19:00 . Kartu Petani Mandiri (KPM) Solusi Untuk Petani di Bojonegoro   |   19:00 . Khusus Kloter 75, CJH Bojonegoro Berangkat dengan Jemaah Asal Surabaya   |   18:00 . Bupati Tantang Disperta Kembangkan Tehknologi Pertanian   |   17:00 . Mudahkan Pejalan Kaki Menyebrang, 2019 Dishub Pasang Tiga Pelican Cross   |   16:00 . Ajari Anak dan Gandeng Semua Pihak Tingkatkan Peran Keluarga   |   15:30 . Bupati Bojonegoro Launching Kartu Petani Mandiri   |   15:00 . 14 Pelajar dan 1 Gepeng Terciduk Polres Bojonegoro   |   14:00 . Kelompok Tani Wanita Meriahkan Launching KPM   |   13:00 . 3.500 Hektar Sawah di Bojonegoro Kekeringan   |   12:00 . Dua Pengemis Diamankan Satpol PP, Satunya dari Luar Bojonegoro   |   11:00 . KUA dan Cabang IPHI Kanor Bentuk Banom MTP   |   10:00 . Meningkat, Kasus Persetubuhan Anak Ancam Bojonegoro   |   09:00 . Tak Ingin Produksi Migas Terus Turun, Ini Upaya SKK Migas   |   08:00 . Harga Cabai Mahal, Warga Pilih Cabai Kering   |   07:00 . Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan   |  
Wed, 24 July 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 22 January 2019 14:00

Murah tapi Nikmat, Bakso dan Mie Ayam Rp3.000 ini Jadi Idola

Murah tapi Nikmat, Bakso dan Mie Ayam Rp3.000 ini Jadi Idola

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Sudah ada sejak belasan tahun yang lalu, warung bakso dan mie ayam milik Fuadah (30) ini selalu laris manis. Pasalnya, harga yang murah menjadi daya tarik pembeli datang. Tak hanya murah, bakso dan mie ayam ini tak kalah lezatnya dengan bakso mie ayam yang harganya lebih mahal.

Fuadah menjelaskan, lapak bakso dan mie ayam  yang ada di luar pagar pondok pesantren Attanwir Desa Talun, Kecamatan Sumberejo ini,  buka setiap hari mulai pukul 8.00 WIB hingga habis.

Awalnya, lapak bakso ini didirikan oleh orang tua Fuadah. Namun saat ini dilanjutkan oleh Fuadah dan suaminya yang kadang juga ikut berjualan. "Suami setiap pagi mengantarkan gerobak dari rumah di Desa Sumber, Kecamatan Sumberejo," ungkapnya.

Pertama kali didirikan, orang tua Fuadah menjual bakso seharga Rp25 dan berkembang hingga saat ini perempuan 30 tahun itu belajar membuat mie ayam. Kemudian mulai berjualan mie ayam juga pada awal 2017 dan menjual bakso dan mie ayam seharga Rp3.000.

Menurutnya,  harga murah karena menyesuaikan dengan kantong para pelajar. Sebab, di sini pembelinya kebanyakan juga anak sekolah. "Meskipun baksonya campuran daging sapi dan daging ayam, saya berusaha memberikan kualitas terbaik untuk pembeli," pungkas Fuadah.

Dengan bermodal Rp200.000 fuadah setiap harinya mendapatkan laba bersih sekitar Rp150.000. Dengan menggunakan 1 kilogram daging, campuran antara daging sapi dan daging ayam.

Salah satu pembeli, Nadya mengaku meski harga murah, namun rasa bakso dan mie ayam tak kalah nikmat. "Baksonya enak, mie ayamnya juga, saya suka karena murah," ucap perempuan 17 tahun itu. [aim/ito]

Tag : bakso, murah, talun, sumberejo, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 17 July 2019 22:00

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kecamatan Kapas melaksanakan Bimbingan Teknis K13 Revisi Tahun 2018 yang akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2019. Kegiatan ini berlangsung...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat