustus, Imunisasi Difteri Capai 80,24 Persen

Reporter : Muhammad Qomarudin
 
blokBojonegoro.com - Capaian imunisasi difteri atau Outbreak Responze Immunization (ORI) putaran kedua di Kabupaten Bojonegoro hingga saat ini sudah mencapai 80,24 persen dari 28 Kecamatan. ORI putaran kedua sendiri di Kota Ledre sudah dimulai sejak tanggal 1 Juli 2018 kemarin, dengan target 320.123 anak.
 
"ORI yang kedua ini mengalami penurunan, dibanding pada putaran pertama yang mencapai 327.4798 anak," terang Totok Ismanto, Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro.
 
Totok menjelaskan, sasaran dari imunisasi difteri secara massal, adalah anak-anak atau mereka yang berusia di bawah 19 tahun. Jadi, anak-anak dengan gejala itu akan dicatat dan selalu diawasi terus. Sebab, anak usia 19 tahun kebawah belum mempunyai daya tahan tutubuh atau imun yang kuat.
 
Dalam melakukan imunisasi massal tersebut, vaksin diberikan secara gratis kepada masyarakat, selain itu petugas kesehatan juga mendatangi sekolah-sekolah, pemukiman masyarakat, dan masyarakat yang mendatangi pos pelayanan yang telah disediakan. Sedangkan bagi mahasiswa yang masih berumur dibawah 19 tahun bisa mendatangi pos kesehatan, dokter ataupun puskesmas terdekat untuk melakukan ORI.
 
"Bagi anak berusia 19 tahun kebawah gratis, sedangkan bagi yang berusia diatas 19 tahun dikenakan biaya," ujar Totok.
 
Pelaksanaan ORI di wilayah KLB diperlukan segera karena penyakit difteri itu sangat menular. Penularan bakteri ini melalui percikan ludah saat bersih atau batuk. Selain itu, penyakit ini pun bisa berakibat fatal yakni kematian.
 
Orangtua pun tak perlu khawatir akan efek samping dari imunisasi ulang vaksin DPT ini. Efek samping yang kemungkinan terjadi adalah demam tidak tinggi yang bakal hilang dalam satu-dua hari. Bila memang anak demam, kata Totom bisa diberikan parasetamol.
 
"ORI ada tiga tahap, pada tahap pertama sudah dilaksanakan pada bulan Februari sampai April, untuk yang kedua bulan Juli sampai Agustus. Sedangkan yang ketiga kembali digelar pada September sampai Desember," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.
 
Belum tercapainya target ORI Difteri ini karena ada beberapa Puskesmas yang tengah menghadapi akreditasi serta saat Agustus masing-masing puskesmas memiliki jadwal yang padat. Sehingga pada akhir bulan Agustus, Dinas Kesehatan baru bisa menargetkan sampai 95 persen saja.
 
Kabupaten Bojonegoro sendiri dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto pada bulan Februari yang lalu. Sedangkan hingga sampai saat ini Dinas Kesehatan sudah mencatatan beberapa orang yang diduga terjangkit Difteri, tetapi masih dalam proses pengujian di lab.
 
"Kalau terkait hambatan tidak terlalu ada, lantaran tingkat kesadaran masyarakat cukup tinggi mengenai pencegahan penyakit melalui imunisasi. Namun, memang ada beberapa orang tua yang pesimistis dan mempercayai berita-berita yang tak benar yang beredar mengenai vaksin," pungkasnya.[din/lis]

Tag : difteri, imunisasi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 13 August 2019 08:00

    Teladani Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi

    Teladani  Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi Demi memperkuat spiritual keagamaan dan meneladani perjuangan para waliyullah, sekaligus menyambut Kemerdekaan RI-47, jemaah tahlil Dukuh Ngantulan, RT.19/RW.03, Desa Bulu, Kecamatan Balen, mengadakan ziarah ke makam auliya. Selain itu dalam...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat