20:20 . 15 Atlet Akan Perkuat Tim Basket Bojonegoro pada Porprov 2019   |   19:00 . IB Gratis Solusi Stabilkan Ketersedian Sapi   |   18:00 . Tim PPKD Diusulkan, SK Bupati Belum Turun   |   17:00 . Palang Pintu Rel Kereta Bisa Dibangun, Jika...   |   16:00 . Penerima Kartu Pedagang Produktif Harus Terverifikasi   |   15:00 . Komisi A DPRD Rapat Kerja dengan Bawaslu Bojonegoro   |   14:00 . KBM IAI Sunan Giri Galang Dana untuk Korban Bencana   |   13:00 . Target KPP 2019 Sebanyak 5.000 Kartu   |   12:00 . Bupati Anna: KPP Bisa Memudahkan Akses Para Pedagang   |   11:00 . Ratusan Pedagang Hadiri Launching Kartu Pedagang Produktif   |   10:00 . Geser Rokan, Produksi Minyak Blok Cepu Tertinggi di RI   |   09:00 . Inilah Tiga Item Anggaran Diselewengkan   |   08:00 . Minim Sarpras dan Siswa, 2 SMA Gabung Sekolah Lain   |   07:00 . Konsumsi "Obat Kuat" Pria Berisiko Ganggu Penglihatan   |   06:00 . Setiap Tahun Tanah Bojonegoro Bergeser 3,3 Milimeter   |  
Wed, 16 January 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 11 January 2019 10:00

Prostitusi Online Terbongkar di Bojonegoro

Perempuan Terjerumus Prostitusi, Ini Penyebabnya

Perempuan Terjerumus Prostitusi, Ini Penyebabnya

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Beberapa penyebab seseorang terjerumus prostitusi baik online maupun ofline, tidak melulu karena kecanduan berhubungan seksual.  

Dari perspektif Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Sally Atyasasmi mengatakan ada faktor lain. Di antaranya Sumber Daya Manusia (SDM) rendah. Misalnya, perempuan yang hanya lulus sekolah dasar.

Selain itu, kondisi ekonomi yang lemah. Kurangnya pendidikan karakter dalam penguatan atau benteng dari hal negatif. Sehingga perempuan seperti ini sangat mudah terjerumus dalam prostitusi online maupun offline di Bojonegoro.

"Posisi mereka tidak memiliki skill, tidak cukup berpendidikan, serta terdesak ekonomi. Sangat mudah diiming-iming untuk mendapatkan uang cepat," kata Sally kepada blokBojonegoro.com, Jumat (11/1/2019).

Kalau di Bojonegoro, lanjut dia, korban prostitusi kebanyakan dari luar daerah Kota Ledre. Sehingga agak sulit dideteksi faktor penyebab mereka terjerumus bisnis esek-esek. Sedangkan, dari Bojonegoro sendiri sangat minim.

"Dari Bojonegoro hanya beberapa persen saja, dan itu ngakunya terdesak masalah ekonomi," ucap Politisi Partai Gerindra ini.

Ia menambahkan, dampak negatif bagi kesehatan dari bisnis ini cukup mengerikan. Sehingga hal ini bukan menjadi masalah sepele. Semua pihak harus mengawasi sebab dampaknya luar biasa. Prostitusi merupakan kejahatan serius perdagangan manusia.

"Semua pihak harus bersinergi dalam menangkal bisnis prostitusi, memang harus ada pencegahan di wilayah kebijakan yang mengatur secara keseluruhan," imbuhnya. [yud/lis]

Tag : prostitusi, online

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:30

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more