07:00 . Pengaruh Puasa bagi Kesehatan Jiwa   |   18:00 . Bulan Ramadan, Begini Kondisi Taman Pinggir Gawan   |   17:00 . Jelang Lebaran, Masyarakat Ramai-ramai Serbu Toko Pakaian   |   15:00 . Hore...!!! Tunjangan GTT/PTT Segera Cair   |   14:00 . PEPC Berbagi dan Silaturahmi Bersama Masyarakat di Wilayah Operasi   |   12:00 . Pemerintah Terus Matangkan Program Vaksinasi Gotong Royong   |   08:00 . Tawarkan Suasana Baru, Go Fun Buka Kembali Hari Ini   |   07:00 . Gejala Serangan Jantung, Ini Perbedaannya pada Wanita dan Pria   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, Kasus Baru 3 Orang   |   19:00 . Serap Aspirasi, Komisi B Peduli Nasib Petani   |   16:00 . Gaji Buruh Tertunda Disnaker Bojonegoro Turun Tangan   |   15:00 . SMKN 5 Bojonegoro Berbagi Takjil   |   14:00 . Layani Penumpang Non Mudik, Bus di Terminal Rajekwesi Mulai Beroperasi   |   13:00 . Komisi C Akan Selidiki Masalah Demo Karyawan PT Shou Fong Lastindo   |   12:00 . Disinyalir THR Kecil, Karyawan PT Shou Fong Lastindo Mogok Kerja   |  
Sun, 09 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kerap Dianggap Bakteri Baik, Ternyata Probiotik Tak Beri Manfaat Signifikan

blokbojonegoro.com | Friday, 12 February 2021 07:00

Kerap Dianggap Bakteri Baik, Ternyata Probiotik Tak Beri Manfaat Signifikan

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Selama ini banyak yang meyakini bahwa probiotik sebagai bakteri baik yang memiliki peranan baik untuk kesehatan usus. Probiotik ini biasanya didapatkan di dalam produk seperti yogurt, makanan atau minuman fermentasi, atau bahkan suplemen.

Baru-baru ini, penelitian yang dilakukan oleh American Gastroenterological Association (AGA) menyatakan bahwa apa yang disebut bakteri baik itu sebenarnya tidak banyak membantu dalam memperbaiki kesehatan usus.

Menurut hasil penelitian juga disebukan bahwa probiotik tidak banyak membantu dalam mencegah kondisi pencernaan seperti penyakit radang usus kronis atau Crohn, kolitis ulserativa, dan sindrom iritasi usus besar (IBS).

"Untuk sebagian besar penyakit pencernaan yang kami pelajari, saat ini tidak ada cukup bukti untuk merekomendasikan penggunaan probiotik," kata seorang ahli gastroenterologi anak di Texas Medical Center dan juru bicara AGA Geoffrey Preidis, dikutip dari Medical Daily.

Penelitian itu juga menyoroti konsumsi probiotik yang dilakukan publik ternyata tidak ditemukan manfaat yang signifikan.

"Karena para peneliti telah belajar lebih banyak tentang peran bakteri usus (microbiome), probiotik menjadi lebih populer karena menjanjikan alternatif dan cara yang relatif mudah untuk mengubah dan meningkatkan kesehatan usus," kata Grace L. Su, seorang profesor kedokteran dan kepala gastroenterologi di Universitas Michigan, Ann Arbor.

Su menyayangkan, produk probiotik tidak diatur seperti obat farmasi lainnya dan konsumen sering diberi informasi yang menyesatkan.

"Industri ini sebagian besar tidak diatur dan pemasaran produk sering diarahkan langsung pada konsumen tanpa memberikan bukti efektivitas langsung dan konsisten. Ini telah menyebabkan meluasnya penggunaan probiotik dengan bukti membingungkan untuk kemanjuran klinis," bunyi pedoman kesehatan baru yang disusun Grace L. Su dan para pakar lainnya.

Karena itu, para peneliti menyarankan, jika ingin mengonsumsi probiotik, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

*Sumber: suara.com

Tag : pendidikan, kesehatan, bakteri

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat