23:00 . Ibu-ibu di Lokasi TMMD Imbangan Diberikan Pelatihan Pembuatan Jamu   |   22:00 . 8 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19   |   21:30 . Pemkab Bojonegoro Kembali Berikan Layanan Rapid Tes Gratis   |   21:00 . PMI Bojonegoro Edukasi Santri Cara Hindari Covid   |   20:30 . Sakit Jantung, Seminggu Lalu Dirujuk ke Surabaya   |   20:00 . Agar Berjalan Sesuai Target, 3 Hal ini Tidak Sampai Terulang   |   19:30 . Turut Berduka, Ramai Ucapan Pak Santoso Wafat   |   19:00 . Warga di Kota ini Gunakan Pertalite, ini Alasannnya...   |   18:00 . Danrem 082/CPYJ Bersama Wartawan Komitmen Perangi Hoax   |   17:00 . Kemenag Jadwalkan Rukyatul Hilal 21 Juli, Guna Tentukan 1 Zulhijjah 1441 H   |   16:00 . Masih Kurang Pagu, Disdik Bojonegoro Belum Tentukan Buka PPDB Lagi   |   15:30 . Media Pop-up dan Movable Book Dikenalkan ke Guru dengan Aplikasi Zoom   |   15:00 . Bupati: Perlu Evaluasi Penekanan Pengendalian AKI AKB di Bojonegoro   |   14:00 . EMCL Serahkan Peralatan Pendukung untuk 36 Posyandu   |   13:00 . Potensi Ikan Tawar Terbesar, Bojonegoro Ditarget Mencapai 5.000 Ton   |  
Thu, 09 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 25 August 2019 09:00

Bojonegoro-Babat Makin Marayap (1)

Jalan Nasional, Sempit, Kendaraan Makin Padat

Jalan Nasional, Sempit, Kendaraan Makin Padat

Reporter: Muhammad Qomarudin, Maulina Alfiana

blokBojonegoro.com – Dulu, dari Kota Bojonegoro sampai Pasar Kecamatan Sumberrejo, hanya butuh waktu 15 menit. Itu dulu dan dulu sekali. Tapi, sekarang waktu 30 menit atau bahkan 45 menit dibutuhkan untuk menempuh jarak itu.

Jika melihat google maps, jarak Sumberrejo dengan jantung Kota Bojonegoro 16 kilometer. Jarak tempuh normal 27 menit. Tetapi jika kendaraan dulu tidak padat, maka sangat mungkin untuk lebih cepat.

Titik-titik ramai kendaraan hanya di persimpangan besar, seperti perempatan Balen dan Proliman Kapas. Selebihnya lancar. Tanpa ada kendala yang berarti.

“Itu dulu mas, sekarang sudah sangat beda. Padat sekali dan tak jarang mulai macet,” kata salah seorang warga, Subagio, kepada blokBojonegoro.com.

Hampir setiap hari dirinya berangkat dan pulang dari Kota Bojonegoro ke Baureno. Beberapa tahun lalu sekitar 35 menit dan maksimal 45 menit sudah sampai. Tapi sekarang bisa satu jam lebih.

“Kendaraan roda empat semakin banyak dan jalan masih tetap ngak berubah sama sekali. Harusnya ada pelebaran Jalan Nasional tersebut,” tambahnya.



Senada diterangkan Budi Utomo, pengusaha asal Kota Bojonegoro yang sering bepergian ke Surabaya. Paling sempit hanya jalur di Bojonegoro-Babat saja. Selebihnya sudah sangat lebar.

“Sangat mengganggu sekali jalan nasional yang kecil. Apalagi mobil keluarga dan juga truk sangat banyak,” pungkasnya.

Apakah padatnya kendaraan Bojonegoro-Babat hanya siang hari? Ternyata jawabannya tidak. Sebab, saat malam banyak truk-truk besar dari arah barat ke timur cukup banyak. Bahkan sering beriringan.

Belum lagi seringnya kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur-jalur rawan. Lokasinya membentang di beberapa kecamatan, mulai Kapas, Balen, Sumberrejo dan Kecamatan Baureno.

“Sekitar pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB biasanya padat,” jelas Mbak Kayah, salah seorang pedagang nasi di Pasar Desa Sumberrejo. [din/lin/ito]

Tag : lalu lintas, jalur provinsi, jalur nasional, jalan bojonegoro, macet, padat, bojonegoro-babat


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat