08:00 . Film Avenger Terbaru Sudah Rilis di Bioskop Bojonegoro   |   07:00 . Tips Kecantikan: Ingin Rambut Sehat? Coba Pakai Minyak Kelapa   |   06:00 . Sebelum Viral.....! Ini Cerita Pentol Sejati 'Wayahe....'   |   19:00 . Tiga Seniman Bojonegoro Terima Anugrah Seni   |   18:00 . Setelah Rekapitulasi, Baru Logistik 15 Kecamatan Masuk Gudang KPU   |   17:00 . Menumbuhkan Partisipasi Pemilu   |   16:00 . Diduga Kelelahan, 4 Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia   |   15:00 . Buka Diklat Dasar KSR, Wakil Rektor 3 Ingin Seluruh Peserta Lolos Bersertifikat   |   14:00 . Diantar Masyarakat, Cakades Margomulyo Mulai Mendaftar   |   13:00 . EMCL Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan di Gayam   |   12:00 . Tinggal Satu Desa, Hitung Suara Di PPK Kecamatan Dander   |   11:00 . 34 Peserta, Tunjukkan Kemampuan Berbahasa Inggris dalam Speech Contest   |   10:00 . Diduga Darah Rendah, Pria ini Meninggal Saat Gali Lubang Septic Tank   |   09:00 . Kelola Keuangan Daerah, Pemprov Launching EKD   |   07:00 . 7 Tanda Anda Akan Diterima Kerja Setelah Interview   |  
Thu, 25 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 31 January 2019 10:00

Beri Efek Jera Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak

Beri Efek Jera Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak *Foto ilustrasi

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bojonegoro, mengingatkan jika ada kekerasan perempuan dan anak, masyarakat diharapkan segera malapor.

Di era saat ini sudah ada P3A. Jika ada kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun pelecehan seksual, silahkan dilaporkan. "Lapor ke P3A Kabupaten Bojonegoro, nantinya akan difasilitasi. Jika memang sampai masuk ranah hukum, kami akan mendampingi," kata Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro, Adi Witjaksono kepada blokBojonegoro.com, Kamis (31/1/2019).

Saat ini, kata dia, anak muda sebagai pelopor dan pelapor. Bukan eranya orang tua sulit komunikasi dengan anak. Terutama yang memiliki anak perempuan. Dikhawatirkan terkena dampak negatif media sosial.

"Tolong dijaga, diajak komunikasi dengan baik tidak dengan cara kekerasan. Yang memiliki anak laki-laki juga seperti itu," ujarnya menjelaskan.

Adi menambahkan, pihaknya meminta seluruh perangkat desa juga berpartisipasi aktif dalam mengawasi dan melaporkan, jika ada kekerasan perempuan dan anak di wilayahnya.

"Dilaporkan saja, baik di aparatur penegak hukum atau di kami P3A. Bupati Bojonegoro sangat peduli terhadap kasus ini," kata Adi.

Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu ada oknum bapak yang tega menyetubuhi anak kandungnya. Karena itu, pelaku dihukum berat selama 13 tahun penjara untuk memberi efek jera.

"Sebenarnya, bagi kami hukuman itu belum maksimal," tutup pria ramah ini. [yud/mu]

Tag : kekerasan anak, pelecehan seksual, kasus

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more