16:00 . Hujan Disertai Angin Kencang, Tiga Pohon Tumbang ke Jalan   |   15:00 . BMG Sabet Juara 2 Kategori AJP   |   14:00 . Pameran Virtual Bulan Desember, dari 30 Perupa untuk Indonesia   |   13:00 . Zahrotul Aini Peraih IPK Tertinggi yang Hobi Main Game   |   11:00 . Covid-19 Berbahaya, Pencegahan denan Vaksin dan 3M   |   10:00 . Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lebih Baik dari Rata-Rata Dunia   |   09:00 . Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Sudah Mencapai 458.880 Orang   |   08:00 . Warga Dusun Terpencil Boti Puji Kinerja Bupati Anna   |   07:00 . Mengapa Stres Membuat Kita Rentan Jatuh Sakit?   |   06:00 . 397 Pasien di Jatim Sembuh, Kasus Baru Tambah 460 Orang   |   05:00 . 5 Pasien di Bojonegoro Sembuh, Kasus Baru Bertambah 5 Orang   |   23:00 . Seleksi Bojonegoro FC, Dikerucutkan Jadi 30 Pemain   |   22:00 . Era Industri, Pemkab Optimalkan Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah   |   21:00 . BPBD Bojonegoro Minta Warga Waspadai Fenomena La Nina   |   20:30 . KPC PEN Gelar Webinar Kolaborasi dengan Pemkab Bahas Vaksin Covid-19   |  
Thu, 03 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 17 September 2020 07:00

Selingan Bermain agar Anak Tidak Stres Belajar Online

Selingan Bermain agar Anak Tidak Stres Belajar Online

Redaksi: -

blokBojonegoro.com - Agar tidak memikul stres luar biasa saat mengajarkan anak belajar online di masa pandemi Covid-19, orangtua bisa menyelingi belajar dengan mengajak bermain. Hal itu bisa dilakukan agar tidak terulang lagi kasus orangtua tega membunuh anak saat belajar daring.

Beberapa hari lalu, seorang ibu berinisial LH (26) tega membunuh anaknya berusia 8 tahun di Lebak, Banten. Kejadian itu dikarenakan sang anak sangat susah diajarkan saat belajar online. Bahkan jasad sang anak dikubur oleh kedua orantuanya yakni LH dan IS dengan pakaian lengkap di Kecamatan Cijaku, Lebak, Banten.

Cara mengajarkan anak belajar online dengan diselingi bermain dilakukan oleh orangtua bernama Elizabeth. Dia merupakan karyawasan swasta yang bekerja di Semarang, sebelumnya dia bekerja di Jakarta.

"Ya kalo saya dibawa enjoy aja dan posisikan diri saya sebagai anak, pasti mereka juga jenuh di rumah aja. Paling saya siasati bermain sambil belajar. Ini biar ga stres dan tidak mengganggu mental mereka," kata Elizabeth kepada Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Suami dan istri saling melengkapi

Elizabeth mengatakan, bila dirinya mengalami rasa bosan ketika mengajarkan anak belajar online, maka suaminya yang akan menggantikannya. Pada intinya, orangtua harus saling melengkapi saat masa pandemi seperti ini.

"Kalau bosan, saya gantian sama papanya yang jadi guru. Ngajarin anak jadi ya bersama-sama, saling melengkapi saja, agar anak lancar dalam menjalankan belajar online yang diberikan oleh sekolah," terang Elizabeth.

Pada saat ini, lanjut dia, anaknya sudah kelas 2 SD di Don Bosco, Semarang, Jawa Tengah. Di umur seperti anaknya, memang orangtua harus memiliki sabar dan kekuatan yang penuh, agar emosi tidak diluapkan ke anak-anak.

"Seperti kejadian yang di Lebak, Banten, umur anaknya seumur dengan anak saya. Saya sangat prihatin sekali, kalau dibilang emosi pasti ada rasa itu saat mengajarkan anak, namun orangtua harus paham keadaan anaknya yang saat ini sedang mengalami gejolak luar biasa di pandemi Covid-19," tegas dia.

Sabar dan semangat dampingi anak

Dia berharap kepada seluruh orangtua agar terus sabar dan semangat dalam membimbing anak saat melakukan belajar online. Jangan sampai ada korban yang berjatuhan lagi, karena kejadian yang di Lebak, sudah memukul rasa dan emosi para orangtua dan anak yang ada di negeri ini.

"Saya harap itu, saya sudah baca beritanya. Kejadian itu astaga sekali. Sebagai orangtua ya harus paham anaknya," tutup Elizabeth.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan, sekolah, anak


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat