21:00 . UDD PMI Bojonegoro Meski Idul Fitri Stok Darah Aman   |   20:00 . Tambah 1 Lagi di Kota, Kumulatif 51 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Hadiri Penyaluran BLT DD di Kepohbaru   |   18:00 . Sekda: Kenaikan Tunjangan DPRD Diproses Sejak 2019   |   17:00 . Kenaikan Tunjangan DPRD Bojonegoro, Begini Prosesnya Hingga Diundangkan   |   16:00 . 3 Bulan, Transaksi Pengiriman Barang di Kantor Pos Meningkat   |   15:00 . Tahun 2020, Sebanyak 181 Penyandang Disabilitas Bakal Dapat Bantuan Rp1,5 Juta   |   14:00 . Heemm...! Tunjangan Wakil Rakyat Naik   |   13:00 . 11 Penjaga Makam Leluhur Terima Gaji Rp750 Ribu   |   12:00 . Libatkan Relawan Jadikan Kampung Tangguh   |   11:00 . Disperta Isi Ikan di 50 Embung   |   10:00 . Bantu APD, Wihadi Dukung Kampung Tangguh di Bojonegoro   |   09:00 . Petani Tembakau Dapat Bantuan 2 Jenis Bibit   |   08:00 . Klaim Triwulan Pertama, Santunan Jasa Raharja Tembus Rp5 M   |   07:00 . 5 Tips Menghindari Bau Apek pada Hijab   |  
Fri, 29 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 21 September 2018 09:00

Kendaraan Padat, Jalan Sempit Bikin Was-was

Kendaraan Padat, Jalan Sempit Bikin Was-was

Kontributor: Abdul Rokim

blokBojonegoro.com - Salah satu akses utama menuju lokasi pengeboran gas di Jambaran-Tiung Biru (J-TB) tepatnya berada di jalan raya Clangap Gayam, kondisinya kurang baik.

Jalan yang saat ini sering dilalui ratusan kendaraan berat, mulai beroperasi pagi hingga malam hari. Dengan adanya kendaraan berat dan besar seperti truk dan tronton, seharusnya jalan yang dilalui lebih lebar.

Jalan yang mempunyai lebar sekurang dari tujuh meter ini kurang begitu layak untuk lalu lalang kendaraan berat. Hal itu tentu bisa membahayakan pemotor dan masyarakat sekitar.

Salah satu supir truk, Gunawan (45) menjelaskan, dirinya saat bekerja harus rela berbagi jalan, tak jarang harus berhenti terlebih dahulu. "Sering menepi untuk bergantian sesama supir, ya supaya perjalanan warga juga tidak terganggu," ungkapnya.

Gunawan menambahkan, jalan poros menuju kantor Kecamatan Gayam tersebut merupakan jalan utama yang dilalui kendaraan menuju lokasi Jambaran-Tiung Biru.

"Hanya ada satu akses untuk menuju ke lokasi proyek," katanya.

Salah satu warga Gayam, Sugito (33) menambahkan, sebetulnya untuk warga sekitar merasa terganggu terutama saat melakukan aktivitas di jalan. "Kondisi jalan seperti ini, gimana lagi, macet sering terjadi, apalagi banyak truk," keluhnya.

Bapak satu orang anak ini berharap, semoga segera ada pelebaran jalan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Semoga pihak terkait dapat memperbaiki jalan dengan melakukan pelebaran," harapnya. [im/mu]

Tag : jambaran tiung biru, J-TB


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat