22:00 . Banyu Bening Pamerkan Lukisan di Thamrin, Disbudpar : Bukan Sekadar Pameran   |   21:00 . Komunitas Banyu Bening, Pamerkan Hasil Lukisan di Thamrin Park   |   18:00 . BBM dari Sampah Plastik Dimanfaatkan Warga Sekitar TPA Banjarsari   |   17:00 . Impara UIN Walisongo Semarang Berbagi Ilmu Sepenuh Hati, Menginspirasi Setulus Hati   |   16:00 . Mario Aji Launching Helm Batik yang Akan Dipakai pada Moto3 2023   |   11:00 . Gus Miftah Orasi Kebangsaan di MAN Bojonegoro   |   10:00 . Live Gus Miftah Talkshow Kebangsaan di MAN Bojonegoro   |   09:00 . Miliki Penangkaran Cucak Ijo, Mujito Raup Omzet Jutaan Rupiah   |   08:00 . Masjid Megah di Perbatasan Bojonegoro Ngawi Sudah Dibangun   |   07:00 . Kabar Terkini Pandemi Covid-19 di Indonesia: Menkes Budi Gunadi Segera Umumkan Endemi?   |   06:00 . Politisi, Konstituen dan Penistaan Agama: Rasmus Paludan   |   18:00 . Disdukcapil Jemput Bola Perekaman KTP-El Bagi Pelajar   |   13:00 . Warga Mulai Antusias Daftar Pantarlih   |   12:00 . Bekerja 38 Hari, Inilah Jadwal Pembentukan Pantarlih   |   11:00 . Puskesmas Buka Layanan Pemeriksaan Kesehatan untuk Syarat Pantarlih   |  
Sun, 29 January 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Jadi, Berapa Lama Waktu Ideal Anak Bermain Gawai?

blokbojonegoro.com | Monday, 13 August 2018 07:00

Jadi, Berapa Lama Waktu Ideal Anak Bermain Gawai?

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Bagi anak "zaman now", menonton TV atau main gawai hingga berjam-jam sudah bukan hal aneh untuk dilakukan. Beberapa orangtua bahkan tak ragu membolehkan anak main game atau menonton video di perangkat elektronik sebagai “senjata” agar mereka tetap anteng dan tidak rewel.

Namun banyak studi justru memperlihatkan anak sering menghabiskan waktu di depan layar akan banyak dampak buruk memengaruhi tumbuh kembangnya hingga ia dewasa nanti.

Lalu, berapa lama ideal batas waktu anak menonton TV dan main gadget dalam sehari?

1. Resiko kesehatan fisik dan sosial

Laporan KPI menunjukkan anak Indonesia menempati urutan teratas dalam urusan menonton siaran televisi terlama di antara negara ASEAN. Anak Indonesia rata-rata menonton TV hingga 5-7 jam setiap hari, sementara anak negara ASEAN lain hanya menghabiskan waktu di depan TV sekitar 2-3 jam per hari.

Sebuah penelitian terbitan Archives of Disease in Childhood tahun 2017 melaporkan anak yang terbiasa menonton televisi lebih dari 3 jam sehari berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Anak menonton TV hingga lebih dari 3 jam setiap hari juga dilaporkan berisiko mengalami obesitas pada usia 30 tahun, ungkap sebuah studi lain asal Inggris.

Ternyata dampak buruk kebiasaan menonton TV terlalu lama ternyata tidak berhenti sampai kesehatan fisiknya saja. Studi tim peneliti University of Otago di Selandia Baru yang dimuat dalam jurnal Pediatric menyebutkan bahwa terlalu sering menonton TV terkait dengan perkembangan sifat sosiopatik saat anak beranjak dewasa.

2. Resiko kecemasan dan depresi

Sementara itu dirangkum dari berbagai penelitian, analisis para ilmuwan menunjukkan bahwa anak-anak yang memakai gadget untuk berinteraksi di media sosial secara berlebihan tiga kali lipat lebih berisiko mengalami gangguan tidur, termasuk insomnia, yang bisa memicu gangguan kecemasan dan depresi.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), orangtua seharusnya sama sekali tidak membolehkan anak-anak mereka menggunakan perangkat elektronik apa pun (konsol game, laptop, tablet elektronik, ponsel) sampai anak menginjak usia 18 bulan.

Ketika usia anak berada di rentang 18-24 bulan, orangtua boleh mulai memperkenalkan mereka pada media digital yang memiliki konten edukatif.

3. Waktu ideal main gadget

Sementara itu, durasi menonton TV dan pemakaian gadget bagi anak berusia 2-5 tahun harus dibatasi maksimal 1 jam per hari. Konten pun hanya sebatas bersifat edukatif. Ketika membolehkan anak menonton TV atau main gadget, orangtua harus terus mendampingi untuk mengawasi.

Untuk anak-anak yang berusia lebih dari 6 tahun, American Academy of Pediatrics menganjurkan durasi menonton TV kurang dari 2 jam setiap hari.

Bagaimana dengan media sosial? Para ahli kesehatan anak dari seluruh dunia sepakat bahwa penggunaan media sosial harus dibatasi hanya 1,5 hingga 2jam sehari untuk anak yang sudah remaja.

Selain mengatur waktu, anak juga perlu belajar tentang etika berinteraksi dan cara berkomunikasi yang baik di dunia maya agar tidak terlibat dalam kasus perundungan digital.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 24 January 2023 08:00

    Manfaat Belajar Matematika

    Manfaat Belajar Matematika Matematika adalah ilmu pengetahuan yang banyak membahas tentang angka dan bilangan. Materinya yang sulit dipahami dan banyaknya rumus yang harus diingat, membuat tidak semua orang menyukai matematika, bahkan membencinya. Dibutuhkan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 23 December 2022 12:00

    Pengumuman Lelang Terbuka

    Pengumuman Lelang Terbuka Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, PT. Asri Dharma Sejahtera Tahun 2022, dengan ini tim pengadaan jasa kontruksi melakukan lelang terbuka dengan kualifikasi pekerjaan sebagai berikut...

    read more