13:00 . Prediksi Awal Hari Raya Idul Fitri Akan Bersamaan   |   12:00 . AMSI Himbau Publik Baca Berita Dari Sumber Dipercaya   |   11:00 . Bunda Belanja, Anak-anak Bermain   |   10:00 . 172 Jabatan Sekdes Kosong, Pemilihan Wewenang Desa   |   08:00 . Aula Belajar Maslakul Huda Resmi Dibuka untuk Kegiatan Belajar Mengajar   |   07:00 . Ada Riwayat Keluarga dengan Penyakit Jantung? Lakukan Ini...   |   00:00 . Teguhkan Komitmen Pada Muhammadiyah Melalui Baitul Arqom   |   23:00 . BPD dari 13 Desa di Kecamatan Kapas Dilantik   |   22:00 . Aksi 22 Mei, Penumpang KA Jurusan Jakarta Diperiksa   |   21:00 . Peringati Nuzulul Quran, Remas Jami'Baitul Ghofur Sumodikaran Bagi Takjil   |   20:00 . Kenalkan Bright Gas Melalui 'BEDUK'   |   19:00 . Liga 3 Mulai, Persibo Siapkah?   |   18:30 . Persibo di Group A, Inilah Selengkapnya   |   18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |   17:30 . Cegah Pendangkalan, 6 Kali Dinormalisasi   |  
Wed, 22 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 11 March 2019 14:00

Dua Bulan, 5 Orang Meninggal Karena DB

Dua Bulan, 5 Orang Meninggal Karena DB foto: ilustrasi

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mencatat, selama periode Januari hingga Februari 2019 ada 281 warga Bojonegoro terjangkit Demam Berdarah (DB). Dari jumlah itu lima orang meninggal dunia.

DB di Bojonegoro menyerang hampir semua kalangan, dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Januari lalu, ada 223 kasus 4 orang diantaranya meninggal. Sedangkan, Februari mengalami penurun.

"Menurun hingga 58 kasus dan satu orang meninggal dunia," kata Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Bojonegoro, Whenny Dyah P.

Pihaknya terus mewaspadai kemungkinan terjadi lonjakan pasien DB, pihak Dinkes terus melakukan gerakan pencegahan bersama masyarakat dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M plus.

"Menguras atau membersihkan penampungan air minum, drum dan bak-bak air lainnya. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat penampungan air," tuturnya.

Tak hanya itu, bisa memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk dan menaburkan bio larvasida atau obat cair anti nyamuk di penampungan air.

"Gerakan PSN dengan cara 3M Plus ini harus kita lakukan bersama-sama masyarakat. Dimungkinkan penularan DB dari nyamuk Aedes Aegypti dapat kita tanggulangi, karena ini untuk mencegah perkembangbiaknya," ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan fogging di beberapa wilayah yang banyak penderita DB nya. Namun, Fooging sendiri sifatnya hanya untuk pemberantasan nyamuk dewasa bukan untuk jentik-jentik nyamuk.

"Kalau melakukan PSN dengan cara 3M plus tersebut, bisa mencegah perkembangan nyamuk," terangnya. [yud/ito]

Tag : dinkes, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat