17:00 . LDII Ingin Bersinergi Majukan Bojonegoro   |   16:30 . Tetap Patuh Prokes, PW Fatayat NU Jatim Visitasi ASIFA PC Fatayat Bojonegoro   |   16:00 . Pasca Viral, Sehari Soto Seribuan Laku Hingga Ratusan Porsi   |   15:00 . Selamat PWI Jatim Luluskan 17 Wartawan Berkompeten   |   14:00 . Antusias, 52 Grup Bersaing Jadi Pemenang   |   13:00 . Bojonegoro Green Taman Kota Indah dan Cantik   |   12:00 . Berkelok-kelok Jalan Mulus Pelosok Desa   |   11:00 . Satgas Covid-19 Ingatkan Pengalaman Libur Panjang untuk Dijadikan Pelajaran   |   10:30 . Presiden BEM Unirow Ajak Masyarakat Jangan Sepelekan Covid-19   |   10:00 . Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional Terus Meningkat Menjadi 437.456 Orang   |   09:00 . Apa Saja Kandungan Vaksin?   |   08:00 . Ilatifa Fahira Putri, Merintis Usaha Saat Sibuk Skripsi.   |   07:00 . Agar Anak Tetap Aktif, Ini Deretan Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Rumah   |   06:00 . Akhir Pekan, Hujan Ringan Akan Guyur Bojonegoro Siang Ini   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, Kasus Baru di Bojonegoro Tambah 4 Orang   |  
Sat, 28 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 09 January 2020 17:00

Asyiknya Bermain Permainan Tradisional

Asyiknya Bermain Permainan Tradisional

Kontributor : Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Zaman yang semakin modern bukan berarti membuat permainan tradisional hilang ditelan bumi. Seperti yang dilakukan sekelompok murid MI Tarbiyatussibyan di Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Mereka setiap sepulang sekolah mengadu gangsing atau yang biasa di sebut dengan kekehan. Mirip dengan permainan beyblade yang sempat populer di kalangan anak-anak saat film asal jepang ini masih tayang.

Cara memainkan kekehan sendiri dengan bantuan seutas tali yang dililitkan pada kepala gangsing, lantas ditarik secara cepat sehingga gangsing berputar dengan kencang.

Putaran gangsing serupa memutar ingatan kita, terutama yang tumbuh di era tahun 80 sampai 90-an. Pada masa itu, permainan ini menjadi bagian akrab sebagai permainan anak-anak.

Ya, itulah gangsing sebuah permainan yang sangat legendaris dikarenakan keberadaannya sudah ada sejak lama di Nusantara.

Gangsing tradisional sendiri terbuat dari kayu. Kayu dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari benang nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.

Menurut Ilham (10) salah satu murid MI Tarbiyatussibyan, memainkan kekehan baginya sangat asyik apalagi bersama teman-temannya. Meski awalnya cukup ribet karena harus menggulung tali penarik gangsing, lama kelamaan dianggap sebuah tantangan.

"Lebih seru main kekehan dari pada main game online, kan ada tantangannya ketika memainkan game," ujarnya sambil memutar gangsing.

Apalagi semua terbayar dengan keseruan saat semua gangsing berputar di arena. “Begini malah lebih asyik dibanding dengan bermain game online,” pungkas dia. [her/mu]

Tag : Main, permainan, tradisional


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat