09:00 . Perkuat BUMDes Agrobis dan Pariwisata   |   08:00 . DCT, Calon Belum Boleh Kampanye   |   07:00 . Cepat Bangkit dari Patah Hati dengan Mengingat Kenangan Pahit   |   06:00 . Rupiah Melemah, Harga Kain Melonjak   |   22:00 . Kerjasama dengan Jepang, Akes Rajekwesi Buka Kelas Internasional   |   21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Thu, 20 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 26 August 2018 17:00

Panen, Harga Tembakau Kering Capai Rp23 Ribu Perkilogram

Panen, Harga Tembakau Kering Capai Rp23 Ribu Perkilogram

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Sebagian petani tembakau di Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Kabupeten Bojonegoro mulai panen. Tembakau-tembakau tersebut mulai dipotong tipis-tipis dan dikeringkan, Minggu (26/8/2018) di lapangan desa setempat.

Di lokasi, para petani tengah sibuk menjemur tembakau agar cepat kering. Sehingga, nantinya segera dijual, sebab, harganya sendiri lumayan mahal.

"Harga tembakau kering perkilonya sekitar Rp23 ribu,"kata seorang warga Syafi'i kepada blokBojoegoro.com.

Menurut Syafi'i, tembakau saat ini kualitasnya tergolong bagus. Hal itu dikarenakan musim kemarau yang panjang, sehingga tembakau tidak kebanyakan kadar airnya.

Sementara itu, warga lain, Mustofa mengatakan, jika tembakau juga ada yang dijual secara basah. Artinya daun yang baru dipetik langsung dijual.

"Kalau tembakau basah Rp1500 hingga Rp5000 perkilogram," beber Mustofa.

Dikatakan, daerah yang kering membuat petani di sana memilih menanam tembakau. Karena, tembakau tidak membutuhkan pengairan yang banyak. [top/ito]

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB