10:00 . Pertamina EP Field Asset 4 Sosialisasi Pengeboran Lokasi Sukowati i003   |   09:00 . SKK Migas Jabanusa Perlu Media Menyampaikan Informasi dari Masyarakat   |   07:00 . Siapa yang Tahu, Lompong Punya Khasiat Menurunkan Tekanan Darah   |   06:00 . 4 Hari, 1.544 Rumah Rusak Disapu Angin   |   20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 07 November 2019 12:00

Antisipasi Bencana, BPBD Gelar Rakor Pengurangan Risiko Bencana

Antisipasi Bencana, BPBD Gelar Rakor Pengurangan Risiko Bencana

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Potensi bencana di Kabupaten Bojonegoro menjadi ancaman bersama. Sehingga untuk meminimalisir dampak bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengadakan rapat koordinasi pengurangan risiko bencana.

Kegiatan yang berlangsung di hotel & resto MCM, Kamis (7/1/2019) mengundang lintas sektoral yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), sesuai undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, termasuk peraturan menteri dalam negeri nomor 46 tahun 2008 tentang pendoman organisasi dan tata kerja BPBD. Termasuk Perda nomor 7 tahun 2012 tentang penanggulangan bencana Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Eko Susanto menuturkan, rapat koordinasi ini memberikan pemahaman bersama agar pengurangan resiko bencana dapat dirasakan lingkungan sekitar. Baik pra, saat dan pasca bencana sehingga masyarakat bisa menjadi tangguh bencana.

"Ke depan di lingkungan bencana bisa mampu menghadapi dan mengelola agar tidak menimbulkan korban banyak," paparnya yang juga ketua penyelenggara.

Menurut Pak Eko, bentuk nyata yang dilakukan pemerintah baik pusat, provinsi, daerah sampai desa harus mampu memfasilitasi wadah atau kelompok masyarakat PRB didalam komunitas. "Kita harapkan pengurangan resiko bencana kedepan bisa dimiliki dan bisa ditingkatkan pemahaman sesuai perannya masing-masing," jelasnya saat rapat koordinasi.

Sementara itu Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Umar Ghoni menyebut, BPBD sudah membentuk desa tangguh setidaknya ada lima desa yang sudah dilatih. "Kalau ada bencana masyarakat bisa mengantisipasi dan tahu caraya, dengan begitu desa bisa menjadi mandiri," ungkapnya.

Diharapkan melalui forum ini bisa merumuskan mencari solusi strategi daerah yang terancam bencana. Pasalnya Bojonegoro daerah risiko bencana, baik banjir, longsor, kebakaran dan yang lainnya.

Tampak selain seluruh forum pengurangan risiko bencana baik dari ormas, perwakilan dinas, LSM, media, pelaku usaha dan yang lainnya. Termasuk Asisten Pemkab Bojonegoro, Djoko Lukito memberikan pemahaman bersama untuk sinergitas semuanya dalam pengurangan risiko bencana. [rud/lis]

Tag : BPBD, risiko, bencana

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat