21:00 . Ketua FTBM Harap Pemkab Adakan Festival Hari Membaca   |   20:00 . Masih Lesu, Budaya Literasi di Bojonegoro Harus Digalakkan   |   19:00 . VIRAL..! PENTOL WAYAHE WAYAHE SAAT PEMILU   |   18:00 . Kampung Dekat Kali Brantas ini Menjadi Lebih Indah   |   17:00 . Kembangkan Pertanian Bojonegoro, Hara Gandeng Ponpes   |   16:00 . SKK MIGAS Jabanusa Gelar Forum Operasi 2019 Road to Giant Discovery   |   15:00 . AJI Bojonegoro Gelar Seminar Publik SJSN   |   14:00 . Zona Tengah Dominasi Kejahatan Hutan di Bojonegoro   |   13:00 . Kalianyar Ikut Lomba Desa Berseri Tingkat Provinsi   |   12:00 . KPUK: Baru 5 Kecamatan Setor Hasil Rekapitulasi   |   11:00 . Diduga Kelelahan, Anggota KPPS Meninggal, Satu Dirawat   |   09:00 . Ancaman Pemilu, Kecurangan dan Hoax   |   08:00 . Golkar Berharap 7 Kursi Bisa Dipertahankan   |   06:00 . Amankan Rekapitulasi Suara, Banser Jaga 17 Jam Sehari   |   21:00 . Kepala SKK Migas Jabanusa Buka Lokakarya Media   |  
Wed, 24 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 05 November 2018 07:00

ASI Tidak Keluar, Ibu Menyusui Butuh Dukungan, Bukan Tekanan

ASI Tidak Keluar, Ibu Menyusui Butuh Dukungan, Bukan Tekanan

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Air susu ibu ( ASI) adalah asupan pertama bagi bayi yang didapatkan dari ibunya. ASI umumnya secara alami keluar dari seorang ibu yang baru saja melahirkan anak.

Namun, banyak atau sedikitnya ASI yang dapat diproduksi oleh seorang perempuan tidak bisa disamaratakan. Ada yang melimpah, sedang saja, ada juga yang sedikit, bahkan tidak keluar sama sekali.

Hal itu tentu berpotensi menimbulkan pikiran dan stres pada seorang ibu yang baru melahirkan. Terlebih, jika lingkungan sekitarnya memberikan pendapat bernada negatif.

Seorang ibu menyusui bisa saja terkena depresi hingga mengambil keputusan fatal, mengakhiri hidup dengan cara pintas.

Salah satu contoh diunggah akun Instagram @mpasiforbaby, yang mengunggah berita tentang seorang ibu yang melakukan beberapa kali percobaan bunuh diri setelah mengalami stres.

Ia tidak dapat mengeluarkan ASI untuk anak pertamanya dan mendapat tekanan dari lingkungannya, yang sebagian adalah sesama kaum perempuan.

Dilansir dari The Telegraph, menurut seorang konselor ASI, Anna Burbidge, ia kerap menyebut wanita-wanita yang seperti itu dengan sebutan seperti breastfeeding nazi, breastfeeding mafia, brestapo, atau nipple nazi.

Sebab, respons-respons yang mereka lontarkan kepada ibu menyusui yang kesulitan memberikan ASI membawa dampak yang besar.

Banyak ibu baru yang ketakutan akan komentar negatif yang datang kepadanya, sebab tidak bisa mengeluarkan ASI untuk anaknya. 

Menurut Anna Burbidge, banyak perempuan yang mengadu padanya untuk minta dikuatkan. Mereka minta diyakinkan bahwa ketidakmampuan mereka dalam memproduksi ASI bukanlah masalah besar yang tidak memiliki jalan keluar.

"Makan malam saya seringkali menjadi dingin karena saya tinggal menerima telepon dari seorang ibu yang putus asa dan kebingungan harus mencari dukungan dari mana atas ketidakmampuannya memproduksi ASI," kata Burbidge.

"Ibu baru ini membutuhkan dukungan dari orang lain, tanpa mereka mampu menghasilkan ASI pun, anaknya dapat tetap mendapat asupan yang baik, salah satunya melalui susu formula," ujarnya.

Baby Blues

Dikutip dari artikel Kompas.com sebelumnya, hormon-hormon yang ada saat hamil berubah setelah melahirkan. Perubahan ini akan menimbulkan efek kurang nyaman pada sang ibu sehingga memicu perasaan-perasaan negatif.

Menurut praktisi hypno-birthing, hypnobreastfeeding, dan hypnoparenting dari Pro V ClinicHolistic Health Care, Fonda Kuswani, S.Psi, kesulitan memberikan ASI untuk anak menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan seorang ibu mengalami sindrom baby blues.

Beberapa sifat dominan yang muncul pada seorang ibu yang mengalami baby blues adalah mudah sedih, tersinggung, marah, lebih sensitif, merasa bersalah, dan malu.

Untuk menyikapi ibu baru yang mungkin saja sedang mengalami baby blues, orang-orang yang ada di sekitar sudah semestinya pandai menjaga perasaan.

Dalam hal ini sulit memberikan ASI kepada anaknya, maka tidak dibenarkan untuk membanding-bandingkan apalagi menyalahkan keadaan tersebut.

Produksi ASI juga sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologis sang ibu. Jika tenang dan bebas dari stres, ASI dapat secara alami keluar pada setiap ibu yang baru saja melahirkan.

*Sumber: kompas.com

Tag : kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more