11:00 . Harga Empon-empon Mulai Turun   |   10:00 . Pedagang Ngamuk, Kasatpol PP: Kita Hanya Jalankan Tugas   |   09:00 . Belum Jelas Kapan Santri Boleh Kembali ke Pesantren   |   08:00 . Melihat Sirkuit Cross Putuk Kreweng   |   07:30 . Satpol PP dan Pedagang Tarik Meja   |   07:00 . Bolehkah Anak Makan Telur Setengah Matang?   |   06:00 . Ditertibkan Satpol PP, Pemilik Warung Buang Makanan   |   19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   18:00 . Petani Desa Sumengko Pilih Tanam Semangka, ini Alasannya...   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |  
Sun, 07 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 10 August 2019 17:00

Kemarau, Warga Sumberjokidul Ambil Air Bersih Sejauh 1.5 KM

Kemarau, Warga Sumberjokidul Ambil Air Bersih Sejauh 1.5 KM

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com- Musim kemarau, acap kali warga Dusun Sembungrejo, Desa Sumberjokidul Kecamatan Sukosewu ini, harus rela mengambil air bersih di sumur terdekat dari desa setempat yang jaraknya sejauh 1.5 kilometer.

Ada sumber air lainnya, namun jaraknya lebih jauh yakni 3 kilometer dari desa setempat. "Kalau sudah kemarau, pasti krisis air bersih pasti terjadi didesa Sumberjokidul ini," kata Marsiyah slah satu warga desa setempat.

Lanjut dia, padahal tiap hari kebutuhan air bersih untuk minum, memasak, mencuci dan mandi membutuhkan 6 sampai 7 jerigen, itupun saat ambil air disumur terdekat harus bergantian dengan warga lainnya.

"Namun sumur terdekat itupun, biasanya klau sudah bulan september sudah kering, dan ambil air bersih harus disumber air lebih besar yang jaraknya tempuhnya lebih dari 3 kilometer," cakap Marsiyah.

Kesulitan air bersih saat kemarau, memang dibenarkan warga lainya, Fatonah. Saat musim kemarau sumur atau sumber air milik warga pasti kering, bahkan untuk mendapatkan air bersih biasanya langsung ambil disumber air besar yang jaraknya 3 kilometer.

Kasun Sembungrejo, Desa Sumberjokidul, Sutiyono membenarkan saat musim kemarau daerahnya memang menjadi langganan kesulitan air bersih, padahal warga didusun ini ada 93 KK yang semua kesulitan air bersih.

"Biasanya, warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih harus mengambil air sumur untuk pengairan sawah yang jaraknya paling dekat 1.5 kilometer," terang Sutiyono kepada blokBojonegoro.com.

Dengan kondisi seperti itu, desanya sering mengajukan droping air keberbagai pihak instansi, hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warganya. "Alhamdulillah, beberapa kali droping air sudah ada dan disambut baik oleh warganya," tandas Sutiyono.[saf/ito]

Tag : Kekeringan, sukosewu


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat