01:05 . Keceriaan Pletonic Sambut Letto   |   00:58 . Kemeriahan Panggung Konser Pemilu   |   22:30 . Tak Hanya Pop, Letto Piawai Hibur Penonton dengan Dangdut   |   22:00 . DPR Minta Polisi Usut Tuntas Pembajakan Mobil Tangki Pertamina   |   21:00 . Perdana, Letto Hibur Penonton dengan 'Permintaan Hati'   |   20:00 . Jingle Pemilu Buka Konser di Bojonegoro   |   19:30 . Ribuan Pletonic Padati Stadion Letjend H Soedirman   |   19:00 . Ketua KPU dan Kapolres Beri Arahan tentang Pemilu   |   18:00 . Sahabat Yatim Cemerlang Latihan Qiroah   |   17:00 . 200 Mahasiwa Ikuti Jagong Santai KPU Bojonegoro   |   16:00 . Kunjungi Kampus, KPU Ajak Mahasiswa Kawal Pemilu   |   15:00 . Rp.3 M untuk BPJS Kesehatan, Guru Masih Harus Iuran   |   14:00 . Disperinaker Latih Masyarakat Kreasikan Bambu   |   13:00 . Pembukaan di Lamongan, Penutupan di Tuban   |   12:00 . Presdir Pertamina EP Audiensi dengan Bupati Bojonegoro   |  
Sat, 23 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 04 September 2018 07:00

5 Tanda Kamu Mengencani Orang yang Salah

5 Tanda Kamu Mengencani Orang yang Salah

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Dalam hubungan asmara, situasi naik-turun adalah hal biasa. Tapi, kita mungkin perlu berpikir, apakah kekasih kita kelak akan menjadi pasangan hidup kita atau tidak.

Walau masa depan tidak ada yang tahu, namun soal belahan jiwa ini seringkali bisa dilihat dari tingkat kesamaan dan kecocokan dengan pasangan.

Seringkali, meskipun kamu memiliki hubungan yang hebat dan menyenangkan dengan pasangan, namun kisah itu tak bisa dilanjutkan ke jenjang pernikahan.

Bagaimana mengetahuinya? Ya, ketidakkecocokan seseorang antara lain bisa dilihat dari potensi munculnya masalah jangka panjang yang sudah muncul dari sekarang.

Setidaknya, ada lima hal yang bisa diperhatikan sehingga kamu bisa menilai apakah pasanganmu saat ini orang yang tepat menjadi pendamping, atau selama ini kamu mengencani orang yang salah.

1. Tidak lagi tertarik dengan pasangan

Hal yang normal jika rasa ketertarikan kita dengan pasangan luntur selama hubungan berjalan. Nah, jika kamu sudah merencanakan pernikahan tapi merasa tak tertarik lagi dengan pasanganmu, maka jangan berharap lebih pada hubunganmu.

"Banyak orang yang menikah tanpa ketertarikan dengan pasangannya dan berpikir rasa tersebut akan lebih baik setelah menikah. Namun hasilnya, mereka justru mengalami frustrasi seksual sejak awal," kata konsultan hubungan dan pemilik Double Trust Dating and Relationship, David Bennett.

Jika kamu kehilangan ketertarikan fisik terhadap pasangan, menikah jelas merupakan rencana yang buruk.

2. Lingkunganmu membenci pasangan

Pada awal hubungan, banyak orang menjalaninya dengan konsep: "kita melawan dunia" karena hubungan dengan pasangan tak direstui keluarga dan teman.

Namun, pernikahantidak sekedar melibatkan dua orang saja, sehingga kamu membutuhkan persetujuan lingkunganmu terhadap siapa yang akan kamu pilih sebagai pasangan hidup.

"Kamu akan membutuhkan dukungan dari teman-teman dan keluarga, terutama jika berencana memiliki anak," kata Bennett.

3. Kamu memohon untuk dinikahi

Seharusnya, kamu tidak perlu susah payah agar pasanganmu menikahimu. Kamu dan pasangan mestinya sudah punya tujuan yang sama.

Bennett mengatakan ada banyak pasangan yang pernikahannya benar-benar diusahakan oleh satu pihak, sementara pihak lainnya merasa diseret atau terpaksa.

"Situasi ini akan membawa bencana karena salah satu pihak tidak melabuhkan hatinya di sana atau belum siap berumah tangga," kata Bennett.

Jika kamu merasa menjadi pihak yang berupaya keras membawa hubunganmu ke jenjang pernikahan sementara pasanganmu sebaliknya, maka itu merupakan tanda negatif bagi masa depan pernikahan kalian.

4. Kamu ingin memperbaiki pasanganmu

Mungkin kamu berpikir bahwa waktu bisa mengubah seseorang. Namun sayangnya, anggapan tersebut salah.

Seseorang akan tetap menjadi dirinya. Pasanganmu tidak akan bertransformasi menjadi orang yang hanya karena mengucap sumpah setia.

Pernikahan sangat jarang "memperbaiki" seseorang. Jika kamu ingin menikah namun mengalami situasi seperti ini, Bennett menyarankan untuk tak melanjutkan pernikahan.

"Jika pasanganmu sering selingkuh, mereka akan melakukannya bahkan setelah menikah. Jika pasanganmu orang yang penuh drama dan sering bertengkar lewat pesan singkat, maka mereka akan melakukan hal sama setelah pernikahan," kata Bennett.

5. Kamu lebih tertarik pada pernikahan ketimbang hidup bersama seumur hidup

Banyak orang memimpikan pernikahan yang hebat seperti cerita dongeng. Namun, jika kamu lebih tertarik dengan konsep pesta pernikahan tersebut ketimbang memikirkan bahwa kamu akan hidup bersama dengan pasanganmu selamanya, maka pernikahan tersebut sebaiknya tak dijalankan.
 
"Pernikahan adalah berkomitmen dengan satu orang, termasuk pengorbanan dan kewajiban. Maka, jika kamu lebih tertarik dengan pesta pernikahan dengan teman-teman ketimbang orang yang akan hidup bersama denganmu, maka kamu akan rentan mengalami perceraian," ujarnya.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more