20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 18 June 2019 17:00

270 Ahli Waris Menerima Dana Kematian dari Pemkab Bojonegoro

270 Ahli Waris Menerima Dana Kematian dari Pemkab Bojonegoro

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan tuntaskan program-programnya untuk masyarakat. Program-program itu di antaranya adalah santunan kematian, bantuan insentif untuk tahlil/yasin, marbot tempat ibadah serta pengurus jenazah perempuan. Sejak awal tahun 2019 Kesra telah banyak mencairkan dana untuk santunan kematian.

Data yang diperoleh dari bagian Kesra menyebutkan, sebanyak 270 ahli waris telah mendapatkan dana santunan kematian. Menurut data yang diperoleh, dari total pagu 2400 penerima, sebanyak 1181 data ahli waris telah melalui proses pengajuan dan 443 data sedang dalam proses pencairan, menunggu proses dari BPKAD.

Kepala Bagian Kesra, Sahari menjelaskan bahwa ada dua hal utama yang menyebabkan terkendalanya proses pencairan dana santuan kematian tersebut. Yang pertama itu adalah karena masalah administrasi. "Banyak data kependudukan yang tidak sinkron," ungkapnya.

Lalu yang ke dua adalah adanya surat edaran dari KPK yang pointnya larangan bagi Kepala Daerah untuk menyalurkan dana bantuan hibah dan sosial sebelum pelaksanaan Pemilu serentak pada April. Oleh karena itu sebagai penyelenggara negara harus mematuhinya. 

"Maka seluruh proses pencairan dana sosial haruslah sesuai dengan prosedur yang berlaku," tambahnya.

Sedangkan untuk program program yang lain yaitu bantuan insentif untuk tahlil, tenaga penjaga kebersihan tempat ibadah serta pengurus jenazah perempuan sedang dalam proses SK turun.

Salah satu ahli waris penerima bantuan, Darno yang sedang mengurus dana, menyampaikan respon baiknya terhadap program santunan kematian. “Saya kira programnya baik dan sudah membantu (memberikan keringanan). Saya mengajukan dari Januari dan alhamdulillah sudah beres sekarang,” kata Darno. [ito/lis]

Tag : santunan, dana, kematian, pemkab, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat