19:00 . Tingkatkan Militansi, PAC IPNU-IPPNU Kepohbaru Gelar Diklatama   |   18:00 . Relawan: Optimis Menang, Jokowi - Amin Pilihan Tepat   |   17:00 . Disdik Anggarkan Rp32 M untuk 3.400 GTT   |   16:00 . BEM UNUGIRI Gelar Pemilihan Duta Kampus   |   15:00 . Ketua TKD Jatim Deklarasikan Kemenangan Jokowi - Amin di Bojonegoro   |   14:00 . Berikut Klarifikasi Kemenag RI   |   13:00 . Dari Hobi, Ingin Buat Tempat Edukasi Bonsai   |   12:00 . Waspada Berita Hoax, Bupati: Harus Ditindak Tegas   |   11:00 . Tak Hanya Bojonegoro, Kekeliruan Soal SKI Seluruh Indonesia   |   10:30 . Tabrak Truk, Pengendara Motor Meniggal Dunia   |   10:00 . Tak Sempat Lihat Konser Letto, Ini Dia ......   |   09:00 . Desa Rendeng Siap Gelar Festival Gerabah Kedua   |   08:00 . Target 10 Besar, KONI Bojonegoro Bakal Andalkan 6 Cabor   |   07:00 . Mengapa Kita Cocok Berteman dengan Orang - Orang Tertentu   |   00:00 . Keceriaan Pletonic Sambut Letto   |  
Sun, 24 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 14 March 2019 14:00

Waspada DBD, Dinkes Imbau Jaga Kebersihan Usai Banjir

Waspada DBD, Dinkes Imbau Jaga Kebersihan Usai Banjir

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro beberapa hari yang lalu dilanda banjir akibat luapan Sungai Pacal dan Sungai Bengawan Solo. Tak pelak banyak penyakit yang menghantui masyarakat bantaran pasca banjir yang terjadi, salah satunya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pada bulan Januari sampai Februari lalu, Kabupaten Bojonegoro kasus DBD di Kota Ledre cukup tinggi. Selama dua bulan sudah ada 5 nyawa yang melayang sejak bulan Januari dan 281 warga yang terjangkit DBD.

"Bulan Januari ada 223 kasus dengan 4 orang meninggal. Sedangkan pada bulan Februari ada 58 kasus dan meninggal 1," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati.

Oleh karena itu, dirinya berharap masyarakat yang berada di daerah rawan banjir untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan menerapkan rumus 3 M: mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat  penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. 

Cara tersebut akan membantu menurunkan potensi penyebaran nyamuk pembawa virus demam berdarah, dan tindak pembersihan bisa dilakukan secara rutin di daerah rawan banjir agar tetap kering dan bersih. Sebab, saat air meluap banyak barang bekas yang terisi air dan jika tak segera dibersihkan, akan berpotensi menjadi sarang Nyamuk Aides Aygepty.

"Pokoknya jangan sampai ada genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk," pungkasnya kepada blokBojonegoro.com.[din/lis]

Tag : dbd, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more