22:00 . Rumah Sakit Aisyiyah Kenalkan Program Pelayanan Antar Obat Gratis   |   21:00 . Gandeng PT Baladewa, BLK Bojonegoro Optimalkan Penyerapan Tenaga Kerja   |   20:30 . Tambahan Kasus Harian Covid-19 Nasional Minggu Ini Tembus 14 Ribu   |   20:00 . Meski ada Vaksin, Jalani Normal Baru dengan Tetap Disiplin Prokes 3M   |   19:00 . Korban Tenggelam di Desa Ngrejeng Belum Ditemukan   |   18:00 . Protokol Cek dan Ricek Cegah Penularan Virus Hoaks   |   17:00 . Gubernur Khofifah Ajak Donor Plasma Konvalesen   |   16:00 . Rumah Akikah di Desa ini, Satu Bulan Sembelih Kambing Sampai 170 Ekor   |   15:00 . Usulkan 1000 Formasi, 615 untuk CPNS dan 385 PPPK   |   14:00 . Tahun 2021, Pemkab Bojonegoro Anggarkan 18 Milyar untuk Santunan Kematian   |   13:00 . Warga Ngumpakdalem Gotong Royong Bangunkan Rumah untuk Disabilitas   |   12:00 . BUMDES Lohjinawe Sarangan Perkuat Ekonomi Desa Melalui UMKM   |   11:00 . 190 KM Jalan Cor dan 20 KM Jalan Aspal Bakal Dibangun Tahun Ini   |   10:00 . Santunan Korban Catat Tetap Jasa Raharja 2020 Menurun   |   09:00 . Tingkatkan Layanan Masyarakat, Kesra Gunakan Aplikasi SANDUK   |  
Wed, 20 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pertengahan Bulan, Dua Orang Meninggal Akibat DB

blokbojonegoro.com | Monday, 21 January 2019 17:00

Pertengahan Bulan, Dua Orang Meninggal Akibat DB

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro meningkat tajam. Tahun 2018 saja, kasus ada 595 kasus dan 12 orang meninggal dunia akibat DBD.

Sedangkan tahun 2017 ada 280 kasus dan 9 orang meninggal dunia akibat DBD. Sementara, awal tahun 2019 ada 97 kasus dan 2 orang meninggal dinyatakan akibat demam berdarah.

Kasi Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Whenny Diyah mengatakan, pertengahan bulan Januari 2019 ada 97 kasus dan 2 orang dinyatakan meninggal akibat demam berdarah.

"Data tersebut per tanggal 18 Januari tahun ini, dua orang meninggal dunia," katanya kepada blokBojonegoro.com, Senin (21/1/2019).

Dua orang meninggal itu, kata dia, warga Bojonegoro. Satu orang usia 8 tahun dan usia 17 tahun. Saat ditangani tim dokter, mereka dinyatakan positif terjangkit demam berdarah.

Sedangkan dari 97 kasus DBD ini, rata-rata adalah anak-anak. Namun, kata dokter Whenny, usia dewasa juga ada. Usia rentan terkena demam berdarah memang anak-anak usia 1 sampai 10 tahun.

"Namun usia dewasa pun juga harus waspada," ujarnya menjelaskan.

Untuk meminimalisir jumlah penderita demam berdarah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro meminta 36 puskesmas untuk melapor 1 kali 24 jam terkait kasus DBD.

"Dengan demikian, demam berdarah dapat dipantau setiap saat," pungkas perempuan berjilbab ini. [yud/ito]

Tag : demam, berdarah, kasus, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat