06:00 . Khotmil Quran Mahasiswa Kesehatan   |   05:00 . Pondok Jurnalistik Bersama LPM Kampus Ungu   |   21:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |   20:00 . Selangkah Lagi 5 Komisioner KPU Ditentukan   |   19:00 . Lansia Dapat Rp2 Juta Setahun, Ini Kata Gubernur Jatim   |   18:00 . Ngaji Bareng Ahlussunah Wal Jamaah PAC IPNU-IPPNU Sumberrejo   |   17:00 . 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ada Apa? Cek Disini   |   16:00 . Perpusda Bojonegoro, Tempat Alternatif untuk Ngabuburit   |   15:00 . Gudang Kayu Jati di Balen Ludes Terbakar   |   14:00 . Hore....! WhatsApp, IG, dan FB Kembali Normal   |   13:00 . Dishub Bakal Buka Dua Rest Area di Jalur Mudik   |   12:00 . Disperinaker Pastikan Tak Ada Perusahaan Telat Berikan THR   |   11:00 . Matangkan Skema, Bojonegoro U21 Akan Lawan Pesekaba Blora   |   10:00 . Pengumuman Kelulusan SMP, Hanya Undang Orang Tua Siswa   |   09:00 . 15 Kuota Tambahan CJH Segera Lakukan Pelunasan Tahap III   |  
Sun, 26 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 29 December 2018 13:00

Unik, 380 Warga Desa Ini Tandur Bareng Diiringi Musik Tradisional

Unik, 380 Warga Desa Ini Tandur Bareng Diiringi Musik Tradisional

Kontributor: Abdul Rokim

blokBojonegoro.com - Bercocok tanam merupakan rutinitas warga desa yang menggantungkan hidupnya dengan bertani, tak terkecuali di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.

Uniknya, saat menanam padi "Tandur" yang dilakukan oleh warga setempat, ada 380 warga dari 8 dusun terlibat dalam tandur bersama di sawah bengkok Kepala Desa (Kades). Sehari sebelumnya sudah dilakukan cabut benih padi (Ndaut) yang dilakukan oleh 170 orang.

Bengkok yang memiliki luas 7 Hektar tersebut setiap tahun selalu dilakukan kegiatan serupa, selain Tandur bersama kegiatan tersebut juga didatangkan seni tradisional yaitu Karawitan.

"Sudah menjadi tradisi turun temurun, untuk seni Karawitan kita datangkan dari lokal," ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Parlin Wibowo.

Selain untuk melestarikan budaya dan adat istiadat desa, hal tersebut juga untuk memupuk rasa gotong royong yang semakin hari makin luntur.

"Senang rasanya melihat warga, kompak dalam melakukan kegiatan ini," ucap Kades Mojodelik, Yuntik Rahayu.

Yuntik berharap agar kegiatan tersebut dapat dilakukan terus menerus, selain menjadi tradisi hal tersebut dapat menjadi wisata desa.

"Semoga selalu terjaga tradisi yang selama ini telah dibangun," harapnya. [im/mu]

tandur-bareng-1

Tag : tandur, tradisi tandur, budaya, tradisi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more