10:00 . Pertamina EP Field Asset 4 Sosialisasi Pengeboran Lokasi Sukowati i003   |   09:00 . SKK Migas Jabanusa Perlu Media Menyampaikan Informasi dari Masyarakat   |   07:00 . Siapa yang Tahu, Lompong Punya Khasiat Menurunkan Tekanan Darah   |   06:00 . 4 Hari, 1.544 Rumah Rusak Disapu Angin   |   20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 03 November 2019 23:00

Petani Dander Sambut Musim Hujan dengan Persemaian Tray

Petani Dander Sambut Musim Hujan dengan Persemaian Tray

Pengirim: Iskak Riyanto*

blokBojonegoro.com - Hujan yang mulai datang sejak dua minggu terakhir ini membuat petani sudah tidak sabar untuk bercocok tanam. Mereka sudah mulai beraktifitas untuk menyiapkan lahan persemaian dan juga kepyak (membersihkan rumput dengan cangkul).

Hal ini juga dilakukan oleh Chamim, petani dari Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Sejak hujan pertama yang lalu ia mulai membuat lahan persemaian. Perendaman benih dilakukan pada 22 Oktober, rencana tanam pada 4 November 2019.

Uniknya ia menyemaikan benih padi tidak di hamparan sawah tetapi di depan rumahnya. Terdapat 5 rak tingkat yang berjejer. Namanya metode persemaian kering di tray/nampan untuk tanam memakai Rice Transplanter atau mesin tandur. 

"Media tanam dari campuran tanah subur dan kotoran hewan yang diayak halus dengan perbandingan 5:4," ujarnya, Minggu (3/11/2019).

Chamim melanjutkan bahwa persemaian metode ini lebih praktis, ekonomis, dan aman dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti tikus atau penggerek batang.  Karena tempatnya berada di sekitar rumah, sehingga setiap saat mudah dikontrol dan di amati pertumbuhanya.

"Kalau media tanah dirasa kering tinggal disiram pakai pompa air. Kalau ada OPT ya mudah pengendalianya," katanya.

Petani yang juga anggota jaringan Pos Pelayanan Agent Hayati (PPAH) Bojonegoro tersebut menambahkan bahwa persemaian kering ini sebenarnya bisa ditanam dengan Rice Transplanter atau secara manual. Kebutuhan benih hanya 17,5-20 kg untuk Rice Transplanter luasan sawah 1 hektar, kalau ditanam manual memerlukan benih sekitar 35 kg.

"Kalau disemai basah/manual di sawah biasanya memerlukan benih sekitar 40 kg," sambung pria ketua kelompok tani Rukun Bahagia Desa Jatiblimbing itu.

Kepala Seksi SDM Dinas Pertanian Bojonegoro, Djoko PW, mengapresiasi yang dilakukan oleh petani yang mendapatkan julukan profesor di mata kawan-kawan petani itu.

"Dia sosok yang peduli dengan kondisi petani yang banyak mendapat tekanan, baik ekonomi, alam, sosial, budaya bahkan kebijakan. Dia bisa dikategorikan petani pelopor, karena setiap mendengar dan tahu informasi tehnologi pertanian, selalu yang  pertama dalam  penerapannya," kata Djoko PW, Minggu (3/11/2019).

"Seperti persemaian tray/baki ini misalnya, dia  selalu yang pertama dalam penerapannya, bahkan banyak petani yang memesan untuk disemaikan olehnya. Apalagi pak Chamim biasa mengoperasionalkan Rice Transplanter sehingga benih di tray/baki/ sangat dibutuhkan," urai Djoko PW lagi.

Pria yang juga seorang mubaliq ini menambahkan bahwa sebetulnya hal yang mudah dan besar manfaatnya ini petani lain tidak ada alasan untuk tidak  mencontohnya, karena  selain mudah penyemaian benih model kering  ini akan mudah dalam pengawasan terhadap hama/ penyakit dan juga bisa mengurangi kebutuhan benih sehingga bisa menekan biaya produksi.

"Selamat dan terus berkarya pakdhe Kromo (panggilan Chamim) sebagai pelopor petani organik dan penerap dini informasi tehnologi, semoga petani yang lain mau mengikuti jejakmu," kata Djoko PW mengakhiri percakapan.

*PPL Disperta Bojonegoro

Tag : petani, dander, jatiblimbong, bojonegoro, persemaian

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat