07:00 . Selain Makanan, Ini Faktor yang Pengaruhi Pencernaan   |   23:00 . Dua Warga Bojonegoro Terima Santunan dan Piagam Penghargaan dari Gubernur   |   22:30 . 2 Warga Bojonegoro Terima Santunan dari Gubernur   |   22:00 . Jelang Mudik, Kapolres Cek Jalan Nasional   |   21:00 . Kuwalahan Layani Pesanan, Industri Rumahan Rekrut IRT Tiap Ramadan   |   20:00 . Pilkades Pomahan Terancam Ditunda?   |   19:00 . Cipayung Bojonegoro Gelar Aksi Tolak People Power   |   18:00 . Per Nasabah Dijatah Rp18,7 Juta, BNI Sediakan 50 Antrean Setiap Hari   |   17:00 . Sebab Ini, Kita Bisa Didampingi Malaikat Rohmat   |   16:00 . Tradisi Ramadan, Jalan KH M Rosyid Layaknya Pasar Tumpah   |   15:30 . Sidak DLH, Minta Manajemen Koperasi Kareb Perbaiki AMDAL   |   15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |   11:00 . Pengamanan Hasil Pemilu, 400 Aparat Gabungan Disiapkan   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 29 September 2018 22:00

Ayo Beso Bareng

Beso Bareng, Fokus untuk Regenerasi Anak Muda Bojonegoro

Beso Bareng, Fokus untuk Regenerasi Anak Muda Bojonegoro

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Minimnya kesukaan generasi muda pada budaya Indonesia tidak hanya disebabkan karena intervensi budaya luar. Kurangnya perhatian generasi muda juga diakibatkan mereka tidak dikenalkan dengan budayanya sendiri.

Melihat hal tersebut, membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro menjadi khawatir, sebab jika terus dibiarkan tidak menutup kemungkinan budaya yang ada di Indonesia ataupun di Bojonegoro bakal semakin asing di telinga masyarakat, dan bahkan malah bisa hilang pada tahun-tahun mendatang.

Oleh karena itu, Disbudpar menggelar Pagelaran Tayub yang di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Sabtu (29/9/2018) malam.

Acara yang dikuti oleh 29 waranggono dan empat pangrawit dari Bojonegoro ini, dikemas dalam rangkaian beso bareng bertajuk "Ayo Beso Bareng Waranggono sak Kabupaten" (ayo menari bersama waranggono se kabupaten).

"Sebenarnya ada 30 Waranggono yang akan tampil, tetapi yang satu tidak bisa ikut dan tadi bilang izin," terang Kepala Dispudpar Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid.

Selain dihadiri oleh Bupati Bojonegoro baru, DR. Hj. Anna Mu'awannah, juga turut hadir puluhan anak sekolah dari SMA yang ada di Kota Ledre. Pasalnya, Waranggono Tayub sendiri sebenarnya ditujukan atau diperkenalkan kepada anak muda sebagai regenerasi kedepannya.

"Biasanya Tayub itu dilaksanakan pada tengah malam, sehingga sedikit pemuda yang melihatnya. Sehingga, kami mengadakan tidak larut malam, dan juga mengundang anak sekolah, sehingga mereka bisa melihat dan mengetahui bahwa tayub itu seperti ini," lanjut Amir Syahid kepada blokBojonegoro.com.

Selain itu, kesenian Tayub sendiri di Kabupaten Bojonegoro bisa dikatakan sangat membutuhkan regenerasi. Sebab, dalam acara ini usia dari Waranggono sangat jauh terpaut dengan pemuda yaitu 22 tahun dan yang tua berusi 55 tahun.

"Saya berharap dengan acara ini banyak pemuda yang tertarik dengan kesenian tayub dan berharap kepada pemuda juga ikut menghidupkannya," tutup Amir. [din/mu]

tayub2

Tag : waranggono, tayub

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat