21:00 . Sejarah Perguruan Silat PSHT di Bojonegoro   |   20:00 . Kesiapsiagaan Bencana Penting Guna Cegah Penularan Covid-19 di Pengungsian   |   19:00 . Sejauh ini, Semua Laporan KIPI Bersifat Ringan   |   18:30 . Agar Banjir Tidak Melebar ke Jalan Raya, Petugas Membuat Saluran   |   18:00 . Pemkab Minta Puskesmas Mendata Penyitas Covid-19 untuk Donor Plasma Konvalesen   |   17:30 . Bupati Anna Meninjau Jembatan Putus Pasca Banjir   |   17:00 . Jalan Nasional di Bojonegoro Tergenang Banjir   |   16:30 . Jembatan Ambrol Diterjang Banjir Bandang   |   16:00 . Tunggu Banjir Surut, Warga Kalianyar Cari Ikan   |   15:00 . Banjir Kiriman Kembali Genangi Pemukiman di TPK Bojonegoro   |   14:00 . Empat Kecamatan Banjir, Rumah Hingga Ternak Warga Hanyut   |   13:00 . Banjir di Kalianyar Merendam 614 Rumah dan 44,337 Hektar Sawah   |   12:30 . Akibat Air Kiriman, Jalan Nasional Bojonegoro-Babat Terendam Sampai 30 Cm   |   12:00 . Reaksi Pascavaksinasi Kebanyakan Hanya Pegal, Lapar, dan Ngantuk   |   11:30 . Intensitas Hujan Tinggi, Banjir Genangi Rumah Warga   |  
Thu, 21 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Nyeri Haid Hilang Setelah Menikah, Mitos atau Fakta?

blokbojonegoro.com | Friday, 27 November 2020 07:00

Nyeri Haid Hilang Setelah Menikah, Mitos atau Fakta?

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Nyeri haid yang kerap dialami oleh para perempuan bisa bermacam-macam. Ada yang hanya seperti sakit perut biasa, perut melilit, dan bahkan membuat pingsan.

Banyak rumor yang menyebutkan kalau nyeri haid bisa menghilang setelah perempuan menikah, terutama seusai melahirkan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Kartika Cory, SpOG menjelaskan, nyeri haid biasanya disebabkan karena gangguan pada jaringan yang biasanya melapisi rahim tumbuh di luar rahim atau endometriosis.

"Jadi jaringan ini tidak berada dalam rahim, melainkan ia melekat di bagian yang tidak semestinya," katanya saat diskusi virtual bersama Halodoc melalui aplikasi Zoom, Rabu (25/11/2020).

"Jaringannya bisa melekat pada indung telur, saluran telur, atau usus yang kemudian saat tiba waktunya proses pelepasan posisinya tidak berada di tempatnya," sambung dia.

Hal tersebut menyebabkan, fimbria yang mirip dengan jari tangan tidak dapat bekerja dengan baik untuk menangkap sel telur (ovum) yang dikeluarkan indung telur.

"Sementara, kalau perempuan yang sudah melahirkan biasanya nyeri haid akan menghilang karena tubuh sudah lebih kuat," kata Kartika.

Jadi, pembentukan tubuh yang lebih kuat otomatis dapat membuat endometriosis akan hilang dengan sendirinya.

Di sisi lain, endometriosis pada perempuan tidak hanya membuat nyeri saat haid tetapi juga bisa mengganggu kesuburan.

Sehingga, perempuan dengan kondisi endometriosis akan lebih kesulitan memiliki anak. Meski begitu, Kartika menyarankan agar endometriosis dapat dikonsultasikan ke dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat