07:00 . Kencan Virtual dengan Pacar Jadi Solusi Obati Rindu di Masa Pandemi   |   21:00 . Waspada, Kasus Aktif Covid 19 di Kanor Makin Tinggi   |   20:00 . Akhir Tahun 2020 Beasiswa Tugas Akhir Segera Dicairkan   |   19:00 . 17 TPS di Kota Bojonegoro Masih Kurang Tampung Tingginya Sampah   |   18:00 . Tahun 2020, Puluhan Miliaran Digelontorkan untuk Madin   |   16:00 . Histeris.....!!! Saat Satu Orang Ikut Terbang Bersama Layangan Naga   |   15:00 . Harga Logam Mulia Meroket Tajam, Masyarakat Banyak Ajukan Buyback   |   14:00 . Sidang Ke IV, Para Tergugat I,II,III dan IV Bacakan Tanggapanya Terkait PI Blok Cepu   |   13:00 . Masker Medis Mulai Kembali Diburu Masyarakat   |   12:00 . Hampir Tak Mendaftar, 2 Jam Ngebut Rekaman dan Bikin Video Clip   |   11:00 . Murid Peristiwa Harmonni Masuk Finalis Campus Harmony 2020, Ayo Dukung...!   |   10:00 . Pancaroba, BPBD Himbau Masyarakat Mewaspadai Hujan Disertai Angin Kencang   |   09:00 . Kekeringan di Bojonegoro Diprediksi Tak Separah 2019   |   08:00 . Layanan Rapid Tes Dialihkan di Puskesmas   |   07:00 . Orangtua Perlu Tahu, 4 Tips Ajari Anak Saat Belajar Online   |  
Wed, 30 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 13 August 2020 13:00

Populasi Hewan Ternak di Bojonegoro Terus Meningkat

Populasi Hewan Ternak di Bojonegoro Terus Meningkat

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Sektor peternakan di Kabupaten Bojonegoro lambat laun mulai menunjukan perkembangan. Program peternakan seperti sapi, kambing dan domba terus mengalami pertumbuhan yang memuaskan. Meskipun prosesnya cukup lama, namun dipastikan peningkatan ini merupakan indikator adanya perkembangan positif.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro mencatat, dari tahun 2016 hingga tahun 2019, tiga hewan ternak yaitu sapi, kambing dan domba mengalami peningkatan populasi yang cukup pesat. Bahkan, ada sekitar 6 ribu ekor hingga 11 ribu ekor setiap tahunnya.

Sekretaris Disnakkan Kabupaten Bojonegoro,  Imam Suprayogi mengungkapkan, setiap tahun tigas jenis hewan pemakan rerumputan tersebut, mengalami peningkatan populasi yang berfariasi. Untuk sapi potong pada tahun 2016 berjumlah 201.954 ekor, pada tahun 2017 berjumlah 218.131 ekor, pada tahun 2018 berjumlah 231.120 ekor dan pada tahun 2019 berjumlah 240.665 ekor.

Kemudian, untuk hewan kambing pada tahun 2016 berjumlah 122.961 ekor, pada tahun 2017 berjumlah 129.503 ekor, pada tahun 2018 berjumlah 135.570 ekor dan pada tahun 2019 berjumlah 142.293 ekor. Sedangkan untuk hewan domba, pada tahun 2016 berjumlah 153.264 ekor, pada tahun 2017 berjumlah 161.408 ekor, pada tahun 2018 berjumlah 169.990 ekor dan pada tahun 2019 berjumlah 181.075 ekor.

"Kalau data pada tahun 2020 ini masih kita rekap, semoga terus mengalami peningkatan populasi," ujarnya, Kamis (13/8/2020).

Imam menjelaskan, wilayah Bojonegoro yang paling banyak populasi dari ketiga hewan tersebut berasal dari Kecamatan Tambakrejo, Kedungadem dan Ngasem. Ketiga Kecamatan ini, memang mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) yang mewadai untuk peternakan hewan jenis herbivora dengan luas wilayah yang cukup besar, serta ditambah tradisi masyarakat setempat yang suka dengan berternak.

Sebagai upaya untuk meningkatan populasi ternak yang ada di Bojonegoro, Disnakkan terus melakukan berbagai upaya seperti halnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para peternak melalui Kelompok Ternak binaanya. Dalam peningkatan SDM ini, para peternak mendapatkan pengetahuan  tentang bagaimana cara beternak yang baik dan juga mendapatkan bantuan dana melalui perbankkan.

"Kita juga ada progam Inseminasi Buatan (IB) gratis untuk sapi betina, guna meningkatan jumlah populasi sapi yang ada di Bojonegoro," sambungnya.

Imam juga berharap agar progam peningkatan jumlah hewan ternak di Bojonegoro bisa berhasil, masyarakat diharapkan tidak menyembelih hewan betina. Pasalnya, hewan betina merupakan kunci utama untuk meningkatkan jumlah populasi hewan ternak.

"Boleh saja menyembelih hewan betina, asalkan hewan tersebut sudah tidak bisa bereproduksi atau 'merger' dan itu juga sudah ada undang-undangnya agar tidak menyembelih hewan berjenis kelamin betina," imbuh Imam.

Untuk mengantisipasi penyakit-penyakit yang menyerang hewan ternak, pihaknya telah menempatkan petugas atau penyuluh peternakan di setiap Kecamatan, guna memantau perkembangan hewan ternak masyarakat. Petugas di lapangan selalu menjalin komunikasi dengan peternak maupun ketua kelompok ternak di wilayah masing-masing, untuk memastikan dan memantau kesehatan ternak.

"Setiap Kecamatan kita juga telah menempatkan petugas kita, untuk memeriksa hewan ternak jika ada laporan dari masyarakat," tutup pria asal Kabupaten Bondowoso ini.[din/col]

Tag : Peternakan, kambing, domba


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat