18:00 . Berburu Takjil, Lumpia Tribun Jadi Primadona   |   16:00 . 3 Bulan, Santunan Korban Meninggal Dunia Jasa Raharja Menurun   |   15:00 . Jelang Perayaan Hari Kartini, PNS Bojonegoro Siap Pakai Kebaya   |   14:00 . Inilah Susunan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Bojonegoro 2021-2026   |   13:00 . Dewan Kehormatan Dan Pengurus PMI Kabupaten Bojonegoro Resmi Dilantik   |   12:00 . Disiplin Penerapan Prokes, Satgas Covid-19 Tindak 20 Pelanggar   |   10:00 . Perkembangan Kurang Baik Zonasi Risiko Harus Menjadi Peringatan   |   09:00 . Indonesia Lebih Siap Hadapi Pandemi di Bulan Suci Tahun Ini   |   08:00 . Posko Berdampak Signifikan Dalam Penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia   |   07:00 . Keuntungan Lain Menyusui, Mencegah Penumpukan Lemak!   |   05:00 . 2 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 2 Orang   |   21:00 . Awal Ramadan, Jemaah Tarawih Penuhi Masjid di Bojonegoro   |   16:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Jasa Raharja Tembus Rp3,7 M   |   15:00 . Inpres Diteken Presiden Jokowi, Seluruh Elemen Pemerintah Harus Mendukung BPJS Ketenagakerjaan   |   14:00 . Jadwal Imsyakiah Wilayah Bojonegoro dan Sekitarnya   |  
Wed, 14 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Empat Bulan, 60 Orang Kena DB, 1 Meninggal

blokbojonegoro.com | Tuesday, 26 May 2020 14:00

Empat Bulan, 60 Orang Kena DB, 1 Meninggal

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Selama empat bulan, Januari hingga April tahun 2020 ini, penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro mencapai 60 orang. Dari total itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mencatat, dari 60 kasus yang terjadi di Bojonegoro paling banyak terjadi di bulan Januari dengan total 36 orang dan satu diantaranya meninggal dunia. Pada bulan Februari ada 16 orang, bulan Maret ada 6 orang dan bulan April 2 orang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Whenny Dyah Prajanti memprediksi, DBD ini muncul karena intensitas curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan genangan air di sejumlah tempat yang rawan menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti.

"Jentik Aedes Aegypti biasanya berada di genangan air jernih, misalnya pada genangan air yang berada di barang bekas, cekungan pepohonan dan lainnya," ungkapnya.

Walaupun mengalami penurunan pada tiga bulan terakhir, diharapkan masyarakat tetap waspada dan menerapkan pola hidup sehat. Sebab, penyakit DBD ini tidak mengenal musim lantaran jika masih ada genangan air akan dijadikan sarang untuk berkembang biak.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Hal ini bertujuan guna mengantisipasi berkembangnya jentik nyamuk aedes aegypti yang dapat menyebabkan penyakit DBD.

"Kami mengimbau kepada warga agar terus kerja bakti untuk memberantas jentik nyamuk yang menyebabkan penyakit DBD. Kami juga berharap warga berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan," lanjutnya.

Perlu dicatat juga, perkembangan nyamuk aedes aegypti sebenarnya tidak terjadi pada musim penghujan saja. Musim kemarau sebenarnya juga  berpeluang kuat, asalkan ada penyimpanan air yang tidak tertutup dengan rapat.

"Musim kemarau sangat memungkinkan juga, sebab banyak masyarakat yang menyimpan air untuk kebutuhan kemarau, sehingga harus benar-benar memperhatikan," pesannya kepada blokBojonegoro.com. [din/mu]

Tag : kesehatan, demam berdarah, db, dbd, demam, demam berdarah bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat