19:00 . Bisnis Sosial Raup Keuntungan Sekaligus Bantu Sesama   |   18:00 . Produksi Jagung di Bojonegoro Selalu Lebihi Target   |   17:00 . Mendagri Tito: Budaya Amplop Harus Hilang dari Pelayanan Publik Pemerintah   |   16:00 . Bulog Belum Lakukan Penyerapan Komoditi Jagung, Begini Penjelasannya...   |   15:00 . Petani Masyarakat Samin Panen Raya Bareng Gubernur Jatim   |   14:00 . BPBD Bersama Muspika Ngasem Kerja Bakti Buat Jembatan Darurat   |   13:00 . Kapolres Bojonegoro Lantik Kabag Ops dan Kapolsek Baureno   |   12:00 . Tergerus Air, Jembatan Penghubung Ngasem-Bubulan Ambrol   |   11:00 . Harga Jagung di Bojonegoro Selatan Tinggi, Petani Senang   |   09:00 . UPZIS LAZISNU Kecamatan Kanor Gelar Rapat Pleno   |   08:00 . Turun Lagi, Kini Harga Cabai Rp40.000 Per Kilogram   |   07:00 . Cara Alami Mengatasi Nyeri Lambung GERD   |   17:00 . Gubernur Jatim Silaturahmi Dengan Masyarakat Samin di Margomulyo   |   16:00 . Hujan Intensitas Tinggi, Trend Debit Air Bengawan Solo Terus Naik   |   15:00 . Digemari Milenilal, Gamers PUBG Ikuti Bojonegoro Masters   |  
Tue, 25 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 25 September 2018 13:00

PKL Berharap Bisa Julan Lagi di Alun-Alun

PKL Berharap Bisa Julan Lagi di Alun-Alun

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Bojonegoro berharap kelonggaran kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro baru, Dr. Hj. Anna Mu'awanah dan Drs. Budi Irawanto agar diperbolehkan berjualan kembali di Alun-alun Kota Ledre. Sebab, pada pemerintahan sebelumnya para PKL dilarang berjualan di sekitar Alun-alun.

"Kita berharap sekali bisa kembali berjualan di Alun-alun, karena disana ramai pembeli," terang salah satu PKL, Sunaji.

Pria 51 tahun ini mengatakan PKL kesulitan dan sepi pembeli jika harus memenuhi arahan Pemkab untuk tidak berjualan di area Alun-alun Kabupaten Bojonegoro. Sehingga setelah pindah jualan, para PKL merasa sepi pembeli dan hanya mendapatkan penghasilan sedikit dan tidak sedikit pula yang harus merugi.

Sunaji menjamin saat berjualan di Alun-alun, para PKL  berupaya semaksimal mungkin tidak mengganggu arus lalu lintas maupun memperburuk keindahan Alun-alun Bojonegoro nantinya. PKL tidak akan berjualan hingga menjorok ke jalur jalan seputaran Alun-alun.

Sebelumnya, pasca tidak boleh berjualan di Alun-alun para PKL di beri tempat di depan Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro dan tidak dipungut biaya sekalipun, serta diberi stand gratis. Akan tetapi, walaupun demikian menurut para PKL di depan Stadion sangat sepi pembeli.

"Sehari biasanya juga pernah dapat 20 ribu saja, padahal saat di Alun-alun dahulu pernah mendapat sampai 300 ribu dalam semalam," ujar salah satu PKL yang berjualan di Stadion.

Menurut perempuan asal Ngowo ini, tak sedikit PKL yang gulung tikar karena sepinya pembeli. Apalagi pada musim seperti ini tidak ada kompetisi sepak bola, yang menjadikanya harus gigit jari.

"Biasanya kan ada Persibo main, itu bisa dijadikan tambahan penghasilan. Namun, jika sepi seperti ini kita juga rugi materi maupun waktu," tutup perempuan yang jualan es ini, kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]

Tag : pkl, alun-alun


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat