17:00 . Silaturahim IHM NU Kecamatan Kanor, Dihadiri 10.000 Anggota   |   16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |   11:00 . Sumur KWG-PWA1 Ditargetkan Produksi 150 Barrel Minyak Per Hari   |   10:00 . Pertamina EP Syukuran Tajak Sumur KWG PWA-1 di Trembes   |   09:00 . Intip Cerita Pemuda Bojonegoro Buat Sepeda Listrik   |   08:00 . Pertamina Group Jadi Mitra Terbaik PWI Tuban   |   07:00 . Anak Balita Tidak Mau Tidur Siang, Orang Tua Harus Bagaimana?   |   17:00 . TNI Bojonegoro Bekali Siswa SMKN Kasiman Kedisiplinan dan Wasbang   |   15:00 . Mengasyikan Anak-Anak TK Ini Bermain Sambil Belajar Budidaya Ikan   |   14:00 . Kemenag Ajukan Pembuatan Visa Jemaah Haji ke Surabaya   |   13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |  
Fri, 28 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 22 January 2019 14:00

Murah tapi Nikmat, Bakso dan Mie Ayam Rp3.000 ini Jadi Idola

Murah tapi Nikmat, Bakso dan Mie Ayam Rp3.000 ini Jadi Idola

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Sudah ada sejak belasan tahun yang lalu, warung bakso dan mie ayam milik Fuadah (30) ini selalu laris manis. Pasalnya, harga yang murah menjadi daya tarik pembeli datang. Tak hanya murah, bakso dan mie ayam ini tak kalah lezatnya dengan bakso mie ayam yang harganya lebih mahal.

Fuadah menjelaskan, lapak bakso dan mie ayam  yang ada di luar pagar pondok pesantren Attanwir Desa Talun, Kecamatan Sumberejo ini,  buka setiap hari mulai pukul 8.00 WIB hingga habis.

Awalnya, lapak bakso ini didirikan oleh orang tua Fuadah. Namun saat ini dilanjutkan oleh Fuadah dan suaminya yang kadang juga ikut berjualan. "Suami setiap pagi mengantarkan gerobak dari rumah di Desa Sumber, Kecamatan Sumberejo," ungkapnya.

Pertama kali didirikan, orang tua Fuadah menjual bakso seharga Rp25 dan berkembang hingga saat ini perempuan 30 tahun itu belajar membuat mie ayam. Kemudian mulai berjualan mie ayam juga pada awal 2017 dan menjual bakso dan mie ayam seharga Rp3.000.

Menurutnya,  harga murah karena menyesuaikan dengan kantong para pelajar. Sebab, di sini pembelinya kebanyakan juga anak sekolah. "Meskipun baksonya campuran daging sapi dan daging ayam, saya berusaha memberikan kualitas terbaik untuk pembeli," pungkas Fuadah.

Dengan bermodal Rp200.000 fuadah setiap harinya mendapatkan laba bersih sekitar Rp150.000. Dengan menggunakan 1 kilogram daging, campuran antara daging sapi dan daging ayam.

Salah satu pembeli, Nadya mengaku meski harga murah, namun rasa bakso dan mie ayam tak kalah nikmat. "Baksonya enak, mie ayamnya juga, saya suka karena murah," ucap perempuan 17 tahun itu. [aim/ito]

Tag : bakso, murah, talun, sumberejo, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat