Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 24 January 2019 10:00

Darurat Demam Berdarah

Kematian Akibat DBD, Bojonegoro Nomor 3 se-Jawa Timur

Kematian Akibat DBD, Bojonegoro Nomor 3 se-Jawa Timur

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jawa Timur cukup banyak. Beberapa Kabupaten/Kota menyumbang angka kematian akibat DBD. Termasuk Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Hernowo mengatakan, Kabupaten Bojonegoro masuk urutan ketiga angka kematian tertinggi akibat DBD di Jawa Timur.

"Bojonegoro masuk urutan ketiga, dengan jumlah angka kematian dua orang meninggal dunia," katanya kepada blokBojonegoro.com, Kamis (24/1/2019).

Pertengahan Januari 2019, angka kematian tertinggi akihat DBD ada Kabupaten Kediri 9 orang. Kemudian Kabupaten Sampang 3 orang meninggal dunia. Lalu disusul Kabupaten Bojonegoro.

"Bojonegoro, Ngawi, Tulungagung, Ponorogo ada dua orang meninggal dunia akibat demem berdarah," ujarnya menjelaskan.

Sementara, jumlah kasus DBD di Provinsi Jawa Timur juga cukup banyak. Pertengahan Januari 2019, ada 1.032 kasus. Dari 34 Kabupaten/Kota di Jatim, Kabupaten Bojonegoro termasuk lima besar penyumbang kasus DBD.

Lima besar Kabupaten/Kota penyumbang kasus DBD tertinggi di pertengahan Januari 2019 adalah Kabupaten Tulungagung sebanyak 179 kasus. Kemudian Kabupaten Kediri sebanyak 102 kasus.

"Kabupaten Ngawi ada 93 kasus, Ponorogo ada 72 kasus dan Bojonegoro sebanyak 63 kasus," bebernya.

Sebagai pembanding, Januari 2018 jumlah kasus DBD di Jawa Timur sebanyak 1.114 kasus dan 10 orang meninggal dunia. Sedangkan jumlah kasus selama setahun 2018 sebanyak 8.115 dan 81 orang meninggal dunia. [yud/mu]

Tag : dbd

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini