17:00 . Jelang Lebaran, Pendapatan Salon Meningkat   |   16:00 . 99,13 Persen Warga Bojonegoro Terintegrasi JKN-KIS   |   15:00 . Harga Jilbab Merangkak Naik, Jelang Lebaran Pembeli Juga Meningkat   |   14:00 . Kapolres Bojonegoro Imbau Warga Tidak Melakukan Takbir Keliling   |   13:00 . Jembatan Glendeng Ambles, Kapolsek Soko Tinjau Kembali   |   10:00 . SMK Migas Bojonegoro Bagi Takjil Kepada Masyarakat   |   09:00 . Jelang Lebaran, Jasa Ekspedisi Kebanjiran Paket Barang   |   08:00 . Chef Sarwan Berbagi dengan Yatim-Dhuafa Sarangan   |   07:00 . Cukup Makan Telur 1-2 Butir Sehari, Ini Efeknya Bila Berlebihan!   |   06:00 . Chef Sarwan Bersama Yatim dan Dhuafa   |   22:00 . Tiga Narapidana Lapas Bojonegoro Langsung Bebas Saat Lebaran   |   21:00 . Komisi A DPRD Bojonegoro Tanggapi Aduan Masalah Rekrutmen Perangkat Desa   |   20:00 . EMCL Salurkan Dukungan 1,320 Sembako di Wilayah Operasi   |   19:30 . PBNU Tetapkan Hari Raya Idul Fitri1 Syawal 1442 H Kamis 13 Mei 2021   |   19:00 . Tradisi Colok-colok Malam Songo Jelang Idul Fitri   |  
Wed, 12 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Plt Kepala Bakesbangpol Sembuh dari Covid-19 (1)

Kuncinya Sabar dan Tetap Jaga Kesehatan Badan

blokbojonegoro.com | Sunday, 07 June 2020 15:00

Kuncinya Sabar dan Tetap Jaga Kesehatan Badan

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Meskipun jumlah orang yang positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro masih ada penambahan, namun jumlah orang yang dinyatakan sembuh juga bertambah. Bahkan, hingga Minggu (7/6/2020) jumlah orang yang sembuh lebih banyak dibandingkan yang meninggal dunia.  Jumlah positif terkonfirmasi kumulatif sebanyak 63 orang, meliputi yang dirawat 39 orang, meninggal dunia 11 orang dan sembuh 13 orang.

[Baca juga: Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang ]

Dari jumlah tersebut, salah satunya adalah Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi yang juga pernah dinyatakan positif Covid-19, hingga Swab terakhir yang dilakukan hasilnya adalah negatif. Sehingga dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalankan aktifitas dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Saat ditemui blokBojonegoro.com dengan tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan, Mahmudi menceritakan saat dirinya menjalani isolasi setelah mengikuti rapid test dan swab.

Pria yang juga Sekretaris Bakesbangpol Bojonegoro itu menjelaskan, awal mengikuti rapid test pertama, tanggal 28 April 2020 dengan hasil reaktif.

"Setelah dinyatakan reaktif, selanjutnya menjalani isolasi," ujar Mahmudi.

Hari berikutnya, lanjut Mahmudi, dilakukan swab hasilnya adalah negatif. Meski demikian, dirinya tetap mengikuti aturan dengan isolasi selama 14 hari. Kemudian pada tanggal 11 Mei 2020, dirinya kembali mengikuti rapid test hasilya non reaktif.

"Hari itu dan saya berani pulang karena hasil yang kedua itu hasilnya negatif," kata pria yang tinggal di Kecamatan Kapas ini.

Selama satu Minggu merasa biasa di rumah kemudian tanggal 18 Mei 2020 swab test hasilnya positif kembali. Sehingga, untuk menjaga diri dan lingkungan keluarga juga, dirinya isolasi di Rumah Sakit swasta terkenal di Bojonegoro.

Meskipun harus terpisah kembali dengan keluarga, Mahmudi tetap semangat menjalani isolasi. Terlebih, dari pihak keluarga yang juga menjalani rapid test, hasilnya non reaktif, sehingga menjadi motivasi bagi dirinya agar tetap semangat dan optimis bisa sembuh.

"Swab test berikutnya tanggal 26 Mei, hasilnya negatif. Dan swab terakhir, tanggal 2 Juni alhamduillah hasilnya juga negatif dan dinyatakan sehat," kata Mahmudi.

Mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kedungadem itu menambahkan, meskipun dirinya dinyatakan positif Covid-19, namun ia tidak merasakan keluhan-keluhan apapun. Karena memang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Walaupun begitu, Mahmudi tetap menjalankan aktifitas menjaga kebugaran tubuh selama karantina, seperti berjemur, olahraga, minum vitamin, tak lupa juga menjalankan ibadah sebagai seorang muslim dan sabar sebagai kuncinya.

"Kalau capek ya pernah, seperti lumrah orang capek. Tapi agar tetap segar, saya minum vitamin serta menambah asupan gizi agar imun badan tetap terjaga," imbuhnya.

Saat menjalani isolasi, diakuinya ada juga ujian yang menerpa dirinya. Salah satunya, banyak kabar beredar luas di media sosial, terutama di Whatapss Group (WAG) bahwa dirinya sampai dibawa ke Surabaya karena terinfeksi virus corna itu. Sehingga, dirinya memberikan klarifikasi kepad Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, bahwa kondisinya masih sehat dan segar bugar, serta masih menjalani karantina di Kota Migas. Sedangkan untuk yang dibawa ke Surabaya adalah sampel yang dilakukan swab test.

"Dampaknya di sosial masyarakat yang resah dengan kabar adanya Covid-19 ini. Seharusnya, masyarakat tidak usah panik, namun tetap waspada dengan virus ini. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya. Jangan anggap remeh Covid-19 ini, dan tetap jalankan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah," pesan Mahmudi. [ito/mu]

Tag : Bakesbangpol, bojonegoro, Kepala, Swab, rapid, sembuh, covid-19

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat