18:00 . Menambah Wawasan Intelektual, Himaprodi PAI Gelar KAJAT   |   17:00 . Cintai Produk Lokal, DPRD Borong Madu Asli Bojonegoro   |   16:00 . Surplus Daging Sapi, Pemkab Ingin Bangun Pabrik Sosis di Bojonegoro   |   15:00 . Dari Deposito Pemkab Bojonegoro Dapat Rp79 M   |   14:00 . Modal Usaha dan Pelatihan, Cara Pertamina Dorong UMKM Jatim Naik Kelas   |   12:00 . Warga Leran Tagih Janji PT Meindo   |   11:00 . KB Aisyiyah Qurrota Ayun Kampanyekan Anak Indonesia Suka Makan Ikan (Aisumaki)   |   09:00 . Sempat Kosong, Pengiriman Solar Ditambah   |   08:00 . Minggu Depan, PT. Rekind Datangkan Alatkan Berat   |   07:00 . Mengenal Jumlah Kebutuhan dan Manfaat Air Putih untuk Si Kecil   |   21:00 . Karangtaruna Cengungklung Belajar Budidaya Klengkeng di Balitjestro   |   19:00 . Resmi, AKBP M. Budi Hendrawan Jabat Kapolres Bojonegoro   |   18:00 . Gelar Stadium General, Unugiri Bedah Big Data   |   17:00 . Pengajuan Beasiswa, Begini Mekanismenya   |   16:00 . Inilah Kreteria Calon Penerima Beasiswa   |  
Sat, 23 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 30 December 2018 11:00

Kendalikan Hama Tikus, Petani Sukosewu Lestarikan 'Tyto Alba'

Kendalikan Hama Tikus, Petani Sukosewu Lestarikan 'Tyto Alba'

Pengirim: Iskak Riyanto

blokBojonegoro.com - Untuk mengendalikan hama tikus sawah yang ramah lingkungan, petani di Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojongeoro, mendirikan Rumah Burung Hantu (Rubuha).

Rubuha dipasang di tengah sawah dengan harapan ada Burung Hantu (Tyto Alba) yang mau menempati dan menjaga sawah mereka dari serangan tikus.

Di kecamatan tersebut hampir semua desa ada Rubuha. Mereka bergotong royong dan swadaya mendirikan sarang predator tikus itu. UPT Pertanian setempat selalu giat mensosialisasikan manfaat burung nokturnal atau aktif pada malam hari itu lewat penyuluhan di Gapoktan atau Poktan bersama PPL.

Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sukosewu dan Balen, Qomarudin mengatakan, di Sukosewu sampai sekarang ini, Minggu (30/12/2018), sudah berdiri 385 unit Rubuha.

"Ini alternatif pengendalian tikus yang alami dan ramah lingkungan dan tidak menggunakan rodentisida. Biaya produksi petani lebih rendah, tetapi hasilnya tetap efektif," katanya.

Dalam istilah Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Burung Hantu sebagai pengendalian dengan agent hayati. Strategi PHT tidak bersifat pembasmian, pemusnahan atau pembasmian. Tetapi bersifat pembatasan. Karena tidak semua hama yang ada di areal persawahan selalu berbahaya, kadang berguna bagi kehidupan manusia.

Burung hantu aktif berburu tikus saat masa menyuapi anaknya. Tiap malam bisa makan 2-3 ekor. Mampu memburu tikus lebih yang dia makan. "Sehingga sangat efektif mengendalikan hama tikus. Bisa menghemat penggunaan Rodentisida sampai 50%. Sepasang burung hantu bisa mengamankan sawah seluas 8 ha," katanya.

Nur Hamid, ketua Poktan Subur Makmur Desa Klepek menceritakan, petani di desanya sudah empat tahun ini mendirikan Rubuha, ada sekitar 50 unit. "Petani bisa tidur nyenyak di rumah, sawahnya sudah ditunggui Burung Hantu dari serangan 'cah bagus' sebutan tikus," ujarnya.

Sementara itu Kasi Perlindungan Tanaman (Perlintan) Disperta Bojonegoro, Susana menyampaikan, sampai tahun 2018 Disperta sudah membantu pengadaan Rumah Burung Hantu sebanyak 170 unit. "Tahun 2019 direncanakan bantuan lagi 132 unit," tutupnya. [mu]

Tag : burung hantu

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat