19:00 . Bisnis Sosial Raup Keuntungan Sekaligus Bantu Sesama   |   18:00 . Produksi Jagung di Bojonegoro Selalu Lebihi Target   |   17:00 . Mendagri Tito: Budaya Amplop Harus Hilang dari Pelayanan Publik Pemerintah   |   16:00 . Bulog Belum Lakukan Penyerapan Komoditi Jagung, Begini Penjelasannya...   |   15:00 . Petani Masyarakat Samin Panen Raya Bareng Gubernur Jatim   |   14:00 . BPBD Bersama Muspika Ngasem Kerja Bakti Buat Jembatan Darurat   |   13:00 . Kapolres Bojonegoro Lantik Kabag Ops dan Kapolsek Baureno   |   12:00 . Tergerus Air, Jembatan Penghubung Ngasem-Bubulan Ambrol   |   11:00 . Harga Jagung di Bojonegoro Selatan Tinggi, Petani Senang   |   09:00 . UPZIS LAZISNU Kecamatan Kanor Gelar Rapat Pleno   |   08:00 . Turun Lagi, Kini Harga Cabai Rp40.000 Per Kilogram   |   07:00 . Cara Alami Mengatasi Nyeri Lambung GERD   |   17:00 . Gubernur Jatim Silaturahmi Dengan Masyarakat Samin di Margomulyo   |   16:00 . Hujan Intensitas Tinggi, Trend Debit Air Bengawan Solo Terus Naik   |   15:00 . Digemari Milenilal, Gamers PUBG Ikuti Bojonegoro Masters   |  
Tue, 25 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 23 April 2019 20:00

Masih Lesu, Budaya Literasi di Bojonegoro Harus Digalakkan

Masih Lesu, Budaya Literasi di Bojonegoro Harus Digalakkan

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Setiap tanggal 23 April, diperingati hari buku sedunia yang diadakan oleh UNESCO untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan hak cipta. Sehingga budaya literasi di Kabupaten Bojonegoro juga harus digalakkan, agar tidak lesu dan semakin digemari masyarakat.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Bojonegoro, Yogi Prana Izza melihat geliat budaya literasi di Bojonegoro khususnya masih belum menggembirakan. Berbeda dengan negara-negara lain maupun kota-kota lain seperti Jogjakarta, Malang dan yang lainnya begitu masif budaya membaca dan diskusi tentang buku.

"Di Bojonegoro dapat dilihat dari indikasi yang terlihat jelas adalah intensitas dan akitivitas di perpustakaan yang masih rendah. Sepi peminat. Meskipun bermunculan komunitas-komunitas baca," jelas ustadz Yogi yang juga dosen IAI Sunan Giri Bojonegoro.

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Bojonegoro itu juga menyoroti, minimnya kelompok-kelompok diskusi dan kajian disiplin keilmuan di kampus maupun sekolah. "Jarang sekali ada even atau perlombaan tingkat kabupaten yang berkaitan dengan peningkatan minat baca," ungkapnya kepada blokBojonegoro.com, Selasa (23/4/2019).

Ditambahkan, semua itu juga merujuk pada banyak faktor yang menyebabkan budaya literasi masih rendah. Mulai budaya 'santai' dan malas berfikir yang seakan sudah menjadi 'tradisi' turun temurun. Misalkan nongrong di warung kopi berjam-jam, bermaim game dan yang lainnya.

Belum lagi ditopang kemajuan teknologi yang membuat malas berproses, tapi lebih suka hasil instant yg disajikan di media-media. Padahal seharusnya perkembangan teknologi menjadi sarana mengembangkan literasi atau budaya membaca dimana saja.

"Terlebih budaya baca belum dimulai dari rumah. Masih jarang orang tua yang misalnya menjadikan hadiah buku sebagai hadiah istimewa. Serta orang tua yang jika bepergian, mengajak anaknya mampir ke toko-toko buku," pungkas alumni Mesir itu. [aim/ito]

Tag : literasi, buku, hari, bojonegoro, unesco, isnu


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat