07:00 . Yang Bisa Anda Lakukan untuk Membantu Anak Berteman   |   20:00 . Peringati HPSN, SMPN 6 Gelar Gerebek Sampah   |   19:00 . Gunakan Kunci T, Komplotan Curanmor Beraksi saat Hiburan Elekton   |   18:00 . Harga Jual Dan Buyback Logam Mulia Merangkak   |   17:00 . Kembangkan Skill, SMK Pemuda Taruna Bojonegoro Luncurkan SMK MINI   |   16:00 . Musim Tanam, Petani Dominasi Agunan Ajuan Gadai   |   15:00 . Rp38 M untuk Peningkatan Fasilitas Sekolah   |   14:00 . Pengangkatan PPPK Belum Jelas   |   13:00 . Judi saat Pilkades, Dua Orang Diamankan   |   12:00 . Jogging Track Tingkatkan Kesehatan Sekaligus Kenyamanan Warga   |   11:00 . Transfer dari Pusat Telat, Bantuan Pangan Non Tunai Terlambat   |   10:00 . Jumat Pahing Penjual Bunga Boreh Pasang Lapak   |   09:00 . Fokus Keselamatan Kerja, Pertamina EP Gelar Puncak Peringatan Bulan K3   |   08:00 . DLH Beserta Perangkat Desa Gelar Jumat Bersih   |   07:00 . Anak Pendiam, Apakah Mungkin karena Faktor Keturunan?   |  
Sat, 22 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 10 January 2020 11:00

Lika-Liku Remaja, Gembala 24 Ekor Sapi

Lika-Liku Remaja, Gembala 24 Ekor Sapi

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Jika anda bertemu seorang remaja berusia 17 tahun bersama 24 ekor sapi di Hutan Paldaplang arah ke Kecamatan Sekar, berkaos kusam dan berwajah riang, sapalah ia dengan panggilan Nur.

Remaja asal Dusun Kalongan, Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro sejak kecil suka membantu kakek dan neneknya menggembalakan 24 sapi. Rutinitasnya ini sudah dilakukannya sejak masih bersekolah di SDN Karangmangu II. Sepulang sekolah, ia pasti membantu kakeknya dengan menggembala sapi.

"Dari pada saya ngalor ngidul nggak jelas, mending saya bantu kakek nenek saya untuk menggembala sapi," ujar siswa Kelas 2 SMA PGRI Ngasem itu.

Nur menggembala sapi bersama Ngatiyem neneknya disebuah lahan rumput hutan paldaplang. Untuk menuju ke tengah hutan dia harus menempuh jarak lebih dari tiga kilometer dari desanya. Dia terlebih dahulu menggiring 24 ekor sapinya ke sebuah sungai. Sampai di sungai sapi-sapi dibiarkan untuk meminum air sungai.

Setelah sapi-sapinya sudah meminum di sungai, nur melanjutkan menggiring 24 ekor sapinya menuju hutan melalui jalan naik turun dan berkelok. Tiba di tengah hutan yang terdapat rumput, sapi-sapinya mulai dibiarkan untuk memakan rumput sambil terus berjalan. Tak jarang ketika memakan rumput sambil berjalan, ada satu dua sapi yang terpisah dari gerombolan hewan ternak tersebut.

Bahkan,dirinya juga pernah menderita kerugian karena harus membayar denda orang lain. Karena hewan peliharaannya memakan tanaman palawija orang lain, tak pelak dia harus membayar ganti rugi.

“Dulu pernah, membayar ganti rugi kepada warga sebesar Rp 300 ribu, sebab tak tinggal bermain sapinya masuk ke ladang milik warga sekitar. Tapi untung waktu itu ada paman, jadinya langsung di kasih sama paman” terang Nur, sembari bercerita suka duka dalam menggembala sapi.

Lanjut dia, menggembala sapi juga sangat menghasilkan. Sapi tergolong hewan yang jinak dan bisa menurut kepada pemiliknya. Sapi merupakan hewan yang mudah dirawat dan digembala. “Ini sudah menyatu dengan perjalanan hidup saya. Apalagi saat di hutan menemani sapi cari makan rasanya sudah bahagia,” terangnya.

Jelang maghrib sapi-sapi itu digiring ke sungai untuk diberi minum kemudian baru pulang disimpan di kandang. [her/col]

Tag : Penggembala, remaja


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat