20:00 . 5 Aplikasi Edit Foto dengan Mudah di HP   |   19:00 . Giat Perdana, FKUB Bojonegoro Gelar Raker dan Seminar Kebangsaan   |   18:00 . Pertama Kalinya Cristiano Ronaldo Sujud Syukur dulu Baru Siuu... Usai Cetak Gol   |   16:00 . Kursi KA Ekonomi Dimodifikasi, Netizen: Semoga Tarif Tak Dinaikkan   |   15:00 . Kabar Duka, Tokoh Samin Bojonegoro Tutup Usia   |   11:00 . Hari Ini dan Besok Matahari Melintasi Atas Ka'bah, Waktu Tepat Cek Arah Kiblat   |   09:00 . Terima SK, Ratusan PPPK Tenaga Kesehatan Bojonegoro Sumringah   |   08:00 . 5 Tahun Terakhir Angka Kasus Stunting di Bojonegoro Terus Turun   |   07:00 . Jangan Biarkan Anak Langsung Berenang Setelah Makan, Emang Apa Sih Bahayanya?   |   22:00 . Hendak Hadiri Salawatan, Dua Syekhermania Terjatuh dari Truk di Balen   |   22:00 . Bupati Anna Serahkan SK PPPK Nakes, Masa Kerja 5 Tahun   |   20:00 . Mengenal Champ, Motor Ayam Jagonya Yamaha dari Gen Alfa   |   19:00 . Berikut Jadwal Keberangkatan Calon Jemaah Haji Bojonegoro Embarkasi Surabaya   |   18:00 . Game Jadul PS 2 Bikin Nostalgia   |   17:00 . Timsel Calon Anggota Bawaslu Zona 2 Jatim Sosialisasi Tahapan Pendaftaran   |  
Sun, 28 May 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Blok Buku

Manis itu Pahit

blokbojonegoro.com | Sunday, 25 November 2018 06:00

Manis itu Pahit

Peresensi : Ita Munawaroh

Novel berjudul Manis Itu Pahit menceritakan sesosok pemuda yang Mualim Fahmi, Dia tinggal di bukit dengan kesehariaannya mengajari anak-anak kecik membaca, menumis dan mengaji. Fasilitas tempat pendidikan tersebut di bangunnya sendiri dan itupun juga rumahnya dibagi menjadi dua, yang satu untuk tempat tinggalnya dan yang satunya untuk fasilitas pendidikan anak-anak kampung. 

Hari demi hari kehidupan Mualim Fahmi selalu sendiri, hanya ditemani burung berkicau saat pagi hari hendak bangun dari tudur.  Dan ketika malam hanya suara angin sepoi-sepoi yang menyapanya dan suara jangkrik-jangkrik tanah, sangat begitu hampa kehidupan Mualim Fahmi. 

Malam itu Mualim Fahmi berniatan hendak mendaki bukit untuk menikmati suasana malam hari. Dinginnya malam selalu di terobos, tetapi ditengah perjalanan Mualim Merasa ada yang aneh, mata Mualim lurus kedepan memandangi wanita yang sedang melakukan ritual di malam hari di bukit dengan sendiri. Wanita tersebut menghambur-hamburkan kantong yang dibawanya dan melanjutkan ritual lagi. Dari kejadian tersebut Mualim sangat takut. Dan dia pun bergegas kembali ke tempat tinggalnya dan tidak melanjutkan kegiatan mendaki bukit. 

Dari kejadian di bukit itu mualim selalu memikirkannya, wanita yang sempat ia pandangi tersebut memancarkan aura cahaya di wajahnya.tetapi dari lamunan tersebut tiba-tiba Mualim teringat kejadian masa lampaunya bersama Karimah, Itu adalah wanita yang Mualim cintai saat masih muda, tetapi wanita tersebut meninggal gara-gara kecelakaan bersama laki-laki lain. 

Hari demi hari kehiduapn Mualim selalu sendiri. Saat itu Mualim hendak silaturahmi ke rumah tetangganya,sesampai disana Mualim teringat wanita yang malam hari mengadakan ritual di bukit. Ternyata wanita tersebut adalah anak kiai dari desa ini yang benama Kunuz, dan ternyata wanita tersebut ritual untuk meminta pertolongan dari Maha Kuasa agar bisa menyembuhkan penyakit Ayahnya. Dari cerita tersebut Mualim baru menyadari kalau wanita tersebut sangat sayang terhadap Ayahnya. 

Dari kejadian setiap hari ritual untuk bisa menyembuhkan Ayahnya, Mualim pun berpendapat bahwa jangan minta pertolongan terhadap siapapun selain Allah, dan kalau ingin bisa mengetahui penyakit yang diderita oleh Ayahmu maka cepat bawa ke dokter. Dari pendapat seperti itu. Kunuz Tidak menyetujui pendapat dari Mualim, karena. Kunuz sudah percaya bahwa dewa gunung pun bisa menyembuhkan penyakit Ayahnya. 

Ritual selalu dijalani setiap hari, malam pun tiba. Kunuz Bermimpi dia bertemu dengan dewa gunung bahwa segera untuk membawa ayahnya ke dokter. Agar penyakitnya bisa sembuh. 

Kini Mualim pun datang kerumah Kunuz menjenguk ayahnya. Dan menanyakan kabarnya, tapi disisi lain Mualim heran dengan raut wajah Kunuz yang murung dan Mualim pun bertanya. Setelah cerita Mualaim pun berkata ya jadi benar bahwa "Dewa Gunung juga sependapat dengan saya untuk mengajak Ayahmu datang ke dokter," ujarnya. 

Pagi itu bersama Ayahnya pergi ke kota untuk memeriksakan Ayahnya dengan naik kapal dan disambut salam perpisahan oleh warga di pelabuhan,  sesekali hati Mualim pun tersentak kenapa dirinya selalu kehilangan wanita yang di cintai memang dulu sama sekarang hatinya sama saja tidak ada yang beda.  Dan kini salam perpisahan dari Kunuz. Pun berada di depan mata di pelabuhan ini di pagi hari. 

Cerita dalam novel ini menarik untuk dicermati, selain itu bukunya yang tipis membuat pembaca bisa menghatamkan bacaan sekali duduk. Namun sayangnya, biografi penulis tidak tercantum dalam novel. 

 

Identitas Buku

Judul : Manis Itu Pahit

Penulis : FuadThulbah

Penerbit : PT RAJAGRAFINDO PERSADA

Tahun Terbit : 2005

Jumlah halaman : 87 halaman

Tag : blok buku, resensi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Tuesday, 11 April 2023 18:00

    Lokakarya Video Pendek

    Reporter BMG Menjuarai Lomba Video Pendek EMCL

    Reporter BMG Menjuarai Lomba Video Pendek EMCL Reporter blokBojonegoro.com (bB) dan blokTuban.com (bT) yang tergabung dalam Blok Media Group (BMG) berhasil memborong juara pada Lomba Video Pendek yang diselenggarakan operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat