17:00 . Kembangkan Skill, SMK Pemuda Taruna Bojonegoro Luncurkan SMK MINI   |   16:00 . Musim Tanam, Petani Dominasi Agunan Ajuan Gadai   |   15:00 . Rp38 M untuk Peningkatan Fasilitas Sekolah   |   14:00 . Pengangkatan PPPK Belum Jelas   |   13:00 . Judi saat Pilkades, Dua Orang Diamankan   |   12:00 . Jogging Track Tingkatkan Kesehatan Sekaligus Kenyamanan Warga   |   11:00 . Transfer dari Pusat Telat, Bantuan Pangan Non Tunai Terlambat   |   10:00 . Jumat Pahing Penjual Bunga Boreh Pasang Lapak   |   09:00 . Fokus Keselamatan Kerja, Pertamina EP Gelar Puncak Peringatan Bulan K3   |   08:00 . DLH Beserta Perangkat Desa Gelar Jumat Bersih   |   07:00 . Anak Pendiam, Apakah Mungkin karena Faktor Keturunan?   |   12:00 . Berapa Passing Grade SKD CPNS 2019 yang Bisa Masuk Tahap SKB?   |   11:00 . Musim Durian Tiba Pedagang Dadakan Menjamur   |   10:00 . Curah Hujan Tinggi, Disperta Berharap Petani Daftar AUTP   |   09:00 . Inovatif, Pria Ini Sulap Kelengkeng Jadi Minuman Herbal Hingga Shampo   |  
Fri, 21 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 09 August 2019 15:00

Ngaji Gus Baha: Ingin Dapat Ganjaran, Syaratnya Ikhlas

Ngaji Gus Baha: Ingin Dapat Ganjaran, Syaratnya Ikhlas

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Kedatangan Gus Baha atau Bahauddin putra Kiai Nur Salim, Pengasuh Pesantren Alquran, Kragan, Narukan, Rembang, di Pondok Pesantren Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro, disambut hangat oleh para Nahdliyin, Jumat (9/8/2019).

Dari pantauan blokBojonegoro.com, Pengajian Jumat pagi yang menjadi rangkaian puncak Haul ke 27 pendiri Pondok Pesantren Attanwir Talun, KH. Moh Sholeh dan diisi oleh Gus Baha tersebut dihadiri oleh ratusan jamiyah laki-laki yang memenuhi lingkungan pondok putra.

Dalam pengajianya, Gus Baha menuturkan bahwa hidup itu perlu pembanding, maka setelah melakukan maksiyat, segeralah mengucap istighfar sebanyak mungkin.

"Setidaknya dalam hidup harus ada pembanding," tuturnya.

Gus Baha menjelaskan tentang keiklasan, menurutnya ganjaran itu bisa didapat syaratnya harus ikhlas. Sebaliknya, kalau maksiyat tidak usah niat sudah jadi maksiat tanpa sarat.

"Bermuhasabah pada istighfar sebab manusia tempatnya kesalahan," ujarnya.

Gus baha menjelaskan dalam Islam tidak ada target kaya agar dihormati orang. "Wong tuo mulyo barokah e anak, guru dilihat dari muridnya, jika gurunya alim muridnya pasti alim," ujarnya. [aim/lis]

 

Tag : gus baha, ngaji


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat