07:00 . Awas, Kurang Paparan Lingkungan Hijau Tingkatkan Risiko ADHD pada Anak   |   20:00 . Grebek Pasangan Mesum, Satpol Temukan Alat Kontrasepsi Bekas Pakai   |   19:30 . Banjir Bandang Terjang 4 Desa di Gondang   |   19:00 . TMMD Perkuat Sinergitas Personel TNI dengan Masyarakat   |   18:00 . Reses, Farida Hidayati Sampaikan Kerawanan Pinjam Online   |   17:00 . Sinergitas Pelajar Putri Nahdlatul Ulama dalam Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045   |   16:00 . PC Fatayat NU Bojonegoro Ikuti Vaksinasi   |   15:00 . Wagub Emil Didampingi Bupati Anna Tinjau Lokasi TMMD di Desa Ngrancang   |   14:00 . Di Tangan Totok, Bonsai Endemik Bojonegoro Jadi Indah dan Berharga Fantatis   |   13:00 . Bupati Bojonegoro: TMMD Mampu Mempercepat Pembangunan di Daerah Terisolir   |   12:00 . Wakil Gubernur Hadiri Pembukaan TMMD di Bojonegoro   |   10:00 . Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi Membangkitkan Pariwisata Indonesia   |   09:00 . Angka Kesembuhan Nasional Semakin Bertambah Mencapai 1.151.915 Orang   |   08:00 . 17 Hari Bebas COVID-19, Doni Monardo Donor Plasma Konvalesen   |   07:00 . Kaki Sulit Diangkat, Waspadai Gejala Diabetes   |  
Wed, 03 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Anomali Iklim La-Nina Berkembang Sebabkan Curah Hujan Tinggi di Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Saturday, 03 October 2020 11:00

Anomali Iklim La-Nina Berkembang Sebabkan Curah Hujan Tinggi di Bojonegoro

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Anomali iklim global, menunjukkan anomali iklim La-Nina tengah berkembang di Samudra Pasifik, dengan perkembangan itu, Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur, dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati angka -0.5°C, yang menjadi ambang batas kategori La Nina.

"Berdasarkan prediksi BMKG, adanya peningkatan anomali iklim itu, bakal ada peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen atau di atas normalnya," kata Kepala BPBD Bojonegoro, Nadief Ulfia.

Meski demikian dampak La-Nina tidak seragam di seluruh Indonesia, bahkan Pada Bulan Oktober hingga November, diprediksi akan ada peningkatan curah hujan bulanan akibat iklim anomali La-Nina, dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera.

"Sedangkan bulan Oktober ini beberapa wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan tidak terkecuali sebagian wilayah Jawa Timur," paparnya.

Masih kata Nadief Ulfia, seiring adanya Peningkatan curah hujan diawal musim hujan ini, juga akan berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.

Dengan sudah masuknya awal musim hujan dan adanya peningkatan curah hujan itu, diharapkan agar dapat mengelola lebih optimal terkait tata kelola pengelolaan air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, seperti dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih.

"Tidak hanya itu, dihimbau kepada masyarakat juga harus berhati-hati saat datang musim penghujan," pungkasnya. [saf/mu]

 

Tag : cuaca , iklam


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat