17:00 . Bengawan Solo Menghijau Penuh Eceng Gondok   |   16:00 . Agrowisata Belimbing Olah Belimbing Menjadi Kuliner Unik   |   15:00 . Petani Ngulanan Dander Panen Raya, Harga Gabah Tinggi   |   14:00 . Sejumlah Fasilitas Baru Dibangun Perlancar Lalu Lintas di Bojonegoro   |   13:00 . 31 Jembatan Jadi Tantangan Moving Alat Jumbo JTB   |   12:00 . Dishub Pasang Paku Marka di Jalan Protokol Bojonegoro   |   11:00 . Satu Alat Sampai Lokasi JTB, Masih ada 5 Lagi, Ini Jadwalnya   |   10:00 . Alat JTB Kedua Sampai di Jembatan Timbang Baureno   |   09:00 . Sempat Bikin Heboh, Alat Berat JTB Sampai Lokasi   |   08:00 . Desa Bondol Punya Sentra Produk Kayu Jati   |   07:00 . Tips buat Orang Tua yang Merasa Sudah Over Protektif pada Anak   |   22:00 . Cuaca Tidak Menentu Petani Ngambon Pasrah   |   21:00 . Hujan Angin, Kota Bojonegoro Berduka   |   20:00 . Para Pemuda Harus Jadi Pelopor Persatuan Bangsa   |   19:00 . 5 Gapoktan di Ngambon Terima 9 Ton Benih Jagung Hibrida   |  
Sun, 08 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 15 October 2018 07:00

Mengapa Menggaruk Daerah yang Gatal Rasanya Begitu Nikmat?

Mengapa Menggaruk Daerah yang Gatal Rasanya Begitu Nikmat?

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Satu dekade lalu, para ilmuwan masih berpikir bahwa gatal merupakan jenis lain dari rasa sakit, tapi dalam bentuk lebih ringan yang menggunakan reseptor serupa di epidermis untuk menyampaikan pesan kimia dan listrik ke tulang belakang dan ke otak untuk mengatakan sesuatu yang menyakitkan.

Namun, kita sekarang tahu bahwa gatal sebenarnya memiliki sirkuit spesifiknya sendiri, yang melibatkan senyawa kimia dan selnya sendiri.

Secara teknis, gatal atau yang dalam dunia medis dikenal sebagai pruritus merupakan sebuah reaksi alami untuk melindungi kulit dari parasit dan penumpukan sel-sel mati.

Sebagai lapisan paling luar dari tubuh, akan menjadi masuk akal ketika kulit secara biologis mengembangkan sistem pertahanan diri seperti menggaruk. Namun, sampai saat ini para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami bagaimana gatal dan garuk berubah menjadi sensasi kenikmatan yang unik.

Seperti dilansir dari Science Alert, Sabtu (13/10/2018), ternyata menggaruk daerah yang gatal membentuk sinyal rasa sakit tingkat rendah untuk masuk ke otak dan mengganti sinyal gatal berubah menjadi rasa lega pada kita. Itulah sebabnya mencubit atau menampar di tempat yang gatal, sensasinya juga sama seperti menggaruk.

Saat kita menggaruk bagian yang gatal, maka otak kita juga akan mengeluarkan hormon serotonin yang akan mengurangi rasa gatal. Namun, hormon ini berlaku hanya sementara.

Pasalnya, justru serotoninlah yang sebenarnya dapat mempermudah sinyal gatal untuk muncul kembali. Itulah mengapa kadang ketika kita menggaruk daerah yang gatal, rasa gatal tidak hilang begitu saja, tetapi muncul di sekitar wilayah yang sama atau di tempat lain.

Gatal juga bisa disebabkan oleh kerusakan pada saraf yang menyebabkan rasa gatal tak terkendali yang dikenal sebagai gangguan pruritus. Beberapa kasus gatal seperti ini dapat disebabkan oleh infeksi virus yang mempengaruhi sistem saraf. Ada juga kondisi gatal yang disebabkan alergi, seperti pruritus aquagenik setelah kontak dengan air.

Semua hal yang disebutkan di atas dapat membuat tubuh menjadi gatal tanpa sebab yang jelas dan tidak bisa selesai hanya dengan menggaruk. Dalam hal ini, tindakan medis, seperti pemberian anestesi, diperlukan.

Pada dasarnya, rasa gatal dan cara mengatasinya sudah diketahui manusia, bahkan sejak abad ke-13.

Contohnya dapat dilihat pada daun mentol yang digunakan untuk meredakan kulit gatal di China kuno dan kamper, bahan kimia dari pohon cemara yang secara historis digunakan untuk membuat bahan peledak, telah digunakan untuk kulit yang gatal sejak abad ke-13.

Perlu diingat, terkadang rasa gatal bukan cuma hal yang ada di permukaan kulit. Rasa gatal bisa terjadi akibat dari sesuatu yang tidak tepat jauh di dalam tubuh kita.

Sampai saat ini, para ilmuwan masih terus mencari tahu tentang respons gatal yang aneh dan unik sehingga di masa depan, kita mungkin akhirnya dapat mematikan rasa gatal yang tak terkendali untuk selamanya.

http://health.kompas.com/read/2018/10/13/210600623/
mengapa-menggaruk-daerah-yang-gatal-rasanya-begitu-nikmat-

Tag : garuk, gatal, badan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat