16:00 . Tinjau Kampung Tangguh Semeru Bojonegoro, ini Kata Kapolda dan Bupati   |   15:00 . Kapolda Jatim Kunjungi Kampung Tanguh di Bojonegoro   |   13:00 . Inilah Daftar Harga Kebutuhan Pokok Usai Lebaran   |   12:00 . 1.344 Masjid di Bojonegoro Sudah Terapkan Protokol Kesehatan   |   11:00 . 20 Juni KBM Siswa Sudah Harus Tuntas   |   10:00 . Kajari Minta Masyarakat Dipahamkan Tentang New Normal   |   09:00 . Disdik Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 14 Juni   |   08:00 . Konsep New Normal di Pasar Tradisional Butuh Dikontrol   |   07:00 . Apakah Kamu Memiliki Kekebalan Tubuh yang Lemah? Kenali Tandanya   |   19:00 . Pemkab Bojonegoro Bahas Konsep Persiapan New Normal   |   18:00 . Sulap Barang Bekas Jadi Media Tanam Sayuran   |   17:00 . 4 Sumur Selesai Dibor, PEPC Pindah 2 Sumur Jambaran Central   |   15:00 . Dukung Keluarga Pejuang Covid-19, Unigoro Bebaskan Uang Kuliah   |   13:00 . Hari ini, Harga Jual dan Buyback Emas Terpantau Naik   |   12:00 . Lebaran Ketupat, Tradisi Masyarakat Jawa   |  
Mon, 01 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 13 October 2019 20:00

Jatim Fair 2019, Perempuan Bojonegoro Pamerkan Hasil Karya

Jatim Fair 2019, Perempuan Bojonegoro Pamerkan Hasil Karya

Reporter: M.Safuan

blokBojonegoro.com - Perajut asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Nurul turut hadir membawa nama Bojonegoro di Jatim Fair 2019, bersama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas, pada Minggu (13/10/2019) di Surabaya.

Nurul, merupakan salah satu perajut yang menjadi bagian dari program Perempuan Indonesia Merajut (PRIMA), yang diinisiasi oleh EMCL bermitra dengan Yayasan Sri Sasanti Indonesia (YSSI). Program PRIMA bertujuan untuk meningkatkan daya ekonomi perempuan melalui kegiatan pelatihan rajut yang berbasis pasar.

“Pemasukan rumah tangga sekarang bertambah sejak saya jadi perajut di program PRIMA.Saya jadi lebih produktif di rumah, dan juga mendapat jejaring lebih untuk usaha lewat koneksi di program ini," kata Nurul.

Di dalam booth SKK Migas, Nurul dan EMCL berpartisipasi di hari akhir Jatim Fair 2019 dengan memamerkan beragam produk hasil rajut dan memberikan presentasi kepada pengunjung yang hadir.

Bermitra dengan YSSI, EMCL memastikan sebanyak 129 perempuan penerima manfaat dari program PRIMA tidak hanya mendapatkan pelatihan tetapi juga model bisnis berkelanjutan dengan menghubungkan perajut, pedagang, dan pembeli produk.

“Sebagai komitmen EMCL dalam pilar pengembangan ekonomi, program PRIMA juga telah memiliki perjanjian jual/beli dengan pemasok bahan rajut untuk menjamin keberlanjutan usaha para perempuan ini,” ujar perwakilan EMCL, Galih Tiara yang turut hadir di Jatim Fair 2019.

Sebagai operator Lapangan Minyak Banyu Urip di Blok Cepu, EMCL berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, para perempuan yang berasal dari kelompok rentan di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro pun memiliki kesempatan untuk dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam merajut sehingga dapat berkontribusi untuk peningkatan penghasilan keluarga.

“Semoga semangat para perempuan perajut dari Bojonegoro dapat terus meningkat melalui partisipasi dalam kegiatan pameran seperti ini,” tutup Galih Tiara.

Tag : Jatim, fair, emcl


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat