07:30 . Satpol PP dan Pedagang Tarik Meja   |   07:00 . Bolehkah Anak Makan Telur Setengah Matang?   |   06:00 . Ditertibkan Satpol PP, Pemilik Warung Buang Makanan   |   19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   18:00 . Petani Desa Sumengko Pilih Tanam Semangka, ini Alasannya...   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |  
Sun, 07 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 02 December 2019 19:00

Faktor Alam, Sarang Tawon Ndas Kerap Kali Dijumpai

Faktor Alam, Sarang Tawon Ndas Kerap Kali Dijumpai

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Beberapa minggu ini, keberadaan sarang tawon jenis Vespa Aviniss atau tawon Ndas memang kerap dijumpai, bahkan keberadaannya dinilai sangat meresahkan karena bisa membahayakan. Oleh karenanya, saat masyarakat menjumpai sarang tawon, banyak masyarakat langsung melaporkan keberadaan sarang tawon tersebut ke BPBD Bojonegoro, guna untuk dievakuasi.

Menurut Kabid Penyelamatan, Dinas Damkar Bojonegoro, Teguh Haris, fenomena maraknya keberadaan sarang tawon ndas yang kerap kali dijumpai beberapa minggu dikarenakan faktor alam karena akan datang musim penghujan. Dengan kondisi seperti itu keberadaan sarang tawon kerap kali dijumpai oleh masyarakat dan keberadaanyapun dinilai cukup meresahkan dan perlu untuk dievakuasi.

"Mulai Januari hingga November 2019, total ada 19 sarang tawon Ndas yang telah mendapatkan penanganan untuk dievakuasi," ungkap Teguh sapaan akrabnya.

Bahkan dalam satu minggu lalu, Dinas Damkar telah mengevakuasi sarang tawon ndas yang dirasa sangat membahayakan masyarakat, bahkan saat evakuasi itu petugas sempat mengevakuasi sarang tawon sebesar galon dengan cara dimasukan dalam karung.

"Ada beberapa metode evakuasi sarang yang diterapkan yakni dengan metode pengasapan dan dimasukkan dalam karung," terang Teguh kepada blokBojonegoro.com.

Dengan adanya fenomena keberadaan sarang tawon itu diharapkan masyarakat agar tidak panik bila mengetahuinya, namun pihaknya menghimbau agar segera melaporkannya ke Dinas Damkar agar segera mendapatkan penanganan evakuasi.[saf/ito]

Tag : sarang, tawon, ndas, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat