09:00 . Inilah Warga yang Dapat Penghargaan di HJB 343 Termasuk Nakes Pencegahan Covid   |   08:00 . 307 Pasien di Jatim Sembuh, Kasus Baru Tambah 300 Orang   |   07:00 . Kebiasaan Pegang Ponsel yang Memicu Nyeri Leher   |   06:00 . Digelar Berbeda Upcara Hari Jadi Bojonegoro Tetap Patuhi Protokol Kesehatan   |   05:00 . Alhamdulillah, Hasil Testing 86% Negatif Covid 19   |   04:00 . 4 Orang Sembuh, 7 Baru dan 1 Orang Dinyatakan Meninggal   |   20:00 . KPK RI Enggan Berkomentar Terkait Gugatan PI Blok Cepu   |   19:00 . Rapikan Administrasi, Askab PSSI Manfaatkan Teknologi   |   18:30 . Isolasi di Rumah   |   18:00 . Alumni Stikes Rajekwesi Jadi Tenaga Kesehatan di Luar Negeri   |   17:30 . 3 Wajib Lawan Covid   |   17:00 . Hadir di Ruang Sidang PN, Pengunjung Harus Patuhi Prokes   |   16:00 . Semua Menolak Replik Jawaban Tergugat   |   15:00 . Upacara HJB Ke-343 Dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan   |   14:00 . 15 Orang Menerima Penghargaan dari Bupati Bojonegoro   |  
Wed, 21 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 04 September 2018 07:00

5 Tanda Kamu Mengencani Orang yang Salah

5 Tanda Kamu Mengencani Orang yang Salah

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Dalam hubungan asmara, situasi naik-turun adalah hal biasa. Tapi, kita mungkin perlu berpikir, apakah kekasih kita kelak akan menjadi pasangan hidup kita atau tidak.

Walau masa depan tidak ada yang tahu, namun soal belahan jiwa ini seringkali bisa dilihat dari tingkat kesamaan dan kecocokan dengan pasangan.

Seringkali, meskipun kamu memiliki hubungan yang hebat dan menyenangkan dengan pasangan, namun kisah itu tak bisa dilanjutkan ke jenjang pernikahan.

Bagaimana mengetahuinya? Ya, ketidakkecocokan seseorang antara lain bisa dilihat dari potensi munculnya masalah jangka panjang yang sudah muncul dari sekarang.

Setidaknya, ada lima hal yang bisa diperhatikan sehingga kamu bisa menilai apakah pasanganmu saat ini orang yang tepat menjadi pendamping, atau selama ini kamu mengencani orang yang salah.

1. Tidak lagi tertarik dengan pasangan

Hal yang normal jika rasa ketertarikan kita dengan pasangan luntur selama hubungan berjalan. Nah, jika kamu sudah merencanakan pernikahan tapi merasa tak tertarik lagi dengan pasanganmu, maka jangan berharap lebih pada hubunganmu.

"Banyak orang yang menikah tanpa ketertarikan dengan pasangannya dan berpikir rasa tersebut akan lebih baik setelah menikah. Namun hasilnya, mereka justru mengalami frustrasi seksual sejak awal," kata konsultan hubungan dan pemilik Double Trust Dating and Relationship, David Bennett.

Jika kamu kehilangan ketertarikan fisik terhadap pasangan, menikah jelas merupakan rencana yang buruk.

2. Lingkunganmu membenci pasangan

Pada awal hubungan, banyak orang menjalaninya dengan konsep: "kita melawan dunia" karena hubungan dengan pasangan tak direstui keluarga dan teman.

Namun, pernikahantidak sekedar melibatkan dua orang saja, sehingga kamu membutuhkan persetujuan lingkunganmu terhadap siapa yang akan kamu pilih sebagai pasangan hidup.

"Kamu akan membutuhkan dukungan dari teman-teman dan keluarga, terutama jika berencana memiliki anak," kata Bennett.

3. Kamu memohon untuk dinikahi

Seharusnya, kamu tidak perlu susah payah agar pasanganmu menikahimu. Kamu dan pasangan mestinya sudah punya tujuan yang sama.

Bennett mengatakan ada banyak pasangan yang pernikahannya benar-benar diusahakan oleh satu pihak, sementara pihak lainnya merasa diseret atau terpaksa.

"Situasi ini akan membawa bencana karena salah satu pihak tidak melabuhkan hatinya di sana atau belum siap berumah tangga," kata Bennett.

Jika kamu merasa menjadi pihak yang berupaya keras membawa hubunganmu ke jenjang pernikahan sementara pasanganmu sebaliknya, maka itu merupakan tanda negatif bagi masa depan pernikahan kalian.

4. Kamu ingin memperbaiki pasanganmu

Mungkin kamu berpikir bahwa waktu bisa mengubah seseorang. Namun sayangnya, anggapan tersebut salah.

Seseorang akan tetap menjadi dirinya. Pasanganmu tidak akan bertransformasi menjadi orang yang hanya karena mengucap sumpah setia.

Pernikahan sangat jarang "memperbaiki" seseorang. Jika kamu ingin menikah namun mengalami situasi seperti ini, Bennett menyarankan untuk tak melanjutkan pernikahan.

"Jika pasanganmu sering selingkuh, mereka akan melakukannya bahkan setelah menikah. Jika pasanganmu orang yang penuh drama dan sering bertengkar lewat pesan singkat, maka mereka akan melakukan hal sama setelah pernikahan," kata Bennett.

5. Kamu lebih tertarik pada pernikahan ketimbang hidup bersama seumur hidup

Banyak orang memimpikan pernikahan yang hebat seperti cerita dongeng. Namun, jika kamu lebih tertarik dengan konsep pesta pernikahan tersebut ketimbang memikirkan bahwa kamu akan hidup bersama dengan pasanganmu selamanya, maka pernikahan tersebut sebaiknya tak dijalankan.
 
"Pernikahan adalah berkomitmen dengan satu orang, termasuk pengorbanan dan kewajiban. Maka, jika kamu lebih tertarik dengan pesta pernikahan dengan teman-teman ketimbang orang yang akan hidup bersama denganmu, maka kamu akan rentan mengalami perceraian," ujarnya.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat