22:30 . 2 Hari Stagnan Tak Ada Tambah Sembuh dan Positif Covid-19   |   16:00 . Total Hadiah Tabungan Jutaan Rupiah, ini Rincian untuk Lomba Foto   |   15:00 . Inilah Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Bojonegoro Juli 2020   |   14:00 . Hari Bhayangkara ke 74, PPA dan PDKB Kanor Gelar Bakti Sosial   |   13:00 . Persiapan Popda dan Porkab, Atlet Atletik Digenjot Latihan   |   12:00 . Berikut Panduan Naik KA Saat Pandemi Covid 19   |   10:00 . Resah, Ular Sanca Ukuran 1.5 Meter Diamankan   |   09:00 . Rapid Test Gratis untuk Peserta UTBK Calon Mahasiswa   |   08:00 . Intip Desa Sentra Perikanan   |   07:00 . Selain WFH, Ini 6 Hal yang Bikin Sakit Punggung   |   22:00 . Tak Ada Tambahan Sembuh dan Positif, PDP Bertambah 1 Orang   |   19:00 . Menggelitik....!!! Arga Marvel Pernah Juara Berhadiah 1 Sak Gabah   |   18:00 . Sesosok Mayat Wanita Mengapung di Bengawan   |   17:00 . Semangati Milenial Teladani Bung Karno Lewat Lomba Vlog dan Puisi   |   16:00 . Diduga Korsleting Listrik, 4 Rumah Warga Kasiman Terbakar   |  
Mon, 06 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 15 February 2019 08:00

Kasus Kekerasan Keluarga Jadi Atensi Bupati

Kasus Kekerasan Keluarga Jadi Atensi Bupati

Reporter: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Kasus kekerasan dalam keluarga di Kabupaten Bojonegoro relatif banyak. Terbukti, data dari Kepolisian Resor Bojonegoro menyebutkan ada 24 kasus selama tahun 2018.

Selain itu, sebenarnya masih banyak jumlah kasus kekerasan dalam keluarga. Namun, muncul banyak pertimbangan sehingga laporan kasus kekerasan dalam keluarga dicabut.

Misalnya, pertimbangan anak menjadi korban citra buruk lantaran keluarga terjerat kasus hukum. Hal itu menjadi atensi Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah.

Karena itu, pihaknya melakukan 'Pembinaan Kelompok Keluarga Sadar Hukum' terkait kasus kekerasan dalam keluarga. Di antaranya di Balai Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kamis (14/2/2019).

Acara tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam), Kepala Desa Nganti dan Puluhan Kelompok Sadar Hukum di Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro.

Bupati meminta kepada masyarakat Bojonegoro selalu mengutamakan pencegahan dan solusi saat terjadi permasalahan di lingkup keluarga dari pada memilih melakukan tindakan represif.

Sudah banyak laporan tentang kekerasan tersebut. Namun, karena muncul banyak pertimbangan, seperti kekhawatiran anak mendapat citra buruk lantaran orangtuanya di penjara.

Akibatnya hal itu, ekonomi keluarga semakin sulit dan lain sebagainya. Maka, banyak dari mereka yang berubah fikiran, lalu mencabut laporan di kepolisian.

"Mari kita menjadi keluarga atau pribadi yang sadar hukum serta mentaati seluruh aturan yang dibuat pemerintah," tutur bupati perempuan pertama di Kota Ledre ini.

Bupati berjilbab ini berharap, kedepan angka kekerasan dalam hal apapun semakin menurun. Sehingga terbangun masyarakat yang guyub rukun, indah, tenteram dan damai. [yud/mu]

Tag : bupati, kasus kekerasan, kekerasan keluarga


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat