05:00 . 5 Pasien di Bojonegoro Sembuh, Kasus Baru Bertambah 5 Orang   |   23:00 . Seleksi Bojonegoro FC, Dikerucutkan Jadi 30 Pemain   |   22:00 . Era Industri, Pemkab Optimalkan Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah   |   21:00 . BPBD Bojonegoro Minta Warga Waspadai Fenomena La Nina   |   20:30 . KPC PEN Gelar Webinar Kolaborasi dengan Pemkab Bahas Vaksin Covid-19   |   20:00 . Ademos Latih Timlak Patra Daya Program 2020   |   19:30 . Infrastruktur Publik di Bandungrejo Rampung, Warga Lancar Beraktifitas   |   19:00 . Setelah Vaksin Tiba, Harus Masyarakat Tetap Disiplin 3M   |   18:30 . Satgas Sayangkan Sikap Habib Rizieq yang Tak Mau Telurus Kontak   |   18:00 . Jumlah Kasus Meningkat, Menjadi Pembelajaran Serius   |   17:30 . Diterjang Banjir, Jembatan di Kuniran Ambruk   |   17:00 . Menyambut HPN 2021, PWI Bojonegoro Siapkan Beberapa Kegiatan   |   16:30 . Detik-detik Jembatan Bambu Hanyu Terbawa Banjir Sungai   |   16:00 . Jaga Kamtibmas, Kapolres Bojonegoro Ajak Terus Lawan Covid-19   |   15:00 . Bahas 15 Raperda, DPRD Bojonegoro Utamakan Raperda RTRW   |  
Thu, 03 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 22 January 2019 14:00

Murah tapi Nikmat, Bakso dan Mie Ayam Rp3.000 ini Jadi Idola

Murah tapi Nikmat, Bakso dan Mie Ayam Rp3.000 ini Jadi Idola

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Sudah ada sejak belasan tahun yang lalu, warung bakso dan mie ayam milik Fuadah (30) ini selalu laris manis. Pasalnya, harga yang murah menjadi daya tarik pembeli datang. Tak hanya murah, bakso dan mie ayam ini tak kalah lezatnya dengan bakso mie ayam yang harganya lebih mahal.

Fuadah menjelaskan, lapak bakso dan mie ayam  yang ada di luar pagar pondok pesantren Attanwir Desa Talun, Kecamatan Sumberejo ini,  buka setiap hari mulai pukul 8.00 WIB hingga habis.

Awalnya, lapak bakso ini didirikan oleh orang tua Fuadah. Namun saat ini dilanjutkan oleh Fuadah dan suaminya yang kadang juga ikut berjualan. "Suami setiap pagi mengantarkan gerobak dari rumah di Desa Sumber, Kecamatan Sumberejo," ungkapnya.

Pertama kali didirikan, orang tua Fuadah menjual bakso seharga Rp25 dan berkembang hingga saat ini perempuan 30 tahun itu belajar membuat mie ayam. Kemudian mulai berjualan mie ayam juga pada awal 2017 dan menjual bakso dan mie ayam seharga Rp3.000.

Menurutnya,  harga murah karena menyesuaikan dengan kantong para pelajar. Sebab, di sini pembelinya kebanyakan juga anak sekolah. "Meskipun baksonya campuran daging sapi dan daging ayam, saya berusaha memberikan kualitas terbaik untuk pembeli," pungkas Fuadah.

Dengan bermodal Rp200.000 fuadah setiap harinya mendapatkan laba bersih sekitar Rp150.000. Dengan menggunakan 1 kilogram daging, campuran antara daging sapi dan daging ayam.

Salah satu pembeli, Nadya mengaku meski harga murah, namun rasa bakso dan mie ayam tak kalah nikmat. "Baksonya enak, mie ayamnya juga, saya suka karena murah," ucap perempuan 17 tahun itu. [aim/ito]

Tag : bakso, murah, talun, sumberejo, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat