19:00 . Tinggal Hitungan Hari, Porprov Jatim Segera Bergulir   |   18:00 . Kuota Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua Terpenuhi   |   17:00 . Pagu Siswa SMA Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua Terpenuhi   |   16:00 . PPDB Offline Jalur Inklusi Sepi Peminat   |   15:00 . Dua Desa Dipastikan Tak Bisa Ikut Pilkades Serentak   |   14:00 . Oktober 2019, Refita Diberangkatkan di Kejurnas   |   13:00 . 524 Siswa SMKN2 Resmi Diwisuda, ini Harapan Para Guru   |   12:00 . Kurang Pagu, PPDB Jalur Offline Dibuka Sehari   |   11:00 . Suami Ketua Ansor, Istri Ketua Fatayat Bersaing di Samberan   |   10:00 . Dari 38, Bojonegoro Peringkat 8 Perolehan Medali   |   09:00 . Bisa Daftar dari Rumah, SMAN 4 Bojonegoro Tetap Buka Layanan   |   08:00 . Sempat Melambung Tinggi, Kini Harga Kencur Anjlok   |   07:00 . Manfaat Menatap Mata Bayi   |   22:00 . Wabup Berharap Santri Bojonegoro Terus Berprestasi   |   21:00 . Aksi Trail Bojonegoro   |  
Tue, 18 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 17 January 2019 15:00

Mandiri, Penerima Manfaat PKH ini Mengundurkan Diri

Mandiri, Penerima Manfaat PKH ini Mengundurkan Diri

Reporter: M. Safuan
 
blokBojonegoro.com - Program Keluarga Harapan (PKH) sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat penerima program tersebut. Bahkan keluarga yang sebelumnya tergolong Rumah Tangga Miskin (RTM), sekarang menjadi mandiri dan mengundurkan diri dari penerima manfaat PKH tersebut.
 
Saat menjadi penerima program di tahun 2013, Suyanti warga Dusun Kuniran , Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen belum mempunyai usaha dan sekarang sudah memiliki usaha menjahit. "Ibu Suyanti sukarela mengundurkan diri menjadi penerima program PKH, karena sudah mandiri," kata Pendamping PKH Desa Kedungdowo, Nanang Andriyan, Kamis (17/1/2019).
 
Nanang yang juga mantan ketua cabang PMII Kabupaten Bojonegoro itu menjelaskan, saat program itu dilaksanakan di Desa Kedungdowo setidaknya ada sekitar 115 penerima manfaat, salah satunya  Suyanti. Bahkan dulu, Suyanti belum memiliki usaha dan suaminya bekerja serabutan.
 
"Setiap tiga bulan sekali penerima manfaat PKH menerima Rp 500 ribu, untuk pendidikan dan kesehatan keluarga tersebut," jelasnya kepada blokBojonegoro.com.
 
Setelah adanya PKH itu, Suyanti memiliki usaha menjahit dan suaminya menjadi sopir, sehingga keluarga tersebut sukarela mengundurkan diri dari penerima manfaat. Sebenarnya ada dua kategori yakni mampu dan mandiri.
 
"Kalau mandiri, sukarela mengundurkan diri dari penerima program. Sedangkan mampu itu dilihat dari kondisi penerima manfaat, untuk disarankan menjadi keluarga mampu," terang Nanang.
 
Ditambahkan, terkait berhentinya salahsatu penerima manfaat PKH di Desa Kedungdowo, program PKH tidak dapat dialihkan kepada masyarakat yang lain. Pasalnya tidak ada usulan baik dari pemerintah desa maupun kabupaten, bagi penerima manfaat program tersebut.
 
"Sebab itu program pusat, ploting dari atas dan tidak ada usulan. Hanya verifikasi sesuai data yang ada. Ibu Suyanti setelah mengundurkan diri, mengisi surat pernyataan dan sudah diajukan ke BAPEDDA," pungkas Nanang yang juga koordinator PKH Kecamatan Balen itu. [saf/ito]

Tag : PKH, balen, kedungdowo, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 June 2019 08:00

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek Mengambil tema "Pelajar Millineal Menjaga Tradisi Budaya Lokal" Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Temayang gelar grand final Festival Oklek Ke-7,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more