22:00 . PC PMII Bojonegoro Pertanyakan Hasil Kunjungan Bupati   |   21:00 . Dispora Buka Relawan Porprov Jawa Timur di Bojonegoro   |   20:00 . 9 Bakal Calon Kepala Desa Mundur, 2 Tak Lolos Administrasi   |   19:00 . TAB, Pemprov Gratiskan Seragam dan SPP untuk SMA-SMK?   |   18:00 . Jumlah DPT Pilkades Serentak Capai 428,437 Pemilih   |   17:00 . 270 Ahli Waris Menerima Dana Kematian dari Pemkab Bojonegoro   |   16:00 . Peternak Kerbau Beralih Sapi, inilah Faktornya   |   15:00 . Masa Kampanye, DPMD Berharap Cakades Tidak Profokatif   |   14:00 . 36 PNS di Bojonegoro Terima SK Pensiun   |   13:00 . Pemkab Targetkan Sertifikasi Aset - aset Pembelian Sejak 1997-2018   |   12:00 . Satu SMK di Bojonegoro Jadi Pilot Project Menko Perekonomian RI   |   11:00 . Populasi Kerbau di Bojonegoro Setiap Tahun Terus Menurun   |   10:00 . Walaupun Hasilnya Sama, Pilkades Hanya Digelar Satu Putaran   |   09:00 . Persiapan Pengamanan Jelang Pilkades, ini Pesan Wabup...   |   08:00 . LSP Pertanian Gelar Uji Kompetensi di SMK Migas Bojonegoro   |  
Wed, 19 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 29 March 2019 11:00

Wabup Ingatkan Bahaya Narkoba dan Perhatikan Pertanian di Sumberrejo

Wabup Ingatkan Bahaya Narkoba dan Perhatikan Pertanian di Sumberrejo

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Di era demokrasi ini kebebasan berpendapat dijamin oleh Undang-undang. Dimana masyarakat bebas dalam mengemukakan kritik dan sarannya kepada pemerintah untuk meningkatkan daerahnya, namun harus sesuai aturan.

Untuk menyerap aspirasi masyarakat Bupati Bojonegoro mengadakan Sambang Desa dengan tema "Bahaya narkoba dan peningkatan Pertanian", yang mana pemkab ingin mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat dengan mendatanginya langsung.

Acara yang diselenggarakan di desa Pekuwon Kecamatan Sumberrejo pada Kamis (28/3/2019) ini, dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro beserta jajaran Kepala OPD, Camat Sumberrejo beserta Forpimca, kepala desa dan juga perangkat desa Pekuwon beserta masyarakat sekitar.

Camat Sumberejo yang dalam hal ini diwakilkan Sekcam, Sahlan menyampaikan, ini merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat, karena Wakil Bupati Bojonegoro turun langsung untuk mendengarkan aspirasi dari bawah.

Sehingga, kata Sahlan, kesempatan ini perlu digunakan dengan baik oleh masyarakat pada umumnya dan masyarakat desa Pekuwon pada khususnya, untuk menyampaikan aspirasi dan unek-uneknya. "Sehingga apa yang menjadi keluhan bisa disampaikan langsung kepada Bupati Bojonegoro dan juga kepala OPD yang bersangkutan. Dengan harapan bisa segera diambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada," tutur sekcam.

Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta), Akhmad Djupari menyampaikan, Pemkab Bojonegoro memmiliki Asuransi Usaha Tani Padi, yang mana dulu petani membayar premi sendiri, sekarang dibayar oleh Pemda melalui APBD.

Asuransi ini untuk mengcover sawah yang gagal panen atau mengalami kerusakan sebanyak 75% akan mendapatkan ganti rugi sebanyak Rp6 juta per hektar.

Kedepan, kata Kadisperta, juga akan diusulkan untuk bisa asuransi Tembakau, Jagung, serta Bawang. Selain itu ada juga pemberdayaan petani melalui sekolah tani. Hal ini didasari semakin berkurangnya petani muda.

"Setiap desa mengalokasikan lahan sawan seluas 1 hektar yang biaya operasionalnya dibiayai pemerintah seperti benih dan pupuk. Namun nanti hasilnya bisa diambil sendiri," jelasnya.

Selain itu, masih kata Djupari, masyarakat juga harus melihat musim dimana hal tersebut juga mempengaruhi jumlah ketersediaan air. "Bila menanam di musim yang salah akan berakibat pada tanaman yang tidak berkembang dan nantinya mati, bisa mengakibatkan kerugian," terang Kadisperta.

Kepala Bakesbangpol, Kusbianto menyampaikan, tugas dari kesbang adalah untuk mencegah penggunaan narkoba di masyarakat, bukan mengobati lebih kepada mencegah penggunaan narkoba.

Dimana bersama-sama meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi setiap tawaran untuk menggunakan narkoba. "Selain itu juga berperan aktif dalam meningkatkan mental dan ideologi kebangsaan bagi masyarakat Bojonegoro khususnya," papar Kusbianto.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Ninik Susmiarti memaparkan, target dinas kesehatan adalah penurunan angka kematian ibu dan anak, serta penurunan jumlah angka stanting (kerdil).

Dinas Kesehatan juga turut berperan aktif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para pelajar tentang bahaya narkoba. Karena para pajar merupakan objek rentan pengguna narkoba, mereka kerap dijadikan sasaran pengedar narkoba. "Narkoba sendiri memiliki dampak negatif bagi masyarakat di antaranya adalah membuat ketergantungan bagi penggunanya, meningkatkan agresifitas ke arah negatif," ulas Ninik.

Disampin itu, kata Kadinkes, narkoba juga dapat mengakibatkan penggunanya menjadi lebih sering melamun, menurunnya prestasi, serta menjadikan orang yang anti sosial. Maka dari itu tugas bersama untuk memberantas narkoba. "Mari jadikan Bojonegoro sebagai daerah yang bebas narkoba," ajak Dinkes kepada masyarakat.

Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Budi Irawanto menyampaikan, Pemkab meyakini tahun 2021 jalan inti bisa tuntas semuanya. Setelah permasalahan infrastruktur jalan rampung, Pemkab akan fokus pada masalah air, yang mana bila musim penghujan mengalami banjir dan pada musim kemarau mengalami kekeringan.

"Kedepan kita akan memberikan perhatian lebih kepada pembangunan saluran sungai agar air yang melewati Bojonegoro bisa mengalir dengan lancar. Selain itu perlu kerjasama dari masyarakat Bojonegoro agar tidak membuang sampah di sungai karena bisa menyumbat saluran air yang mengakibatkan banjir," terang Wabup.

Pemkab juga melakukan kerjasama antar daerah dengan adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Luwihaji Bojonegoro dengan Desa Medalem Kabupaten Blora Jawa Tengah. Nanti hal tersebut, kata Wabup, bisa meningkatkan perekonomian Kabupaten Bojonegoro bagian selatan. Selain itu ada juga usulan warga Kanor yang ingin dibangun jembatan yang menghubungkan ke Rengel Kabupaten Tuban, namun hal tersebut harus mendapat ijin dari Provinsi.

"Karena orientasi pembangunan kita adalah pembangunan kawasan secara bersama. Sehingga nanti semua daerah di Bojonegoro bisa maju secara bersama-sama," ungkap Mas Wawan sapaan akrab Wabup Bojonegoro.
 
Menurut wakil bupati, program-program yang disampaikan kepala dinas pertanian adalah upaya Pemkab untuk meningkatkan produksi pertanian di Bojonegoro. "Kita harus bisa menjadikan Bojonegoro sebagai lumbung pangan tidak hanya sebagai lumbung energi," katanya.

Meskipun Kota Ledre memiliki berbagai keterbatasan, tapi harus tetap bersemangat. Masih kata Mas Wawan, selain itu masalah narkoba adalah masalah bersama. Maka dari itu perlu kerjasama semua pihak agar generasi penerus dan juga mssyarakat Bojonegoro ini bebas dari narkoba.

"Karena narkoba mengakibatkan banyak hal negatif bagi penggunanya, mulai dari kecanduan, hilang konsentrasi dan juga hal-hal yang disebutkan kepala dinas kesehatan di atas. Bila pengguna sudah kecanduan biasanya akan menggunakan segala cara untuk bisa mendapatkan barang haram tersebut, mulai dari mencuri, merampas dan lain sebagainya," tegas Wakil Bupati Bojonegoro. [ito]

Tag : wabup, narkoba, pemkab, wawan, budi irawanto

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 June 2019 08:00

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek Mengambil tema "Pelajar Millineal Menjaga Tradisi Budaya Lokal" Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Temayang gelar grand final Festival Oklek Ke-7,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more