19:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |   09:00 . Cegah Mobilisasi People Power, Polres Bojonegoro Razia Kendaraan   |   08:00 . Jelang Jumbara PMR IX, PMI Susun Pembagian Tugas   |   07:00 . Tips Aman Puasa Bagi Ibu Hamil   |   23:00 . Mas Emil Ajak Perangi HOAX   |   22:00 . Wabup Silatirahmi ke Warga Tlatah   |  
Sun, 19 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 14 March 2019 14:00

Waspada DBD, Dinkes Imbau Jaga Kebersihan Usai Banjir

Waspada DBD, Dinkes Imbau Jaga Kebersihan Usai Banjir

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro beberapa hari yang lalu dilanda banjir akibat luapan Sungai Pacal dan Sungai Bengawan Solo. Tak pelak banyak penyakit yang menghantui masyarakat bantaran pasca banjir yang terjadi, salah satunya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pada bulan Januari sampai Februari lalu, Kabupaten Bojonegoro kasus DBD di Kota Ledre cukup tinggi. Selama dua bulan sudah ada 5 nyawa yang melayang sejak bulan Januari dan 281 warga yang terjangkit DBD.

"Bulan Januari ada 223 kasus dengan 4 orang meninggal. Sedangkan pada bulan Februari ada 58 kasus dan meninggal 1," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati.

Oleh karena itu, dirinya berharap masyarakat yang berada di daerah rawan banjir untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan menerapkan rumus 3 M: mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat  penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat. 

Cara tersebut akan membantu menurunkan potensi penyebaran nyamuk pembawa virus demam berdarah, dan tindak pembersihan bisa dilakukan secara rutin di daerah rawan banjir agar tetap kering dan bersih. Sebab, saat air meluap banyak barang bekas yang terisi air dan jika tak segera dibersihkan, akan berpotensi menjadi sarang Nyamuk Aides Aygepty.

"Pokoknya jangan sampai ada genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk," pungkasnya kepada blokBojonegoro.com.[din/lis]

Tag : dbd, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat