02:00 . Lewat Jembatan, Kepala Truk Terpisah   |   01:30 . Rela Menunggu Demi Lihat Truk Lewat   |   01:00 . Unik, Lintasi Jembatan Kendaraan Tanpa Kepala   |   00:30 . Tunggu Alat Berat JTB Lewat, Warga Antre di Pinggir Jalan   |   00:00 . Tanpa Kepala, Alat Berat Lintasi Jembatan   |   23:30 . Pantau Lintasan Jembatan di Komputer   |   23:00 . Start Pukul 22.00 WIB, Jalanan Macet   |   22:00 . Detik-detik Menegangkan Ibu Muda Melahirkan di Hutan   |   21:00 . Lho...! Truk Parkir Pembawa Rejeki   |   20:00 . Penuh Sesak 'Wisata Dadakan' Alat Jumbo Parkir   |   19:00 . Novel Pulang ke Desa Diapresiasi Menteri PDTT   |   18:30 . Dishub : Tak Ada Pengamanan Saat Absorber Melintas di Kota Bojonegoro   |   18:00 . Pedagang dan Mainan Merihkan 'Wisata' Alat Berat   |   17:00 . Wisata Dadakan, Ribuan Warga Lihat Alat Berat   |   16:30 . Berjubel Hanya Ingin Lihat Alat Berat Parkir   |  
Sat, 07 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 01 March 2019 15:00

Garap Potensi Tanaman Kayu Putih, PEPC Gandeng BUMDesa Ngasem

Garap Potensi Tanaman Kayu Putih, PEPC Gandeng BUMDesa Ngasem

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Adanya potensi pengembangan pohon kayu putih di sekitar daerah Perhutani Kabupaten Bojonegoro, terutama di sekitar daerah Kecamatan Ngasem, Kalitidu dan Kedungadem, menarik perhatian PT Pertamina EP Cepu (PEPC).

Melalui program Community Development yang berkelanjutan, PEPC menggawangi program pendampingan Pelatihan Rencana Usaha dan Analisa Kelayakan Daun Minyak Kayu Putih, Jumat (1/3/2018). Tak hanya manajemen organisasi, agenda tersebut juga diisi dengan manajemen produksi, keuangan dan analisa usaha.

Penanaman minyak kayu putih di tiga kecamatan tersebut berada di lahan seluas lebih dari 800 hektar yang sudah berjalan dari tahun 2016. Sebelumnya Perhutani melakukan pembibitan pohon kayu putih di Kecamatan Dander. Dan di tahun 2018, panen bersama telah dilakukan, menghasilkan sekitar 600 ton daun kayu putih.

Menangkap peluang pengembangan potensi pohon kayu putih tersebut, PEPC bekerjasama dengan BUMDesa Ngasem menggarap program pengembangan minyak kayu putih.

Keduanya tidak sendiri, melainkan bekerjasama dengan Institute Development of Society (IDFoS), hari ini mengadakan kegiatan pelatihan penyusunan rencana usaha BUMDes, bertempat di Balai Desa Ngasem.

Setelah melalui beberapa tahapan seperti koordinasi dengan pihak desa, dan pihak terkait lainnya hingga penandatangan kesepahaman pengembangan usaha. Para anggota BUMDes melalui serangkaian pelatihan yang bertujuan untuk membangun kapasitas dalam menyusun rencana usaha pengolahan daun minyak kayu putih dan analisa kelayakan usaha.

Tujuan dari pelatihan ini adalah melatih para anggota BUMDesa untuk merumuskan skema yang jelas dari sebuah usaha yang akan dilaksanakan, menuangkan gagasan mereka untuk mengembangkan usaha tersebut dan membangun analisa kelayakan, sehingga mereka dapat menghindari resiko kerugian, memudahkan perencanaan, memudahkan pelaksanaan pekerjaan, memudahkan pengawasan dan memudahkan pengendalian.

“Kegiatan ini sendiri akan berjalan selama lima bulan dengan melatih anggota BUMDesa. Nantinya mereka akan belajar bagaimana mengolah tanaman kayu putih, hingga menyulingnya menjadi minyak kayu putih," kata Kunadi, JTB Site Office & PGA Manager PEPC.

“Pelatihan ini merupakan langkah awal yang signifikan untuk melatih para anggota BUMDesa mempersiapkan usaha mereka, sehingga pada pelaksanaannya mereka sudah dapat memprediksi faktor untung rugi usahanya. Dalam kaitan ini, kami mempercayakan pada IDFoS yang mempunyai kapasitas untuk membimbing anggota BUMDesa,” ujar Kunadi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Ngasem, Suwondo, yang optimis pelatihan rencana usaha desa hari ini dapat memberikan pencerahan kepada anggota BUMDes untuk semakin fokus dalam merencanakan usaha.

BUMDesa Ngasem sendiri berencana mengembangkan bidang usahanya antara lain dalam bidang perikanan, peternakan selain pengolahan daun kayu putih.

“Pengembangan usaha ini tentunya perlu mendapat apresiasi. Namun lebih dari itu, ada banyak ruang untuk perbaikan, berdasarkan hasil pemetaan yang kami lakukan sebelumnya, manajemen BUMDes dan Prosedur Standar Kinerja BUMDesa perlu ditingkatkan lagi demi kemajuan bersama,” kata Lely Mubarokah sebagai Manajer Program. Lely menyampaikan banyak kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh manajemen BUMDes.

Beberapa perbaikan juga bertahap untuk dilakukan demi kemajuan BUMDes, terlebih saat ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mempunyai program pembagian modal sebesar Rp100 juta untuk BUMDes yang memiliki program pariwisata dan agribisnis.

Andi Anggono, selaku Ketua BUMDes menyambut usulan dan rekomendasi dari IDFoS. "Ruang untuk perbaikan tersebut merupakan tantangan untuk BUMDesa agar menjadi lebih baik lagi," kata Andi. [mu]

Tag : pepc, pertamina ep cepu, program, bumdes


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat