21:00 . Selamat Jalan Dek Kamila   |   19:00 . Bangunan Misterius Muncul di Bengawan Solo   |   16:00 . Wisata Kracakan Niagara Mini dan Rajut yang Tembus Amerika   |   15:00 . Polsek Kota dan Dishub Gelar Pembinaan Bagi Operator Perahu   |   14:00 . Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas   |   13:00 . PMII Desak Bupati Jelaskan Uang Rakyat yang Didepositokan Rp2,9 T   |   12:00 . Aksi Mahasiswa Bojonegoro Soroti Silpa Tahun 2018   |   10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |   08:00 . 100 Perempuan Bojonegoro Dilatih Menjadi Perajut   |   07:00 . Cerita Drama Tangisan Anak, Agar Keinginannya Terpenuhi   |   22:00 . Sambut Milad, Rumah Sakit Aisyiyah Gelar Lomba Tahfidz   |   21:00 . Pemdes dan Kelompok Tani Ngadiluhur Balen Kendalikan Tikus   |   20:00 . Kurangi Pengangguran, Disperinaker Buka Job Fair 2019 Selama Dua Hari   |   19:00 . Disdikda Akui Atap Plafon Salah Satu SDN di Kecamatan Ngraho Ambrol   |   18:00 . Kodim 0813 Bojonegoro Gelar Pembinaan Wasbang Bersama Komponen Masyarakat   |  
Fri, 15 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 01 November 2019 10:00

Panen Telat, Harga Tembakau Anjlok

Panen Telat, Harga Tembakau Anjlok

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Turunnya harga jual daun tembakau di tingkat petani, diklaim oleh Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro. Hal itu disebabkan beberapa faktro, diantaranya sudah lewat masa panen tembakau, juga bisa karena ada ulah dari tengkulak.

Kasi Tanaman Rempah dan Empon-empon, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Bambang Wahyudi mengatakan, tanaman tembakau yang masih ada tinggal di spot-spot tertentu, dimana petani tembakau tersebut saat tanam masuk yang belakangan, padahal panen raya tembakau sendiri sudah lewat beberapa bulan lalu.

"Jadi petani tembakau yang masih memanen saat ini pastinya harganya turun," ujar Bambang sapaan akrabnya.

Selain itu, anjloknya harga tersebut bisa diakibatkan karena adanya permainan  tengkulak, sehingga petani tembakau hanya pasrah saat hasil tembakau dibeli.

Terpisah, Nyaidi, salah satu tengkulak mengaku harga jual daun tembakau turun drastis sejak 1 bulan terakhir. Padahal sebelumya harga jualnya bisa Rp2.700 hingga Rp3.000 perkilo gram. Namun saat ini harga jual tembakau paling mahal hanya sekitar Rp1.200.

"Usai membeli daun tembakau ini langsung dibawa di Kedungadem untuk di oven, sebelum dijual kembali," cakapnya saat ditemui blokBojonegoro.com.

Dari data yang diperoleh blokBojonegoro.com, total luas lahan tembakau yang ada di Bojonegoro tahun 2019 ini 11.210 ribu hektar, jumlah itu tersebar di 18 kecamatan. Rata-rata lahan  tembakau yang ditanam di Bojonegoro ada 3 jenis yakni tembakau Virginia, RAM dan Jawa. [saf/mu]

Tag : tembakau, disperta, harga jual tembakau

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat