16:00 . Banyak Kendala, Para Peternak Berbagi Pengalaman   |   15:00 . Santunan Kematian, Ahli Waris Harus Memiliki Rekening   |   14:00 . 44S Poultry Berikan Pelatihan Kepada 57 Peternak Ayam   |   13:00 . Pemkab Bojonegoro Bakal Tingkatkan Kemampuan PMKS   |   12:00 . DLH dan Polres Bojonegoro Bersih Sampah di TBS   |   11:00 . Diburu Pembeli, Laju Penjualan Laptop-Komputer Meningkat   |   10:00 . Tanya Kejejelasan Nasib Persibo, Suporter akan Turun Jalan   |   09:00 . Jelang UNBK, Laptop Baru dan Bekas Masih Diburu   |   08:00 . Ini Alasan Pupuk Organik Lebih Disarankan Dibanding Kimia   |   07:00 . Awas, Jangan Biarkan Batuk Berkepanjangan   |   23:30 . Kenalkan SISTER, IKIP PGRI Bojonegoro Adakan Workshop Internal   |   23:00 . Emil Wagub Jatim Ajak Jaga Bengawan Solo - Bojonegoro   |   22:00 . Ha...Ada Ribuan Titik Kerusakan Akibat Penambangan Pasir Liar   |   21:00 . Emil Minta Sudetan Kaligandong Disegerakan   |   20:00 . Tepat Dua Jam, Emil Susuri Bengawan Solo   |  
Wed, 20 February 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 February 2019 18:00

Tetap Waspada, Meski Kasus DB di Bojonegoro Belum Jadi KLB

Tetap Waspada, Meski Kasus DB di Bojonegoro Belum Jadi KLB

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Kasus Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Bojonegoro belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Meski demikian, masyarakat Bojonegoro tetap diminta waspada.

Kasi Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Whenny Diyah menjelaskan, kasus DB memang cukup mengawatirkan lantaran terus menyebar. Namun, belum sampai jadi KLB.

Penentuan KLB, lanjut dia, ada beberapa indikator. Misalnya ada peningkatan jumlah kasus hingga tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. Sementara ini, di Kabupaten Bojonegoro belum sampai pada itu.

"Biasanya hal tersebut baru bisa menjadi KLB," katanya kepada blokBojonegoro.com, Minggu (10/2/2019).

Namun demikian, pihaknya meminta masyarakat Bojonegoro untuk selalu waspada dengan penyebaran penyakit DB. Misalnya dengan cara 3M plus yang dilakukan secara rutin untuk memberantas sarang nyamuk.

Karena yang terpenting adalah PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dengan 3M plus, yakni menutup tampungan air agar tidak jadi tempat bertelur nyamuk, menguras tampungan air minimal 1 minggu sekali.

"Kemudian mengubur barang-barang bekas yang bisa jadi tampungan air serta memanfaatkan kembali barang-barang bekas didaur ulang," tuturnya.

Hal itu harus dilakukan secara rutin oleh seluruh masyarakat dengan Gerakan Satu Satu (gerakan satu rumah satu jumantik). Jumantik adalah juru pemantau jentik dari anggota keluarga.

Diketahui, tahun 2018 saja, ada 595 kasus dan 12 orang meninggal dunia akibat DB. Kemudian pada Januari 2019 ada 211 kasus DB dan 4 orang diantaranya meninggal akibat virus dengue.

Terlebih, beberapa waktu lalu Kabupaten Bojonegoro menempati urutan ke tiga kasus 'Kematian Akibat Demam Berdarah' se Jawa Timur. "Tetap harus waspada," imbuhnya. [yud/lis]

Tag : dbd, klb, demam

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more