08:00 . Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal   |   07:00 . Kesal dengan Suara Dengkuran Pasangan? Coba Lakukan Trik Aneh Ini   |   06:00 . PPKM Diperpanjang Hingga 8 Februari   |   20:00 . Wacana Pasar Kota Dipindah, Pedagang Resah Bentangkan Spanduk   |   19:00 . Diterpa Pandemi, Ini Cara Bisnis Hotel dan Restoran Tetap Bertahan   |   18:00 . dr. Reisa: Bersama Kurangi Beban Garda Terdepan Penanganan Covid-19   |   17:00 . Prakiraan Cuaca, 3 Hari ke Depan Bojonegoro Diguyur Hujan Sedang   |   16:00 . Sebarkan Berita Benar, Laporkan dan Lawan Hoaks, Begini Caranya   |   15:00 . Meski Grafik Menurun, Jumlah Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Masih Tinggi   |   14:00 . 100 CPNS Guru SMA-SMK se Bojonegoro dan Tuban Terima SK   |   13:00 . Jembatan Kalibedah di Jalur Padangan-Ngawi Longsor   |   12:00 . Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diperpanjang Hingga 8 Februari   |   11:00 . Peduli Covid-19, Biznet Serahkan Ribuan Masker ke RSUD Bojonegoro   |   10:00 . Bulog Bojonegoro Pastikan Stok Beras Aman Sampai 6 Bulan Kedepan   |   09:00 . Pasien Sembuh di Indonesia Meningkat, Menjadi 798.810 Orang   |  
Tue, 26 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Hiperandrogen Bisa Picu Haid Tak Lancar, Simak Penjelasannya

blokbojonegoro.com | Thursday, 26 November 2020 07:00

Hiperandrogen Bisa Picu Haid Tak Lancar, Simak Penjelasannya

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Hormon androgen atau testosteron dikenal sebagai hormon yang banyak ditemukan pada pria.

Namun, hormon ini juga berperan penting dalam tubuh wanita meski jumlahnya sedikit.

Fungsi hormon androgen pada wanita antara lain mengatur organ-organ di dalam tubuh seperti organ reproduksi, tulang, ginjal, hati, dan otot.

Sayangnya, jika produksi hormon ini berlebihan pada wanita maka akan menyebabkan berbagai macam masalah.

Salah satunya dapat memicu haid yang tidak lancar, baik jadwalnya yang mundur atau tidak haid sama sekali.

"Wanita yang memiliki hormon androgen berlebihan ( hiperandrogen) juga harus menjaga pola makannya karena makanan berlemak tinggi akan dipecah menjadi hormon androgen lagi."

Demikian penjelasan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr Kartika Cory, SpOG dalam diskusi virtual bersama Halodoc melalui aplikasi Zoom, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, wanita yang memiliki kadar hormon androgen berlebihan cenderung berpotensi tinggi terkena sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS).

Sindrom ini dapat membuat berat badan tiba-tiba naik, dan juga membuat wanita di usia subur mengalami gangguan haid.

Oleh sebab itu, jika dalam siklus haid normal yakni 21-35 hari seorang wanita tidak mengalami haid sama sekali, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter.

"Gangguan PCOS biasanya dapat diketahui melalui USG. Setelah itu pasien akan diberikan terapi hormonal supaya seimbang dan bisa kembali haid dengan teratur," ujar dia.

Di samping terapi, Dr Kartika merekomendasikan wanita dengan PCOS berkonsultasi pada pakar gizi maupun nutrisi untuk dapat menghindari makanan yang semakin meningkatkan kadar hormon androgennya.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat