Dukung Astacita Presiden Prabowo, Lapas Bojonegoro Gelar Panen Raya Padi

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bojonegoro menggelar panen raya padi di lahan pertanian yang berada di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Bojonegoro. Panen raya ini, bentuk dukungan program Astacita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Panen raya ini, ditandai dengan simbolis pemotongan padi pertama yang dilakukan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Jawa Timur, Kardiyono bersama Kalapas Bojonegoro, Hari Winarca dan jajaran.

Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kardiyono mengungkapkan, ini merupakan langkah yang sangat strategis dan sejalan dengan tujuan Presiden untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Selain itu, program ini juga menjadi sarana penting bagi pembinaan warga binaan.

“Mereka (warga binaan) dapat memperoleh keterampilan yang berguna untuk kehidupan mereka setelah menjalani masa pemasyarakatan,” ungkap Kardiyono, Sabtu (5/7/2025).

Kardiyono menjelaskan, kolaborasi antara Lapas Bojonegoro, petani penggarap, dan masyarakat sekitar sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan program ini.

“Melalui kerjasama yang solid, kita bisa menciptakan kondisi yang lebih baik tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Sementara, Kalapas Bojonegoro, Hari Winarca mengaku bersyukur atas keberhasilan yang tercapai melalui program pertanian ini. Sebab, selain untuk mendukung program pemerintah, ini juga memberikan peluang warga binaan untuk mengembangkan keterampilan.

“Kegiatan ini juga memberikan peluang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan yang sangat berguna bagi kehidupan mereka di luar nanti," ungkap Hari Winarca.

Hari memaparkan, lahan pertanian di Mojoranu ini ditanami berbagai komoditas, seperti padi, jagung, kacang tanah, cabai, dan singkong. Selain itu, juga ada budidaya ikan nila di kolam yang dikelola di kawasan tersebut.

“Pada Panen Raya Tahap II ini, fokus utama adalah padi dan jagung, yang hasilnya sangat memuaskan,” paparnya.

Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan Lapas Bojonegoro dalam mendukung ketahanan pangan, namun juga menjadi contoh bagi UPT Pemasyarakatan lainnya untuk terus berinovasi dalam pembinaan warga binaan. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan strategis nasional di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Untuk diketahui, Lapas Bojonegoro memiliki lahan pertanian seluas 23,7 hektar, namun untuk tahap panen kali ini, baru sekitar setengah dari luas lahan yang digunakan. Pengelolaan lahan dilakukan oleh petani penggarap yang bekerja sama dengan Lapas Bojonegoro, dengan fokus pada pembinaan warga binaan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan kemandirian. [riz/mad]